infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Pasar Cinde Masuk Cagar Budaya, Gubernur: Desain BOT Ditinjau Ulang

Posted by infokito™ pada 21 Juni 2016

RMOL. Pembangunan revitalisasi Pasar Cinde dipastikan bakal molor dari target atau sebelum Asian Games 2018. Setelah adanya wacana yang menyebutkan Pasar Cinde telah menjadi Cagar Budaya, karena telah berumur lebih dari 55 tahun, dan adanya peninjauan ulang terhadap desain BOT.

Gubernur Sumsel, Alex Nordin mengatakan, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Balai Arkelologi mengenai status Pasar Cinde. Untuk, menyamakan persepsi, kalau Build Operating Tranfer (BOT) ditujukan menjaga salah satu cagar budaya masyarakat Palembang.

“Sudah ada dari Balai Arkeolog, memahami maksud BOT itu. Jangan sampai bangunan yang bersejarah ini punah. Oleh karena itu, kami akan merubah desainnya. Supaya gedung itu, tetap Pasar Cinde yang dulu, tapi direvitalisasi,” ungkapnya saat ditemui, Pemprov Sumsel, Senin (20/6).

Menurutnya, kondisi Pasar Cinde yang sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Selain jorok, gedung tersebut juga sudah sangat tua. Sehingga, perlu dilakukan peremajaan gedung. Sehingga, tidak akan membahayakan masyarakat yang melakukan aktifitas jual beli di Pasar Cinde.

“Kalau kamu masuk (Pasar Cinde) pasti tutup hidung, jorok kotor, kalau dak bener pacak rubuh. Nah, itu perlu direvitalisasi. Tapi, kesepakatannya tidak meninggalkan bentuk yang lama,” paparnya.

Pasar Cinde sendiri diketahui telah berumur sekitar 57 Tahun. Sehingga, telah masuk dalam salah satu Cagar Budaya, yang mesti dilindungi keberadaannya.

Gubernur menyatakan, seharusnya masyarakat dapat menyampaikan hal tersebut jauh-jauh hari sebelum dilaksanakannya BOT Pasar Cinde menjadi Pasar Modern. Karena, wacana merubah pasar yang kumuh, jorok dan berumur tua tersebut telah lama direncanakan.

“BOT ini sudah jalan jauh, ngapo nak ribut-ribut sekarang. Sekarang kalau tidak boleh (BOT)  terus mak mano? Harusnya ngasih solusi. Solusinya itu, yang dari kito itu, revitalisasi. Jadi, ada konservasi ada revitaslisasi. Kalau konsevasi itu, tidak boleh sama sekali dirubah-rubah. Tapi, gedung itu harus terpelihara,” ungkapnya.

Gubernur mencontohkan, seperti Menara Pisa atau Menara Condong di Italia yang tdak boleh dirubah. Tapi direvitalisasi supaya tidak roboh. Begitu juga Pasar Cinde, biar lebih bagus, bersih, dan bentuk yang lama dipertahankan.

“Di Pasar cinde ada tiang cendawan itu yang filosofinya masyarakat kita jualan dibawah pohon, nah ini dibawah tiang.. Itu (tiang cendawan) nanti akan tetap ada. Tapi, struktur gedung yang baru itu dirubah,” terangnya.

Dengan adanya peninjauan ulang terhadap desain revitalisasi Pasar Cinde. Otomatis akan menyebabkan perubahan rencana pembangunan. Sehingga, target selesai sebelum Asian Games 2018 dapat dipastikan tidak akan tercapai. “Itukan tinjau ulang desainnya bae, ya otomatis pasti ada perubahan,” tambahnya. [yip]

***Sumber: RMOL Sumsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: