infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Laman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    Desember 2016
    S S R K J S M
    « Nov    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,349,634 hits

Kiriman Sedekah Pahala bagi Orang yang Telah Meninggal

Posted by infokito™ pada 23 November 2016

KIRIMAN SEDEKAH PAHALA BAGI ORANG YANG TELAH MENINGGAL

عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمَّ سَعْدٍ مَاتَتْ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْمَاءُ قَالَ فَحَفَرَ بِئْرًا وَقَالَ هَذِهِ لِأُمِّ سَعْد
ٍ
Dari Sa’d bin Ubadah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku yaitu Ummu Sa’d telah meninggal dunia, maka sedekah apakah yang paling utama (baginya)? Beliau bersabda, “Air.” Kemudian Sa’d menggali sumur dan berkata, “Ini untuk Ummu Sa’d.”
Hadits riwayat Imam Abu Daud dan Imam an-Nasa’i
Baca entri selengkapnya »

Posted in HikmaH | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Peringatan Bagi Aliran yang Mengkafirkan Ayah Bunda Nabi SAW

Posted by infokito™ pada 3 September 2016

Disebutkan didalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Hafidh Abu Ya’la dalam kitab Musnad-nya dengan sanad jayyid.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” إن مما أتخوف عليكم رجل قرأ القرآن ، حتى إذا رؤيت بهجته عليه وكان ردء الإسلام اعتراه إلى ما شاء الله ، انسلخ منه ، ونبذه وراء ظهره ، وسعى على جاره بالسيف ، ورماه بالشرك ” 
Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya diantara hal yang saya takutkan terhadap kalian adalah seorang lelaki yang pandai membaca Al-Qur’an, sehingga kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dapat diresapinya dalam sikap dan perbuatan, kemudian dia ditimpa sesuatu yang dikehendaki oleh Allah, maka dia menanggalkan Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an ia lemparkan dibelakang punggungnya, kemudian dia menyerang tetangganya dengan senjata dan menuduhnya telah berbuat syirik.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-bazzar juga meriwayatkan hadits yang semisal.
Catatan Sahabat :
Pada hadits diatas sangat  jelas disebutkan  bahwasanya Rasulullah ﷺ  khawatir terhadap munculnya orang-orang  yang pandai membaca Al-Qur’an, sehingga kecintaan terhadap Al-Qur’an telah dapat diresapinya dalam sikap dan perbuatan-nya kemudian orang tersebut ditimpa sesuatu yang dikehendaki oleh Allah ﷻ , maka dia melepaskan diri dari Al-Qur’an, dan Al-Qur’an ia lemparkan di belakang punggungnya. 
Coba kita perhatikan secara detail hadits ini dan coba kita renungi apa yang terjadi pada zaman sekarang ini, berapa banyak bermunculan orang-orang dengan semboyan Al-Qur’an, dakwahnya Al Qur’an, radio nya Al Qur’an , telivisinya Al Qur’an, kajianya Al-Qur’an, segala sesuatu baik sikap dan perbuatannya selalu dikaitkan dengan Al-Qur’an , namun mereka menanggalkan Al-Qur’an dan mereka lemparkan Al-Qur’an kebelakang punggung mereka.
Contoh dan bukti nyata yang sedang ramai  terjadi sehingga menimbukan gelombang penolakan demi penolakan secara masif disetiap daerah dan wilayah di seluruh Indonesia, yaitu munculnya aliran yang mengkafirkan ayah bunda Nabi Muhammad ﷺ.
Aliran yang mengkafirkan ayah bunda Nabi Muhammad ﷺ  sangat jelas sekali mereka melemparkan Al-Qur’an kebelakang punggung mereka, sebab di dalam Al-Qur’an sangat jelas adanya masa fatrah(masa kekosongan dari utusan/nabi/rasul) seperi di sebutkan pada ayat: 
Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari’at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul/masa fatrah agar kamu tidak mengatakan: “Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan”. Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.(Qs: Al-Mā’idah:19)
Pada ayat lain di jelaskan betapa pentingnya seorang utusan/nabi/rasul agar Allah ﷻ tidak menurunkan adzabnya.
“Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya, untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.” [QS. Asy-Syu’ara’: Ayat 208-209]

Ayat ini semakna dengan ayat:
“Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul”. (Qs. Al-Isra: 15)
Allah ﷻ yang Maha Rahman, Maha Rahim, Maha Adil, Maha bijaksana tidak mungkin menyiksa hambanya tanpa alasan. Maha tinggi dan maha suci Allah ﷻ dari sifat kedzaliman dan aniaya.
Jadi Sangat jelas dan terang bahwa definisi masa Fatrah bersumber dari Al-Quran.
Dalam hadits riwayat  imam Bukhari disebutkan  bahwa “Masa fatrah (tidak ada risalah/wahyu dari Allah) antara Nabi ‘Isa ‘alaihis salam dan Nabi Muhammad ﷺ  adalah enam ratus tahun”. (HR. Bukhari: 3654) 
Jadi telah jelas bahwasanya aliran takfiri yang mengkafirkan Ayah bunda nabi Muhammad ﷺ  kongkrit seperti apa yang di khawatirkan oleh nabi Muhammad ﷺ  yaitu munculnya orang-orang  yang pandai dan cinta terhadap Al-Qur’an  namun mereka lemparkan Al-Qur’an di belakang punggung mereka.

وربنا الرحمن المستعان ….
📌 Abu Muhammad Al-Maduri حفظه الله

Sumber: Channel Telegram  SAHABAT ASWAJA

Posted in KhazanaH Islam | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Biografi Onta Nabi Muhammad SAW

Posted by infokito™ pada 31 Juli 2016

BIOGRAFI ONTA NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM

Nama : Qaswa’
Dilahirkan : Di kampung Bani Qusyair kepulaun Arab Baca entri selengkapnya »

Posted in Ensiklopedia Islam, KhazanaH Islam | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Ekspresi Orang Tua di Alam Kubur ketika Diziarahi atau Didoakan Anaknya

Posted by infokito™ pada 16 Juli 2016

Kita sekarang membaca kitab al-Ruh, karya Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, ulama panutan kaum Wahabi. Apa yang terjadi kepada orang tua ketika Anda berziarah ke makam mereka atau ketika Anda mendoakan mereka? Baca entri selengkapnya »

Posted in HikmaH | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Kitab Fiqh Mazhab Syafi’i Abad ke-3 hingga ke-8 Hijriah

Posted by infokito™ pada 13 Juli 2016

Dalam catatan ini akan diuraikan nama-nama kitab fiqh dalam mazhab Syafi’i, baik itu kitab induk (matan), kitab syarah, hasyiah dan mukhtashar yang telah disusun oleh ulama bagi setiap kitab induk. Selain kitab yang ditulis khusus dalam bidang fiqh, disebutkan beberapa kitab-kitab tafsir dan hadis yang membincangkan permasalahan fiqh berdasarkan mazhab Syafi’i. Bagi melengkapkan lagi kitab-kitab yang membahaskan fiqh, akan disebutkan juga nama-nama kitab Usul Fiqh yang disusun oleh ulama-ulama Syafi’iyyah. Catatan ini sebenarnya belum mencakupi semua kitab mazhab al-Syafi’i. Berikut daftar kitab tersebut yang disadur dari blog Karya Ulama. Baca entri selengkapnya »

Posted in KhazanaH Islam, Literature | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Bersyukur dan Bersabar

Posted by infokito™ pada 9 Juli 2016

Pada masa Kekhalifaan Imam Ali bin Abi Thalib ra ada seorang lelaki yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Ali bin Abi Tholib, ia pun berkata :
“Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.” Baca entri selengkapnya »

Posted in HikmaH | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Musafir dan Jamak Qasar

Posted by infokito™ pada 8 Juli 2016

Allah SWT memberi dua kemudahan kepada yg MUSAFIR untuk melaksanakan solat iaitu JAMAK dan QASAR.

Untuk seseorang itu mendapat kelayakan rukhsah (keringanan) solat musafir (jamak dan qasar), dia mestilah menepati beberapa syarat. Berikut adalah syarat2 yg dimaksudkan:
PERTAMA : Mestilah berada di dalam keadaan bermusafir iaitu perjalanan ke destinasi sekurang2nya dua marhalah (2 marhalah ditetapkan -mengikut ukuran KM- antara 85KM – 90KM).
KEDUA : Perjalanannya telah melepasi pagar qaryah (boleh diterjemahkan sebagai kawasan kampung, taman perumahan, mukim atau daerah mengikut uruf setempat yg dia tinggal).
KETIGA : Tidak mengikuti Imam solat yg bermukim jika ingin menqasarkan solat.
KEEMPAT : Tidak berniat menetap selama empat (4) hari atau lebih di tempat yg dituju selain pada hari mula sampai (perjalanan hendak pergi) dan pada hari akan keluar dari destinasi (perjalanan hendak kembali).
(Rujuk: al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Mazhab al-Imam as-Syafi’e, Jilid 1, Bab Solat Musafir)

HUKUM YANG DISALAH ARTI

Syarat KEEMPAT adalah merupakan perkara yg PALING DISALAHARTIKAN oleh ramai orang. Sehingga mereka menyangka jika sudah merancang untuk menetap di sesuatu tempat (contohnya) 2 minggu, maka sangkaannya masih boleh jamak dan qasar solat dalam tempoh tiga hari. Sedangkan yg demikian adalah sangkaan yg salah dan tidak bertepatan dengan apa yg termaktub di dalam kitab2 Fiqh Mazhab Syafi’e.

Yang betulnya jika seseorang yg menetap (contohnya) di Shah Alam merancang dgn MENETAPKAN untuk berada (contohnya) di Kota Bahru selama 7 hari. Maka dia hanya dibenarkan untuk jamak dan qasar ketika dalam perjalanan sahaja dan setibanya di destinasi dia sudah menjadi orang yg bermukim (tidak boleh lagi jamak dan qasar).

MENGAPA TIDAK BOLEH LAGI JAMAK DAN QASAR?

Ini kerana apabila seseorang itu BERAZAM untuk menetap (contohnya) di Kota Bahru lebih dari 3 hari, ini bermakna ia telah BERNIAT BERMUKIM di destinasi itu, maksudnya telah menentukan berapa lama akan berada di destinasi, maka apabila dia sampai ke destinasi tersebut, dia sudah mendapat status sebagai orang yg bermukim bukan lagi musafir.

Sedangkan rukhsah (keringanan) solat musafir itu hanya diizinkan oleh Allāh Ta’ala bagi orang yg berstatus MUSAFIR, sepertimana Allāh berfirman di dalam Surah al-Nisa’, Ayat 101:
وإذا ضربتم في الأرض فليس عليكم جناح أن تقصروا من الصلاة . (النساء: 101)
Maksudnya: “Dan apabila kamu MUSAFIR di muka bumi, maka kamu tidaklah berdosa “menqasarkan” (memendekkan) solat jika kamu takut diserang oleh orang2 kafir.”
Permasalahan ini telah dijelaskan oleh Imam an-Nawawi Rahimahullāh di dalam karangannya ‘Mihaj al-Tolibin’, menurut beliau:
ولو نوى إقامة أربعة أيام بموضع انقطع سفره بوصوله، ولا يحسب منها يوما دخوله وخروجه على الصحيح
Maksudnya: “Jika seseorang berniat mukim (iqamah) selama 4 hari di destinasi maka terputus (hukum) musafirnya dgn ketibaannya (di destinasi) dan tidak dikira dari tempoh itu hari dia masuk (ke destinasi) dan keluar (dari destinasi) menurut pendapat yg sahih.”
Menurut kenyataan Imam an-Nawawi di atas, tempoh seseorang itu mendapat status mukim ialah 4 hari, jika seseorang itu berazam atau berniat untuk menetap (contohnya) Kota Bahru selama 3 hari atau kurang dari itu, maka dia masih boleh melakukan solat musafir (jamak dan qasar) selama tempoh itu walaupun sudah sampai atau berada di destinasi. Ini kerana dia masih dalam keadaan musafir.

APAKAH MAKSUD ‘TIDAK TERMASUK HARI KELUAR DAN MASUK’?

Menurut mazhab Imam as-Syafi’e, tempoh untuk menentukan seseorang itu berstatus mukim ialah menetap di sesuatu tempat selama 4 hari atau lebih, tetapi tidak dikira hari perjalanan ke destinasi dan hari pulang. Sebagai contoh:

Situasi 1:

Ahmad akan bercuti di Kota Bahru selama 7 hari iaitu dari hari Isnin hingga Ahad. Menurut perancangan, Ahmad akan bertolak dari Shah Alam pada hari Isnin dan akan bertolak pulang dari Kota Bahru pada hari Ahad. Jadi tempoh sebenar Ahmad berada di Kota Bahru ialah 5 hari setelah tolak hari pergi dan pulang. Menurut kiraan tersebut, Ahmad secara otomatik telah berniat bermukim di Kota Bahru iaitu lebih dari 3 hari. Dengan ini, setiba Ahmad di Kota Bahru beliau tidak boleh lagi solat musafir.

Situasi 2

Berlainan pula jika Ahmad akan bercuti di Kota Bahru selama 5 hari iaitu dari hari Isnin hingga Jumaat. Menurut perancangan, Ahmad akan bertolak dari Shah Alam pada hari Isnin dan akan bertolak pulang dari Kota Bahru pada hari Jumaat. Jadi tempoh sebenar Ahmad berada di Kota Bahru ialah 3 hari setelah tolak hari pergi dan pulang. Ini bermakna Ahmad masih lagi berstatus musafir meskipun sudah tiba di Kota Bahru kerana keberadaannya di sana kurang dari 4 hari.

APAKAH DALIL MAZHAB SYAFI’E TENTANG TEMPOH MUKIM BERDASARKAN 4 HARI?

Ia berdalilkan sepotong riwayat yg diriwayatkan di dalam Sahih Imam Bukhari dan Muslim (dengan lafaz Imam Muslim):
عن الْعَلَاءَ بْنَ الْحَضْرَمِيِّ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لِلْمُهَاجِرِ إِقَامَةُ ثَلَاثٍ بَعْدَ الصَّدَرِ بِمَكَّةَ»، «كَأَنَّهُ يَقُولُ لَا يَزِيدُ عَلَيْهَا»
Maksudnya: Saidina al-‘Ala ibn al-Hadrami Radiyallahu ‘anhu berkata; “Aku mendengar Rasulullāh ﷺ bersabda’; “Mukim bagi Muhajir selama 3 hari di Mekah selepas kembali dari Mina”, ‘Seolah2 Baginda ﷺ menyatakan tidak lebih dari tempoh itu”.

Menurut Imam Ibn Hajar al-‘Asqolani di dalam Fathul Baari, hadith ini memberi maksud bahawa Nabi ﷺ melarang golongan Muhajirin –Radiyallahu ‘anhum- bermukim di Mekah sebelum pembukaan kota tersebut.

Menurut Imam an-Nawawi pula (juga dalam Fathul Baari), hadith ini menjelaskan bahawa Baginda ﷺ mengharamkan golongan Muhajirin bermastautin di Mekah.

Menurut Imam Ibn Hajar lagi:
ويستنبط من ذلك أن إقامة ثلاثة أيام لا تخرج صاحبها عن حكم المسافر
Maksudnya: Pengajaran yg boleh diambil dari itu (hadith), sesungguhnya menetap selama tiga hari tidak mengeluarkan seorang itu dari hukum musafir.
Berdasarkan hadith sahih di atas dan penjelasan dari kedua-dua imam menunjukkan bahawa tempoh menetap yg melebihi dari tiga hari (iaitu 4 hari dan ke atas) adalah tempoh yg tidak melayakkan seseorang menjadi seorang musafir.

Hadith dikuatkan lagi dgn tindakan Sayyidina Umar al-Khattab Radiyallahu ‘anhu yg tidak membenarkan golongan kuffar ahli zimmah menetap di bumi Hijaz dan beliau membenarkan para peniaga dari kalangan ahli Zimmah menetap selama tiga hari sahaja. (Rujuk: al-Talhis al-Habir)

Selain itu sepertimana yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam al-Muwatta’ (Rowahu Muhammad ibn al-Hasan) bahawa Sayyidina Umar membenarkan golongan Yahudi dan Nasrani berada di Madinah selama tiga hari untuk mendapatkan keperluan mereka dan tidak boleh seorang di antara mereka menetap lebih dari tempoh tersebut. (Rujuk: Ifadah al-Raghibin)
Tindakan Sayyidina Umar menunjukkan bahawa beliau tidak mahu golongan kuffar bermukim dan menetap di Tanah Haram, lalu beliau hanya membenar golongan ini dalam keadaan musafir sahaja.
Inilah dalil yang menjadi asas Imam as-Syafi’e Radiyallahu ‘anhu dalam menentukan tempoh permukiman.

BAGAIMANA PULA RIWAYAT NABI ﷺ PERNAH MENQASARKAN SOLAT LEBIH DARI 3 HARI?

Sememangnya terdapat riwayat sahih yg menunjukkan Baginda ﷺ pernah menqasarkan solat ketika musafir lebih dari 3 hari. Ini seolah2 pada zahirnya, mazhab Syafi’e bertentangan dgn Sunnah. Riwayat yg dimaksudkan ialah:
عن عمران بن حصين رضي الله عنه قال: “غزوت مع رسول الله  صلى الله عليه وسلم ، وشهدت معه الفتح، فأقام بمكة ثماني عشر ليلة، لا يصلي إلاّ ركعتين”. رواه أبو داود
Maksudnya: Sayyidina Imran ibn Husain Radiyallahu ‘anhu berkata; “Kami pergi berperang bersama-sama Rasulullah ﷺ dan aku menyertai Baginda ﷺ ketika pembukaan kota Mekah, lalu Baginda ﷺ menetap di Mekah selama 18 hari dan Baginda ﷺ tidak mengerjakan solat melainkan dua rakaat (qasar)”. (Hadith rowahu Imam Abu Dawud)

Pendirian mazhab Syafi’e mengenai hadith ini, apabila seseorang berniat tinggal di sesuatu tempat yg TIDAK PASTI TEMPOH MENETAP di sesuatu tempat kerana MELAKUKAN TUGAS YANG BELUM TENTU TAHU BILA SELESAINYA, maka dia boleh menqasarkan solat sehingga 18 hari tidak termasuk hari pergi dan pulang. 
Berdasarkan hadith di atas, Rasulullāh ﷺ telah menetap selama tempoh tersebut pada tahun pembukaan kota Mekah kerana memerangi puak Hawazin dan Baginda ﷺ menqasarkan solatnya kerana Baginda ﷺ tidak pasti berapa lama Baginda ﷺ terpaksa tinggal di situ. (Rujuk: al-Fiqh al-Manhaji atau Ifadah al-Raghibin)

Isu ini juga dijelaskan oleh Imam an-Nawawi di dalam ‘Minhaj al-Tolibin’:
ولو أقام ببلد بنية أن يرحل إذا حصلت حاجة يتوقعها كل وقت قصر ثمانية عشر يوما, وقيل: أربعة، وفي قول: أبدا.
Maksudnya: “Jika seseorang menetap di sebuah negeri dgn niat bahawa dia akan meninggalkan (negeri itu) jika tercapai hajatnya (selesai sesuatu urusan) seperti yg dijangkakan, maka dia boleh qasar setiap waktu selama 18 hari. Ada pendapat lain selama 4 hari, juga terdapat qaul menyatakan selama-lamanya.”

Walaubagaimana pun, pendapat yg muktamad di dalam Mazhab as-Syafi’e ialah tidak lebih dari 18 hari iaitu tidak termasuk hari pergi dan pulang. Hukum keringanan ini (jamak dan qasar selama 18 hari) hanya untuk sesiapa yg tidak tahu atau tidak pasti berapa lama dia akan berada di sesuatu destinasi kerana urusan belum pasti selesai.

Sebagai contoh: Ali mengidap satu penyakit dan penyakit ini hanya boleh dirawat di Singapura. Tempoh rawatan itu tidak boleh dipastikan oleh doktor pakar perubatan. Lalu Ali pergi bermusafir ke Singapura dalam keadaan tidak pasti berapa lama di akan menetap di Singapura kerana bergantung kepada tempoh rawatan yang tidak pasti. Jadi dalam situasi ini, Ali boleh menqasar solatnya selama 18 hari tidak termasuk hari pergi dan pulang.

Wallahu a’lam

Abu Ruqayyah Ba ‘Alawi

Posted in Ensiklopedia Islam, Syariat | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Laporan Ustadz Fathuddin Langsung dari Madinah Terkait Bom di Kota Madinah

Posted by infokito™ pada 5 Juli 2016

BOM MADINAH, FITNAH APA LAGI YG DIARAHKAN KEPADA UMAT ISLAM?

Berita bom yg terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar sejagad melebihi apa yg terjadi di Turkiye bbrp hari lalu.

Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami krn mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah.. Smg Allah lindungi..

Kami yg setiap hari berbuka di dalam masjid Nabawi atau di pelatarannya dg jumlah sktr 2 juta shoimin dan mu’takifin tdk terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i’tikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi, kami hanya melihat kepulan asap spt ada kebakaran di seberang Baki’, makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yg terdengar.

Saking jauh dan tdk mengganngunya peristiwa tsb, shalat isya dan taraweh berjalan seperti biasa. Sy sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yg sy temukan berdiskusi mslh bom tsb, apalagi dlm keadaan bingung..

Sbb itu sy berkesimpulan : Jangan-jangan mereka gak tau ada peristiwa tsb krn memang jauh dari areal Masjid Nabawi.

Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan2 singkat masuk ke hape via wa yg isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.

Tentu sy kaget tak kepalang. Sy langsung putuskan utk shalat taraweh 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat taraweh malam yg ke 30 di Masjid Rasul yg sanagt dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tdk berubah dari malam2 sebelumnya.

Sy buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sdh heboh sekali. Sampai sy di kamar hotel tmpt kami memginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yg sangat populer bbrp tahun belakangan yg muncul sengaja menyaingi Al-Jazeerah.

Filing media dan konspirasi sy benar. Sy lihat pembawa berita live sd gmewancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah TimurTengah lainnya via telpon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.

Ada beberapa hal dan fakta yg membuat sy yakin bhw umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang mengahdapi konspirasi tingkat tinggi yg sedang dijalankan oleh kelompok anti Islam global :

1. Beritanya sangat dibesar2kan dan diekspos sedemikian rupa secara serentak oleh seluruh media, termasuk medsos bersamaan dg saat peristiwa bom terjadi. Seakan mereka sdh saling tau atau tukar informasi sblm kejadian. Begitu juga dg kejadian2 bom di wilayah lain di seluruh negeri Mulism.

2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yg diwawancara langsung dpt memastikan pelakunya, yaitu yg mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.

3. Baik materi berita yg iangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, sperti : Para teroris itu tdk ada agamanya krn mereka berani membom tempat2 suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sbb itu, dunia internasional hrs bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.

3. Seperti biasa, profokasi dan kebohongan itu mereka dukung dg tampilan rekayasa gambar dan vidio kejadian

Sy katankan pd sahabat yg nontonAl-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yg terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian dizooming sehingga sekakan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang : Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.

Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sdh luka atau mungkin juga tewas, karena dari sblm berbuka sampai shalat magrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada depan gerbang utama Msjid Nabawi krn tdk bisa masuk ke dalam sagking banyaknya jamaah.

Dari kejadian bom Madinah ini, sy semakin yakin bahwa umat Islam skrg sdng menghadapi fitmah dan konspirasi dari segala arah yg sangat luar biasa dari musuh2 Allah dan musuh2 mereka dg menggunakan sgl cara keji dan kebohongan agr umat ini tdk bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka.

Sebenarnya hal tsb sangat wajar krn Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tsb dlm banyak ayat dan hadits..

Pertanyaanya ialah : Kapan umat ini, wabil khusus para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah yg Maha Tahu.

Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tdk akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sdg berhadap2an dg Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangan-Nya kendali jagad raya ini.

Yaa Allah aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah..

Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H

Hamba-Mu yg berharap ampunan, kasih sayang dan syurga-Mu

Fathuddin ja’far

Wallahu a’lam

    

 

 

 

Posted in Dunia Islam | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Gubernur Larang SKPD dan PNS Bawa Mudik Mobil Dinas

Posted by infokito™ pada 2 Juli 2016

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin mewanti-wanti agar kepala satuan perangkat daerah (SKPD) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran tahun ini. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sumatera bagian Selatan | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Siaga 24 Jam, Seluruh Puskesmas di Banyuasin Siap Layani Arus Mudik dan Balik

Posted by infokito™ pada 2 Juli 2016

Banyuasin-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuasin siap menyukseskan arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah nanti. Seluruh puskesmas yang dilengkapi fasilitas UGD, akan buka selama 24 jam.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Banyuasin | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Amaliyah Menjemput Lailatul Qodar

Posted by infokito™ pada 30 Juni 2016

Berkata al alim al allamah Ahmad bin Muhammad As Showi dalam kitab tafsirnya halaman 455 Juz 4. Beliau merupakan pengarang tafsir as showi yang memberi catatan kaki terhadap kitab tafsir jalalain.

Sebaiknya bagi orang orang yang kurang mampu untuk beribadah dalam waktu yang panjang di malam hari, hendaklah ia memilih bacaan bacaan pendek yang mempunyai pahala besar .

Semisal ayat Kursi.
Ayat Kursi merupakan ayat yang paling utama dalam al Quran.

  بِسم الله الرحمن الرحيم
اللهم اني اقدم اليك بين يدي كل نفس ولمـحمة وطرفة يطرف بها أهل المسوات وأهل الارض وكل شيء هو فى علمك كائن او قد كان أقدم اليك بين يدي.
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Barang siapa membaca ahir surat al Baqoroh di malam hari, maka ayat tersebut akan mencukupinya/menjaminya ia tercatat telah qiyamul lail.

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (284) آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

Membaca surat az zalzalah satu kali pahalanya sebanding dengan membaca separuh al Qur’an.

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5) يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6) فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)   2 ×

Membaca surat Al Kafirun satu kali sama halnya membaca seperempat al Qur’an.

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)  4 ×

Membaca surat al Ikhlas satu kali sama halnya membaca sepertiga al Qur’an.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4) 3  ×

Bacaan tasbih ini ringan diucapkan, berat dalam timbangan amal, disukai zdat yang Maha Rahman.

سبْحَانَ اللهِ وَالحَمدُ لله وَلاَ الَه إِلَا اللهُ وَاللهُ أَكْبَر  

Membaca istigfar ini diampuni dosanya sebanya mukmin dan mu’minat.

استغفر الله للمؤمنين والمؤمنات 27  ×

Umat yang paling dikenal Nabi dan paling berhak mendapat syafaat beliau adalah mereka yang paling banyak membaca selawat.
Barang siapa membaca selawat satu kali maka Allah menulisnya sepuluh kebaikan.

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ  100  ×

Barang siapa membaca kalimat ini tiga kali setiap malam, maka seolah ia menemukan pahalanya yang sama dengan lailatul qodar.

لَا إله إِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ 3  × كل ليلة

Doa ini merupakan do’a di malam lailatul qodar.

اللهم إِنَّكَ أَنْتَ عَفْوٌ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّا يَا كَرِيْمُ  100  ×

Barang siapa membaca kalimat ini sesungguhnya ia telah membuat 70 malaikat tersibukkan menulis pahalanya selama 1000 hari.

جَزَى اللهُ عَنَّا سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ خَيْرًا  جَزَى اللهُ عَنَّا سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَسَلَّمَ مَا هُوَ أَهْلُهُ 3 ×
جَزَى اللهُ عَنَّا سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلَ مَا جَزَى عَنْ أُمَّتِهِ.

Surat Yasin merupakan surat yang sangat banyak sekali faedahnya, surat ini merupakan satu satunya surat yang masih ada di Syurga, surat ini merupakan qolbul qur’an (hatinya al qur’an), surat Ysin bisa dimaksudkan untuk segala kebutuhan dunia dan akhirat.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga solat subuh dan isya’ berjama’ah, karena barang siapa yang menjaga dua jama’ah tersebut, ia telah mengambil bagian yang sempurna dari lailatul qodar, sebab pahala jama’ah isya’ sama seperti beribadah separuh malam, kemudian jika jama’ah subuh ia sama halnya menggenapi separuh yang lain.

Semoga kita semua diberi pertolongan Allah untuk boleh menjadikan amalan diatas menuju amalah yang lebih sempurna. Amiiin….

Semoga Bermanfaat…

***Sumber: Laman Facebook Mohd Hanif

Posted in KhazanaH Islam | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

12 Fakta tentang Khalid bin Walid

Posted by infokito™ pada 29 Juni 2016

Khalid bin Walid adalah salah satu sahabat Nabi yang mempunyai keutamaan. Kontribusinya terhadap Islam tidak diragukan lagi dan sudah dicatat dengan tinta emas dalam sejarah. Berikut adalah beberapa fakta soal Khalid bin Walid yang dikumpulkan dari berbagai sumber: Baca entri selengkapnya »

Posted in Ensiklopedia Islam, KhazanaH Islam | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »