infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Laman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    Juli 2009
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,348,261 hits

Sopir Tolak Trayek Baru

Posted by infokito™ pada 15 Juli 2009

Penghapusan lima trayek angkutan kota (angkot), dampak dari rencana pengoperasian bus Trans Musi tahun 2009 ini ditentang para sopir. Mereka menilai trayek baru yang dikembangkan sebagai bentuk ancaman.

“Katanya, trayek yang sekarang kita jalani akan dihapus, karena bersinggungan dengan bus Trans Musi. Kita mau dialihkan ke trayek pinggiran kota. Kalau begitu, habislah pendapatan kita,” ungkap Ediyanto, warga Perumnas saat dibincangi Sumatera Ekspres ketika istirahat bersama rekannya di kawasan Asrama Polisi (Aspol) Km 5,5 depan RS Ernaldi Bahar kemarin (13/7).

Sopir angkot Km5-Ampera ini menilai rute baru yang ditawarkan Dishub, Km5-Sako (masuk dari arah Sukabangun) bakal sepi penumpang. Tahun 2003 lalu, katanya, sudah ada angkot warna ungu beroperasi pada rute tersebut. Hasilnya, angkot tersebut mati sendirinya. “Itu tadi. Tidak ada  penumpangnya.”

Masalah lain yang cukup riskan, tambah dia, tukang ojek kawasan Sukabangun I dan II telah mendengar rencana pengalihan rute tersebut dan mereka tidak sepakat. Menurut Edi, hal itu sangat wajar. Sebab, tukang ojek mempunyai kewajiban menghidupi keluarganya.

“Waktu angkot masuk, pasti tukang ojek yang berada di tiap gang pencahariannya juga mati. Kami ini sudah diancam pake parang oleh tukang ojek daerah Sukabangun itu, kalau berani masuk ke daerah itu,” jelas Edi diamini teman-temannya.

Edi menyakini kawasan pinggiran tersebut juga tidak akan banyak menampung penumpang. “Di dalam kota bae penumpang la dikit. Apo lagi nak di dalam kota. Idak hidup anak bini kami,” ucapnya cepat.

Ia manyarankan agar Dishub mengurangi jumlah angkot saat ini. Pasalnya, sudah tidak seimbang dengan jumlah penumpang yang ada. “Rata-rata kami cuma nyopir. Sehari mesti nyetor Rp90 ribu. Duet bersih dak tentu. Rp15 ribu, sampe Rp20 ribu,” ungkap salah satu sopir lainnya. (mg17/sumeks)

2 Tanggapan to “Sopir Tolak Trayek Baru”

  1. rizal said

    Saya tdk sependapat dg pandangan Pemkot Palembang bahwa yg membuat macet lalu lintas dalam kota Palembang adalah angkot. Menurut saya yg punya andil besar dalam membuat macet adalah kendaraan pribadi. Jadi solusinya bukan menghapus trayek angkot, tetapi mengurangi jumlah angkot atau menghilangkan tumpang tindih dalam suatu trayek.

    Bagaimanapun angkot dlm kota masih sangat diperlukan sbg sarana pengumpan (feeder) bagi bus Transmusi dan sbg sarana transportasi untuk menjangkau pelosok/sudut2 kota.

  2. dani said

    kalau saya sangat setuju angkot trayek baru untuk jurusan sako – km 5, soalnya di daerah tersebut sudah banyak pemukuman penduduk. daerah tersebut akan semakin cepat apabila ada angkotnya dan menjadikan harga tanah dan rumah menjadi lebih mahal. kepada tukang ojek yang pasti penumpangnya pasti ada aja (rezeki ada yang ngatur men )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: