infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Jalan Raya 1.500 Tahun Silam di Yerusalem

Posted by infokito™ pada 20 Februari 2010

Saat Israel merehabilitasi infrastruktur di Gerbang Jaffa, kota tua Yerusalem, tanpa sengaja ditemukan bebatuan yang rapi membentuk seperti layaknya sebuah jalan raya. Tim arkeologi kemudian diturunkan guna meneliti temuan ini. Tim itu kemudian menemukan sesuatu yang cukup mencengangkan, seruas jalan yang terbuat dari batu pada masa 1.500 tahun silam. Bukti yang mengonfirmasikan bahwa Yerusalem atau juga yang disebut Alquds ini dulunya merupakan kota perdagangan yang ramai.

Dengan bantuan peta mosaik kuno, mereka menemukan jalan yang terbuat dari batu sepanjang enam meter, terbuat dari batu bata membentang ke arah pusat kota tua Yerusalem. Jalan ini terbentang di atas bendungan besar yang menyuplai air ke penduduk kota yang berjumlah 30-40 ribu jiwa. Tak jauh dari jalan kuno itu ditemukan pula tembikar, koin, dan perunggu yang biasa digunakan untuk mengukur logam mulia pada zaman Byzantium.

Direktur Ekskavasi Ofer Sion mengatakan penemuan ini juga mengonfirmasikan tata letak kota bersejarah Yerusalem, seperti yang digambarkan dalam peta mosaik dari abad keenam Masehi yang ditemukan 100 tahun lalu di sebuah  gereja di Yordania. Peta ini telah lama digunakan sebagai panduan untuk memahami bentuk kota Yerusalem dari abad keempat hingga keenam Masehi. “Ditemukannya jalan batu meyakinkan kami bahwa peta itu benar,’’ ujarnya.

Berangkat dari peta kuno, para arkeolog menemukan bagian dari jalan ini sekitar tiga bulan silam, yang terletak 4,5 meter di bawah jalan raya yang ada sekarang. Yerusalem pada masa ini merupakan kota di bawah kekuasaan Romawi bernama Aelia Kapitolina. Saat itu orang-orang Yahudi dilarang masuk setelah pemberontakan mereka melawan penguasa Romawi tahun 132 Masehi. Yerusalem waktu itu menjadi pusat utama bagi munculnya agama Kristen.

Kekaisaran Bizantium lahir dari separuh wilayah timur Kekaisaran Romawi ketika di saat yang sama wilayah Romawi bagian barat menyerah pada invasi barbar dan kemudian berkuasa atas sebagian besar Timur Tengah sampai penaklukan oleh bangsa Arab pada abad ke-7. Pada masa itu di Konstantinopel yang kini bernama Istanbul, Turki, yang merupakan salah satu pusat agama Kristen, menganggap Yerusalem sebagai kunci ajaran Kristen dan mengalirkan investasi untuk pembangunan kota tersebut.

Langkah yang berhasil, karena kota ini menarik ribuan peziarah setiap tahunnya. “Jalan ini merupakan pusat perdagangan selama periode paling sukses dalam sejarah kuno Yerusalem, luar biasa ternyata rute jalan yang sibuk dari 1.500 tahun yang lalu masih bisa kita lihat saat ini,’’ kata Sion.

Arkeolog telah menggali jalan kuno lainnya di Yerusalem yang saat itu disebut Cardo, terbentang dari utara ke selatan kota dan yang di sisi kiri kanannya berjejer toko-toko dengan pilar tinggi. Sebagai bukti peradaban pada masa itu, di sisi jalan ditemukan trotoar dan kolom kolom bangunan yang berjajar.

Penemuan ini bermula dari  ditemukannya sebuah gulungan kertas yang teronggok di lantai gereja di Madaba, Yordania, pada 1894. Gulungan kertas itu ternyata adalah sebuah peta kuno yang menunjukkan jalan-jalan utama dan situs-situs agama Kristen di Yerusalem, termasuk di antaranya Gereja Makam Suci (Church of The Holy Sepulcher), tempat yang dipercaya umat Kristen sebagai tempat Yesus disalibkan, dikuburkan, dan dibangkitkan.

Restorasi jalan Yerusalem kuno ini akan memakan waktu beberapa minggu, karena padatnya jalan di wilayah situs itu. Untuk sementara arkeolog belum memutuskan apakah jalan kuno ini bisa segera dinikmati oleh publik atau masih menjadi objek penelitian. 􀁑 Wulan Tunjung Palupi/republika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: