infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Laman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    Maret 2010
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,348,261 hits

Proyek SPAL Dipolisikan

Posted by infokito™ pada 22 Maret 2010

Program PNPM yang bertujuan membantu dan meringankan beban masyarakat miskin masih banyak yang bermasalah. Ini terjadi di Desa Banjar Negara, Lahat, yakni proyek Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan pembangunan jalan setapak. Diduga banyak terjadi pelanggaran dan penyimpangan.

Pantauan di lapangan, berdasarkan RAB seharusnya SPAL ukuran 50/50 ini mempunyai pondasi, dicor dan diuruk dengan pasir. Tapi fakta di lapangan menunjukkan bangunan terkesan asal jadi. Selain tanpa cor dan urukan pasir di lantai SPAL, lebarnya tak sama. Disamping itu, ketahanan dinding semen masih dipertanyakan oleh sebagian warga. “Kami maunya pembangunan bermanfaat. Tapi kalau melihat fisiknya kami yakin pembangunan ini tak akan maksimal dan tahan lama,” kata Ujang Cik (50), warga desa.

Selain itu, dalam proyek ini warga tak pernah diajak musyawarah. Senada dikatakan Faisal (40), warga lainnya. Selain pembangunan SPAL tak sesuai ketentuan, di Desa Banjar Negara juga sudah dibangun jalan setapak, yang sebenarnya sama sekali tak tepat lokasinya. “Jalan setapak ditujukan untuk menunjang fasilitas desa. Tapi faktanya, kebanyakan yang dibangun dengan alasan kepentingan fasilitas pribadi si panitia dan kronikroninya,” ungkap Faisal.

Untuk itulah, warga melalui perwakilannya sudah mengadu ke polisi dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. “Kita harapkan kasus ini diusut hingga tuntas, selain menjaga kerukunan di antara sesama warga desa, juga demi tegaknya aturan hukum yang ada,” ucap Faisal.

Sementara itu, Kades Banjar Negara, Gunawan membantah jika proyek ini tidak didasarkan atas asas rembuk desa dan kemanfaatan bagi rakyat. “Sebelumnya sudah didiskusikan dan dirapatkan bersama warga desa, namun teknis pelaksanaannya, saya menolak jika dikatakan ikut intervensi,’’ ujarnya yang mengaku ada beberapa warga yang menolak menghibahkan tanahnya untuk pembangunan fasilitas SPAL dan jalan setapak.

Gunawan juga mengaku sudah dipanggil pihak kepolisian sebagai saksi, bukan tersangka. “Saya hanya sebagai saksi saja. Semuanya kembali ke penanggung jawabnya, yaitu petugas di lapangan,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Lahat AKBP Drs Iwan Yusuf Chairudin, didampingi Kasat Reskrim AKP Roman Smaradhana Elhaj SIk, melalui Kanit Pidkor, Ipda Ongkoseno membenarkan laporan warga seputar program PNPM ini sendiri. “Saat ini kita sedang dalam tahap memintai keterangan, nantinya akan kita teruskan pemeriksaan ke tingkat lanjutan,’’ ujarnya yang sudah memeriksa kondisi di lapangan. (mg25/sumeks)

Satu Tanggapan to “Proyek SPAL Dipolisikan”

  1. Herlian said

    mengaris namakan pembangun,,,,,untuk mendapat kan uang,,,,,itu lah negara kita kalau lah melihat uang,,,,,,gelap mata jadi nya heee,,,di derah saya byk pembagunan,,,,jangan jangan,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: