infokito

jembatan informasi kito

  • ahlan wa sahlan

  • Tulisan Terbaru

  • Laman

  • Arsip

  • Kategori

  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2.500.643 tampilan

Mutiara Kisah : Yang Taat dan Yang Maksiat

Posted by infokito™ pada 3 Juni 2018

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw bersabda, “Dahulu kala ada dua orang dari Bani Israil yang berbeda pekerjaan dan tujuan (hidupnya). Salah satu dari mereka pelaku dosa dan yang lainnya sangat taat beribadah. Dia selalu melihat saudaranya melakukan dosa kemudian berkata, ‘Berhentilah (dari dosa)!’ Tetapi dia masih saja mendapatinya melakukan dosa.

Ia kembali berkata, ‘Berhentilah (dari dosa)!’ Ia menjawab, ‘Biarkan aku dan Tuhanku! Apakah anda diutus kepadaku sebagai pengawas?’ Ia berkata, ‘Demi Allah, Tuhan tidak akan mengampuni kesalahanmu.’ atau ‘Dia tidak akan memasukkanmu ke surga.’

Kemudian keduanya meninggal dunia dan dikumpulkan ruhnya di hadapan Allah, Tuhan semesta alam. Allah berfirman kepada orang yang taat beribadah, “Apakah anda mengetahui apa yang ada pada diri-Ku? Ataukah anda berkuasa terhadap apa yang ada pada diri-Ku?”

Dan Allah berfirman kepada yang selalu berdosa, “Pergilah dan masuklah ke dalam surga dengan rahmat-Ku!” Sedang kepada yang lainnya (orang yang taat) Allah berfirman, “Pergilah anda ke neraka!”

(Hadist shahih riwayat Ahmad, II/323, Abu Daud no. 4901, Ibnul Mubarak di kitabnya Az-Zuhd no. 314, Ibnu Abid Dunya dalam Husnuzh Zhan no. 45, dan Al-Baghlawi di Syarah As-Sunnah, 14/385)

Pelajaran dari hadist di atas:

  1. Anjuran untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.
  2. Berhenti dari kemungkaran setelah mendengar larangan darinya dan tidak terus menerus melakukan kesalahan karena menentang dan sombong.
  3. Tidak membuat mereka yang berdosa putus asa dari rahmat Allah dan ampunan-Nya.
  4. Besarnya kesalahan orang yang berbicara tentang Allah tanpa ilmu.
  5. Luasnya rahmat Allah Tuhan semesta alam.
  6. Setiap orang yang menempatkan orang lain di neraka atau di surga, berarti ia mengaku dirinya Tuhan.
  7. Celaan bagi mereka yang menjadikan dirinya sebagai hakim pada urusannya Allah, baik dalam hal kebahagiaan atau kesusahan.

Wallahu a’lam

___tdb
***Disadur dari sebuah tulisan Abu Malik Muhammad bin Hamid bin Abdul Wahab, dalam buku ’60 Kisah Shahih dari Nabi & Sahabat’, 2005, halaman 23-24

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: