infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Laman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    April 2016
    S S R K J S M
    « Feb   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,348,261 hits

Sekilas Tentang Puasa Rajab

Posted by infokito™ pada 15 April 2016

Para ulama berselisih pendapat apa hukum “PUASA RAJAB”.
Namun satu hal penting yang menjadi catatan penting bagi kita semua bahwa perbedaan pendapat tidak boleh menjadikan perpecahan ummat.

Beberapa hadits yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:
Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam memasuki bulan Rajab beliau berdo’a: “Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

Beberapa hadits tentang rajab, dianggap dho’if (lemah).
Namun dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah sebagaimana biasa diamalkan para ulama generasi salafunas sholeh (yang shaleh) telah bersepakat mengamalkan hadis dha’if dalam konteks fada’il al-a’mal (amal- amal utama).

Disebutkan dalam Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan-bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Puasa Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan “Memang benar tidak satu pun ditemukan hadits shahih mengenai puasa Rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Ibnu Mas’ud ِAt-Attaimimi menjelaskan dalam kajiannya terkait puasa bulan Rajab adalah sunah. “Bagi yang menganggap puasa rajab tidak sunah” hendaklah tidak mengganggu kaum muslimin yang melaksanakan puasa Rajab agar syariat islam tidak terpecah belah oleh kelompok tertentu dan semoga islam tetap menjadi agama yang rahmatan lil ‘aalamiin, santun dalam penyampaian dan lebih mengutamakan ukhuwah Islamiyyah dan akhlak mulia.

Waallahu’alam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: