infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

[Fakta Sejarah] Dukungan Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

Posted by infokito™ pada 17 Januari 2009

indonesia-the-ultimateDwitunggal Soekarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (secara de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M.. Zein Hassan Lc.

Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada halaman 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

“.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebarluaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.”

Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher.

Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Timur Tengah lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu

Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk “Volendam” bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:

“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita.

indo-palestina

indo-palestina2
Berikut kutipan pernyataan tokoh dalam buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” :

Dr. Moh. Hatta

“Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

A.H. Nasution

“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ’45 : “ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.***infokito.net

Wallahua’lam

19 Tanggapan to “[Fakta Sejarah] Dukungan Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia”

  1. sidik said

    Subhanallah
    walhamdulillah
    walaailaahaillallah
    allahuakbar

    keren banget artikelnya

  2. makmur said

    baguz nie, info baru yang insy bermanfaat…
    semoga Allah memberikan pencerahan kepada kita atas persatuan ke-Islaman kita, bukan ke-Bangsaan yang selama ini kita dengung-dengungkan…
    karena hubbu al wathan minal iiman adalah “tanah air”…
    tanah air kita adalah “islam” itu sendiri…
    Dari sini apakah kita masih tersekat-sekat oleh pebedaan daerah/ bangsa???
    Allahuakbar… Allahuakbar… Allahuakbar…

  3. naff said

    pertamaxxxxxxxxxxxxxx
    keren abiiiiiiiiiiiiiiiis…………….
    sebuah sejarah yang terlupakan dan sudah menjadi hilang di dalam belantara perpolitikan indonesia.
    saluuuuuuuuuuuuuut………

  4. Pakfa said

    Astaghfirullah, kenapa selama ini yang saya tau adalah India yang pertama? Kemunafikan para penulis sejarah tidak boleh lepas dari tanggung jawab hukum. Ya Allah, tunjukilah kami jalanMu.

  5. zia ulr... said

    mari kta dukung palestian merdeka….!!!
    musnahkan zionis israel “racun dunia”
    israel itu ga ada…siapa jg yg mau ngaku mereka ad!!
    ga ada kaleee
    hahaha…..
    palestina = indonesia

  6. mike said

    mas numpang copas ya,..biar bs disebarkan fakta ini..trims

  7. Andre said

    kita balas jasa Bangsa Palestina ini dengan mengijinkan Israel membuka Kantor Dagang Israel di Jakarta….. ckckckck…..

    http://www.republika.co.id/berita/69703/FUI_Tolak_Kamar_Dagang_Israel

  8. the doctor said

    Indonesia balas jasa ke palestina ???? g mungkin , pada sibuk korupsi……………………………..

  9. pioner2b said

    subhanallah..

    ane ijin copy akh..jazakallahu

  10. bagusrin said

    mestinya fakta ini disebarluaskan, karena kayaknya banyak pihak yang senantiasa berusaha untuk menutup fakta sejarah ini untuk menihilkan peran umat Islam dalam perjuangan Indonesia. ijin untuk copy, tanks

  11. Hendra said

    Sangat memalukan Jika Bangsa Indonesia Tidak mendukung, mendoakan bangsa Palestina…..Saya akan Masukkan di Website http://www.karimatafm.com// Terimakasih// Matorsakalangkong (madura.red)

  12. COKRO said

    semoga allah swt menolong dan mengirimkan para malaikat-NYA u/menumpas pasukan ISRAEL d manapun yg berniat memerangi saudara-saudara qt PALESTINA,amin dan smoga allah swt senantiasa memberikan karunia-nya kpd seluruh rakyat PALESTINA,ALLAHUAKBAR……………………ALLAHUAKBAR………..ALLAHUAKBAR

  13. ozi said

    Laa chaula wa laa quwwata illa bilLaahi l’Aliyyi l’Azhiim…

  14. Irvina said

    sy merasa malu slama ini yg sy tau hanya Mesir dan India, dan ternyata yg membuat negara trsebut mau mengakui adalah Palestina

  15. Rinaldi said

    “Palestina” pada waktu itu bukanlah SEBUAH ENTITY POLITIK YANG SUNGGUH ADA.

    Bukan negara, bukan apa-apa. Dan yang jelas, BEDA dengan “palestina” dalam definisi sekarang.

  16. Rinaldi said

    Nah, coba lihat ini:

  17. Rinaldi said

    Atau yang ini:

  18. fauzan said

    subhanalloh,, ane izn copas ya..

  19. Jannathamia said

    BETUUUULLL SEKALI, MAKANYA DR. YOSE RIZAL DARI MERCI – MAUN MENDIRIKAN RUMAH SAKIT INDONESIA DI JALUR GAZA …. HIDUP ISLAM … HIDUP KAUM MUSLIMIN … MERDEKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: