infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Laman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    Maret 2011
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,348,261 hits

Penerimaan Pajak di Sumsel Naik 22%

Posted by infokito™ pada 26 Maret 2011

Secara keseluruhan penerimaan pajak di Sumsel pada 2010 mengalami peningkatan hingga 22%. Dari Rp6,052 triliun pada 2009 menjadi Rp7,414 triliun pada 2010.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel dan Bangka Belitung Kiesmantoro Petrus mengatakan, tingkat kepatuhan pajak di Sumsel sudah cukup tinggi. Standar kepatuhan tergolong di atas rata-rata, bahkan lebih dari nasional. “Tahun lalu untuk nasional ditargetkan 50%, tapi kita bisa mencapai hingga 55%. Sementara tahun ini target secara nasional adalah 60%,” ujarnya saat acara panutan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) bersama Gubernur Sumsel di Griya Agung kemarin.

Kiesmantoro menjelaskan, salah satu upaya yang telah dilakukannya untuk mencapai target tersebut adalah jemput bola. Petugas secara langsung mendatangi perusahaan atau instansi guna sosialisasi mengenai SPT tahunan. “Ini semua agar hasilnya optimal,” katanya. Kiesmantoro menjelaskan, selama tahun pajak 2010, kinerja Kanwil DJP Sumsel dan Babel dinilai cukup berhasil, meskipun masih menghadapi berbagai kondisi perekonomian yang fluktuatif dan cenderung menurun.

Tahun lalu, Kanwil DJP Sumsel dan Babel juga berhasil merealisasikan penerimaan pajak sebesar Rp7,414 triliun atau melebihi target 104,66% dari target penerimaan awal Rp7,083 triliun. Dibandingkan realisasi penerimaan pajak tahun 2009 sebesar Rp6,052 triliun,penerimaan tahun 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 22%.

Selain itu, tahun lalu juga jumlah wajib pajak mengalami penambahan sebanyak 124.234 wajib pajak dengan jumlah penambahan terbanyak dari orang pribadi yakni 116.083 wajib pajak. “Kalau telat menyerahkan SPT dan tidak menyerahkan sudah bisa disebut pelanggaran hukum dan itu didenda. Ini berlaku juga pada instansi pemerintah maupun akuntan pajak, kita selalu sampaikan apa adanya dan terbuka kepada masyarakat untuk memulihkan kepercayaan dari masyarakat,” ujar Kiesmantoro.

Dia menjelaskan,tahun ini ditargetkan pengumpulan penerimaan pajak sebesar Rp7,918 triliun. Guna memperbaiki proses administrasi perpajakan dan membantu kelancaran pelaksanaan hak dan kewajiban,DJP juga telah menyiapkan program Project for Indonesian Tax Administration Reform (Pintar).

Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengimbau seluruh masyarakat untuk dapat mengisi dan menyerahkan SPT dengan benar serta tepat waktu. “Bersama-sama mari secara jujur kita mengisi daftar pajak penghasilan tahunan dan segera disetorkan.Apalagi pajak yang dibayarkan dananya akan kembali untuk membiayai pembangunan di Sumsel,” katanya.*ade s/berli z

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: