infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Laman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    Maret 2010
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,348,261 hits

Pabrik Candu di Batavia

Posted by infokito™ pada 10 Maret 2010

Pabrik Candu di Batavia
Alwi Shahab
Wartawan Republika

Sepintas, gedung ini adalah sebuah rumah tinggal. Letaknya berada di pinggir jalan raya Kota Batavia Centrum (Weltervreden-Jakarta Pusat). Di depannya terdapat rel listrik yang menunjukkan bahwa tempat ini merupakan jalan ramai. Entah untuk merusak mental bangsa Indonesia yang mereka sebut inlanders; candu, madat, atau opium bukanlah barang terlarang pada masa penjajahan.

pabrik candu di batavia

Foto yang diabadikan pada masa kolonial ini adalah sebuah pabrik candu. Kala itu, pabrik candu terletak di Gang Kenari, dekat Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta Pusat. Ribuan butir candu dihasilkan tiap hari dan juga didistribusikan ke seluruh kepulauan nusantara. Penjajah ketika itu juga menyediakan tempat lokalisasi para pemadat. Namanya adalah Gang Madat yang terletak di sebelah kiri Jalan Gajah Mada apabila kita menuju Jakarta Kota. Lokalisasi ini ditutup pada masa pendudukan Jepang (1942).

Nama Gang Madat dan Gang Madat Besar diganti menjadi Jl Kesejahteraan dan Keselamatan. Di kamar-kamar berukuran 300 meter itulah, tiap hari para pemadat berkumpul. Dalam foto-foto Batavia tempo doeloe, tampak para pecandu sedang tiduran sambil mengisap barang haram ini. Badan mereka kurus kering. Walaupun dilegalkan, pemakainya tidak sebanyak sekarang. Kala itu, masyarakat mengikuti seruan para alim ulamanya yang mengharamkan candu.

Bisnis narkoba dewasa ini makin merajalela. Indonesia merupakan salah satu tempat bagi jaringan sindikat internasional untuk mengedarkan narkoba ke berbagai lapisan masyarakat. Semakin banyak bandar, pengedar, dan pemakai yang ditangkap, ditahan, dan ditembak mati, makin luas pula jaringan bisnisnya dan makin bervariasi cara peredarannya.

Ternyata, bisnis narkoba bukan barang baru di Indonesia. Pada masa VOC, bisnis itu telah berkembang pesat. Ini sesuai dengan ambisi VOC untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya yang menjadikan narkoba sebagai salah satu mata dagangan penting untuk pundi-pundi VOC. Pada masa gubernur jenderal Gustaaf Baron van Imhoff (1745), diberlakukan sistem perdagangan bebas candu.

Diperkirakan, dari 1619-1799, tiap tahun VOC memasok rata-rata 56 ton candu ke Pulau Jawa. Rupanya, para pedagang Cina, termasuk para kapitennya, waktu itu ketiban rezeki dari perdagangan candu. Mereka berperan sebagai perantara dalam bisnis ini. Tidak tanggung-tanggung, dalam perdagangan candu ini, para pejabat VOC menciptakan sebuah organisasi yang dinamakan Opium Society. Tidak heran, sampai tahun 1880, pajak perdagangan candu merupakan penghasilan paling besar bagi Pemerintah Hindia Belanda. Untuk menjadi penarik pajak candu, diadakan pelelangan besar besaran. Tentu saja, peminatnya besar karena keuntungannya bejibun.***republika

Satu Tanggapan to “Pabrik Candu di Batavia”

  1. mukti said

    Sampe sekarang di Belanda, candu dan prostitusi dilegalkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: