infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Laman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    Agustus 2010
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,395,678 hits

Menjaga Masjid Tiban Peninggalan Kalijaga

Posted by infokito™ pada 21 Agustus 2010

Jalan menuju Dusun Tekil Kulon, Desa Sumber Rejo, Wonogiri, Jawa Tengah, tampak berkelok-kelok dan naik turun. Meski begitu, di jalan yang cukup menyulitkan tersebut, ada tersimpan masjid bernilai sejarah dan religi tinggi.

Di dusun yang terasing dari ingar-bingar keramaian kota tersebut, ada sebuah masjid berbentuk bangunan kuno perpaduan Hindu-Islam. Diyakini oleh masyarakat setempat, masjid itu adalah masjid tertua di tanah Jawa.

Warga Tekil Kulon secara turun-temurun menyebut masjid berukuran 7 x 7 meter itu dengan nama Masjid Tiban. Masjid berupa limasan berbentuk panggung itu hampir seluruhnya berbahan baku kayu jati tua. Warga setempat menyebut masjid itu sebagai peninggalan Sunan Kalijaga saat salah memasuki hutan, dalam upayanya mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak.

Itu tebersit dari kisah turun-temurun penemuan masjid tua tersebut. Menurut Zainudin, tetua warga Tekil Kulon, masjid di sisi tenggara Waduk Gajah Mungkur itu ditemukan secara tidak sengaja oleh Ki Ageng Tuhu Wono, sesepuh Tekil Kulon, pada 1930-an. Saat itu, Ki Ageng Tuhu ingin membuka tanah perdikan di Hutan Wonokerso.

Saat ditemukan Ki Ageng, bangunan masjid tertutupi semak belukar yang sangat lebat. Ki Ageng pun terperanjat sekaligus senang. Kemudian, Ki Ageng langsung mencari-cari informasi orang yang membangun masjid di tengah hutan itu. “Dari situ terbetiklah, masjid itu peninggalan Sunan Kalijaga yang kala itu sedang mencari kayu jati pilihan untuk mendirikan Masjid Demak, namun salah memasuki hutan. Yang dituju Hutan Donoloyo, tapi yang dimasuki Hutan Wonokerso,” tutur Zainudin, takmir masjid legenda Dukuh Tekil Kulon itu.


Masjid Tiban Tekil Kulon

Dari kajian Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, masjid kuno itu didirikan pada 1479 Masehi. Ini diartikan lewat gambar hewan penyu di salah satu bagian masjid itu. Menurut candra sengkala zaman peralihan Hindu-Islam, hewan penyu itu, bisa dipilah sebagai (kepala penyu=1, kaki penyu=4, badan penyu=0, ekor penyu=1), sehingga diartikan pendiriannya terjadi pada 1401 Saka atau 1479 Masehi.

Karena sudah terbilang tua, warga Dusun Tekil Kulon menganggap Masjid Tiban itu bernilai sejarah dan religi tinggi. Untuk menjaganya, terutama di bulan Ramadan ini, mereka menggelar salat tarawih dan tadarusan di masjid itu. “Bagi warga sini, Ramadan tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga bagaimana menjaga nilai religi peninggalan Wali Songo, terutama Sunan Kalijaga,” kata Suhadi, 83, imam masjid. (Widjajadi/MI)

3 Tanggapan to “Menjaga Masjid Tiban Peninggalan Kalijaga”

  1. trm's ats pnjelasanya said

    semga hikayat ini menjdi nilai yg lbh baik serta ku do’akn msjid peninggaln ini menjdi topang bgi umt islm khususnya

  2. DJOKO SANTOSA PANDJALU said

    saudaraku . . . INSYA ALLOH aku pernah sujud di masjid ini , SUBHANALLOH ternyata
    ini adalah wasiat KANJENG SUNAN KALIJAGA . Seingatku untuk masuk kita harus membungkukkan badan . . (mugi GUSTI paring umur panjang saget SUJUD malih ing masjid menika )

  3. zainudin said

    amat elok infonya… insallah akan ke sana tanggal 9 hb. bulan Mac 2013, mohon doannya dimakbulkan, kalau tak keberatan di bantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: