Sejarah Kota Palembang
Ditulis oleh infokito™ di/pada 15 Juli 2007
Sejarah Kota Palembang[a resume]
triyono – infokito
Pendahuluan
Bismillah …
Palembang merupakan kota tertua di Indonesia, hal ini didasarkan pada prasasti Kedukan Bukit (683 M) yang diketemukan di Bukit Siguntang, sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota yang merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 683 Masehi (tanggal 5 bulan Ashada tahun 605 syaka). Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.
Batu-bersurat (prasasti) itu ditemukan oleh Controleur Batenberg di tepi sungai Kedukan Bukit, yakni diantara Bukit Seguntang dengan Situs Karanganyar pada tahun 1926 dengan menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu kuno. Prasasti tersebut oleh penduduk kampung Kedukan Bukit waktu itu dijadikan semacam tumbal bila akan mengikuti lomba Bidar, yakni dengan cara meletakkan di haluan Bidar yang akan diperlombakan. Konon, Bidar atau Perahu yang digentoli dengan batu “sakti-bertuah” itu senantiasa menang berlomba. Kemudian Batu-bersurat Kedukan Bukit itu ditelaah oleh para pakar sejarah dan kebudayaan, diantaranya Prof. M. Yamin yang menyatakan, itulah proklamasi (penggalian/pemindahan) ibukota Sriwijaya (dari tempat lain) ke Bukit Seguntang.
Prasasti Kedukan Bukit itu berbunyi sebagai berikut:
(1) Swasti cri cakawarsatita 605 ekadaci cu (2) klapaksa wulan waicakha dapunta hiyang nayik di (3) samwau manalap siddhayatra disaptami cuklapaksa (4) wulan jyesta dapunta hiyang marlapas dari Minanga (5) Tamvan mamawa yam wala dualaksa danan koca (6) duaratus cara di samwau danan jalan sariwu (7) tluratus sapulu dua wannakna datam di Mukha Upang (8) Sukhacitta di pancami cuklapaksa wulan (9) laghu mudita datam marwuat wanua (10) Criwijava siddhayatra subhiksa.
[Bacaan Prof. Poerbacaraka, G. Coedes, Prof. Dr. Ph.S. Van Ronkel Dr. Buchari, Prof. Slametmulyana]
Kota Palembang juga dipercayai oleh masyarakat melayu sebagai tanah leluhurnya. Karena di kota inilah tempat turunnya cikal bakal raja Melayu pertama yaitu Parameswara yang turun dari Bukit Siguntang. Kemudian Parameswa meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama pergi ke Tumasik dan diberinyalah nama Singapura kepada Tumasik. Sewaktu pasukan Majapahit dari Jawa akan menyerang Singapura, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka disemenanjung Malaysia dan mendirikan Kerajaan Malaka. Beberapa keturunannya juga membuka negeri baru di daerah Pattani dan Narathiwat (sekarang wilayah Thailand bagian selatan). Setelah terjadinya kontak dengan para pedagang dan orang-orang Gujarat dan Persia di Malaka, maka Parameswara masuk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah.
Berbicara mengenai asal usul kota Palembang, memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan kerajaan Sriwijaya, yang pernah menjadikan kota Palembang sebagai ibukotanya. Kejayaan Sriwijaya seolah-olah diturunkan kepada Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara. Palembang pernah berfungsi sebagai pusat kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 (tahun 683 Masehi) hingga sekitar abad ke-12 di bawah Wangsa Sailendra/Turunan Dapunta Salendra dengan Bala Putra Dewa sebagai Raja Pertama. Pada abad ke-17 kota Palembang menjadi ibukota Kesultanan Palembang Darussalam yang diproklamirkan oleh Pangeran Ratu Kimas Hindi Sri Susuhanan Abdurrahman Candiwalang Khalifatul Mukminin Sayidul Iman (atau lebih dikenal Kimas Hindi/Kimas Cinde) sebagai sultan pertama (1643-1651), terlepas dari pengaruh kerajaan Mataram (Jawa). Tanggal 7 Oktober 1823 Kesultanan Palembang dihapuskan oleh penjajah Belanda dan kota Palembang dijadikan Komisariat di bawah Pemerintahan Hindia Belanda (kontrak terhitung 18 Agustus 1823), dengan Commisaris Sevenhoven sebagai pejabat Pemerintah Belanda pertama. Kemudian kota Palembang dijadikan Gameente/haminte berdasarkan stbld. No. 126 tahun 1906 tanggal 1 April 1906 hingga masuknya Jepang tanggal 16 Februari 1942. Palembang Syi yang dipimpin Syi-co (Walikota) berlangsung dari tahun 1942 hingga kemerdekaan RI. Berdasarkan keputusan Gubernur Kdh. Tk. I Sumatera Selatan No. 103 tahun 1945, Palembang dijadikan Kota Kelas A. Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 948, Palembang dijadikan Kota Besar. Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 1965, Palembang dijadikan Kotamadya. Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 tanggal 23 Juli 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, Palembang dijadikan Kotamadya Daerah Tingkat II Palembang. [triyono-infokito]
Wallahua’lam

Daftar Isi
Arti Nama Palembang dan Kapan Nama Palembang ‘Lahir’?
Aneka Nama Palembang dalam Sejarah
Bentuk dan Susunan Kota Palembang
Catatan Perkembangan Kota Palembang
- related topic -
Tahapan Sejarah Perkembangan Kota Palembang




















































eddykusuma berkata
ass ww, tulisan yang cukup baik dan perkenankan kami menampilkannya di situs kami http://www.sriwijayanet.org, tanpa merubah isi maupun judulnya…. terimakasih wass
Urang Tg. Batu Seberang (OI) berkata
Ass…Wr…Wb..
Salaaam Kenal mang cek….. Saya di Bontang Kaltim.
“Jauh di mata tapi dekat di hati”
Demikian gambaran, setelah nemuke website mang cek iko kareno meski di rautaw urang tapi P’lembang teraso dekat di hati….
Saluut… Up grade terus mang cek yooo…..
Thx
Wassalam..Wr..Wb.
infokito berkata
Wa’alaikumussalam Mang …
Mo kaseh la mampir …
yosa98 berkata
mangcek, kiro-kiro boleh dak aku ngambil isi sejarah palembang ini buat website aku. dak lemak nak ngomong palembang tapi sejarahnyo idak ikut ditampilke. mungkin agak aku ubah dikit, jadi bahasa inggris.
infokito berkata
Lajula Mang. Bolehlah serempetke dikit link blog ini
yosa98 berkata
sudah mangcek. mokasih banyak ye.
yosa98 berkata
lupo, alamatnyo http://www.palembang.salewhisper.com
yuri berkata
kota palembang adalah kota IMPIAN KU
ricky smart berkata
bagus
nksh ya
ricky smart berkata
aq seneng
mkn bisa belajar ttg palembang
amir /saw berkata
asswrb,
apokabar rekan-rekan sanak doloer yang ado di Kota Palembang, mugo-mugo bae baek selalu dan semakin maju dengan vistmusi2oo8-nya.
wasswrb,
amirul mukminin (FP Unsri- SEP88)
wiem berkata
Ass Wr Wb,
Perkenalkan saya Wiem, orang Minang yang lama tinggal di Jawa.
Boleh kan ikutan nimbrung belajar tentang sejarah Palembang.
Yang ingin saya tanyakan adalah, kapan dan mengapa terjadi perubahan nama dari Sriwijaya menjadi Palembang?
Wassalam
Wiem
infokito™ berkata
@Wiem
Coba dilihat lihat lagi artikel terkait di portal kito
http://infokito.wordpress.com/portal/
Abdul Rohim berkata
Asswrwb.
Senang sekali kalau ada sejarah mengenai Palembang. Saya baru mengetahui sekarang adanya situs yang mengetengahkan/menyajika tentang Palembang sejak awal. Saya belum sempat membaca yang lain.
Terimakasih.
Wsswrwb
deniz berkata
dah lama ni dak balek ke pelembng,,,kangen, cak mano kabar nyo tuh/.. tulisannya bags, walaupn ak dak terrll ska dgn sejrh. namn pada penelitian s-2 ni mau tk mau aku mempelajri banyk ttng sejrh kito tula (plembng) jd,, aku mohon kirimn informasi mengenai sejrh plembng detail beserta infrmsi kehidupn masyrkt keturnn Arab di perkampungn al-Munawwr Palembng,,, kalu dk slaah kelurhn 13 ulu parak sungai Musi tu la… mokash pak cik,,,
deo berkata
saya sangat kagum dengan sejarah kota palembang,tatapi kenapa orang-orang palembang tidak melestarikan kebudayaannya sendiri,sampai sekarang pun kota palembang itu tenggelam dari sejarawan,apakah orang palembang itu sudah lupa dengan kebudayaannya sendiri. orang banyak menganal kota palembang itu dari makanan yaitu PEMPEK,apakah makanan tersebut adalah makanan raja-raja terdahulu,enggak kan!saran saya semoga orang palembang tergerak untuk melestrikan kebudayaannya setelah membaca komentar saya ini.
Rheno berkata
Mang,,,, Izin Copy Postingannya Ya,,,,,???
Ntar q Buat Sumber-Nya deh…..
TQ