infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Titik Banjir Prioritas Kota Palembang

Posted by infokito™ pada 28 April 2012

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Palembang mencatat, saat ini masih ada 44 titik rawan banjir yang menjadi prioritas untuk ditangani.

Kepala Dinas PUBM dan PSDA Darma Budhy menyebutkan, di antara 44 titik banjir itu adalah, di depan kantor gubernur Jalan Kapten A Rivai, Jenderal Sudirman, R Soekamto (depan PTC Mal), dan Residen Abdul Rozak (depan Hotel Peninsula), Jalan Bendung, Mandi Aur, Mayor Ruslan, Simanjuntak, RE Martadinata,dan Petanang.

“Di tempat-tempat ini terjadi genangan tinggi maksimal 60 cm,selama 2–6 jam.Tapi, ini terjadi kalau intensitas hujannya sangat deras. Kalau tidak, paling 15 menit genangan airnya sudah kering,” tukasnya.

Khusus di wilayah Kecamatan Ilir Timur I, lanjut dia, terdeteksi genangan di enam titik, yakni di Jalan Dempo Dalam, Lapangan Hatta,Depan UIGM KM 4, simpang Talang Ratu, simpang Polda, dan depan Korem. Sebagian besar, sumber genangan di kawasan ini berasal dari Sungai Bendung yang kerap meluap dengan ketinggian air hingga 20 cm. “Kalau hujan deras,air bertahan paling lama satu jam.Untuk titik genangan tertinggi masih disumbang dari Ilir Timur II,” ujar Budhy.

Agar titik banjir tidak meluas, saat ini sudah dipasang tujuh pompa air yang empat diantaranya disiagakan di kawasan Ilir Timur II, yakni di Jalan Gresik, Mayor Ruslan depan Bobby Komputer, Jalan Veteran, dan Lorong Kebangkan. “Karena sudah ada empat pompa, ke depan fokus kita lebih kepada pembersihan dan normalisasi drainase,” katanya seraya menambahkan, tiga pompa lainnya dipasang di simpang lima DPRD Sumsel,Ruko Taman Mandiri, dan Pasar Soak Bato 26 Ilir.

Selain menyiagakan pompa, juga dikerahkan hampir 60 tenaga pegawai harian lepas (PHL) ke titik-titik genangan air. “Di manapun lokasi tergenang air langsung kita keringkan, baik secara manual maupun pompanisasi,” ujar dia. Budhy juga mengimbau, agar petugas kebersihan di lapangan, lebih aktif membersihkan sampah. Karena, berdasarkan pantauan pihaknya, beberapa petugas sering tertangkap tangan membuang sampah ke selokan.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Sumsel belum bisa menyikapi usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, yang mengajukan dana sebesar Rp100 miliar kepada Pemprov Sumsel, untuk penanganan banjir. “Sekarang banyak usul, seperti saya mau bangun irigasi A,tapi kegiatan apa di luas 150 ha. Itu kita masih meraba dan mencari sendiri. Sebaiknya,didetilkan dulu.Ya seperti minta bantuan untuk perbaikan rumah, tapi ternyata hanya bagian dapurnya saja,” kata Kadis PU Pengairan Sumsel HM Rusdi HM, kemarin.

Menurut Rusdi, dalam master plan Kota Palembang memang dibutuhkan kolam penampungan atau retensi di muara Sungai Bendung ke arah Sungai Musi. Untuk menentukan titik pembangunan kolam retensi itu, perlu koordinasi dengan Pemkot Palembang. Sedangkan untuk dananya bersumber dari APBN. “Perlu juga dana sharing untuk pembebasan areal pembuatan kolam retensinya.Karena ada beberapa hektare yang perlu dibebaskan,” tukasnya.

Sedangkan untuk dana konstruksi, lanjut dia, memang sudah ada dari pusat dan jumlahnya ratusan juta. Dana itu sendiri melalui Balai Wilayah Sungai Sumsel. Selain itu, Dinas PU Pengairan Sumsel juga memiliki empat program untuk sungai, irigasi, rawa dan air baku. Di mana, anggaran dari APBD 2012 Rp84 miliar, dibagi untuk program di 15 kabupaten/kota di Sumsel.

“Untuk banjir kota Palembang, kalau master plannya jalan, kita duduk sama-sama. Stressing apa yang kita perlu lakukan, istilahnya one plan many construction, tapi harus satu perencanaan,” ungkapnya.***yulia savitri/ sidratul muntaha/SINDO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: