infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Di Aussie, Nama Timur Sulit Cari Kerja

Posted by infokito™ pada 22 Juni 2009

Di Australia, pemilik nama etnis timur cenderung sulit mencari kerja ketimbang mereka dengan nama ras Anglo-Saxon. Hal itu diungkapkan oleh studi akademis terbaru tentang diskriminasi kerja yang dilakukan ole Australian National University (ANU).

“Bila pelamar kerja memiliki nama ras kulit putih, mereka lebih mudah masuk tahap wawancara,” bunyi laporan penelitian tersebut. Peneliti melakukan studi dengan cara mengirim 400 berkas lamaran palsu menggunakan nama Cina, Timur Tengah, Italia, warga asli, dan nama-nama Anglo-Saxon dengan tipe etnis berbeda. Lamaran itu dikirim berdasar lowongan online yang diiklankan di Sydney, Melbourne, dan Brisbane.

Dengan meragamkan nama-nama di dalam CV, kami dapat memperkirakan secara pasti, bagaimana besarnya tingkat diskriminasi pekerjaan,” ujar pakar ekonomi sekaligus penulis utama penelitian, Andrew Leigh.

Studi menemukan, para pemberi kerja cenderung suka menawarkan wawancara kepada pelamar dengan nama Anglo-Saxon, ketimbang mereka yang memiliki nama asing, atau mengacu pada etnis minoritas di Australia. “Karena semua karateristik kita gunakan dengan konstan, kami dapat pastikan, kami benar-benar mengukur tingkat diskriminasi,” ujar Andrew.

Hasil menunjukkan, nama Cina dan Timur tengah sedikit–bila tak bisa dibilang tak ada–menerima panggilan wawancara kerja. Pemilik dua nama etnis tersebut harus mengirimkan aplikasi 68 persen lebih banyak dari pemilik nama Anglo-Saxon, untuk mendapat jumlah panggilan wawancara yang sama.

Studi yang dilaporkan secara internasional itu mengingatkan, rasisme adalah kekerasan tak dinginkan dan ada di hampir aspek kehidupan di Negeri Kangguru, negara di mana seperempat populasi dilahirkan di tanah asing.

Laporan memukul telak oleh Komisi Hak Asasi dan Persamaan Kesempatan pada 2007, menemukan jika rasisme menjadi bagian besar dari olah raga utama di Austraia, dan memiliki tingkat kehadiran tinggi di kalangan profesional, pelatih, penonton, dan juga penggemar.

Kemudian, Komite PBB Eliminasi Diskriminasi Ras mengatakan, dalam laporan 2005, bahwa aksi dan pengobaran kebencian rasial ada di hampir seluruh negara bagian Australia.

Halo Hannah, Oh Maaf Ali

Studi ANU, selain memberi angka statistik, memaparkan beberapa kisah para pencari kerja, salah satunya milik seorang Muslim, migran asal sebuah negara di Timur Tengah, Ragda Ali. Cerita Ali adalah satu kasus nyata prasangka negatif para pemberi kerja

“Saya melamar untuk banyak posisi junior, dengan syarat tanpa pengalaman di penjualan, meski saya sendiri telah bekerja sebagai petugas administrasi junio selama dua tahun,” tutur penduduk kota Sydney tersebut.

Setelah melamar setiap lowongan pekerjaan yang ada, ia tidak pernah mendapat balasas. Ragda pun curiga, nama timur tengahnya mungkin menjadi masalah.

“Saya tidak pernah mendapat panggilan satu pun,” akunya. “Saya pun memutuskan mengganti nama dengan proses legal menjadi Gabriella Hanna,” kenang Ragda.

Sepertia yang telah ia dua, jalan mencari pekerjaan bagi Nona Hannah baru, menjadi lebih mudah. “Saya mengirim untuk pekerjaan yang sama, dan saya mendapat panggilan 30 menit kemudian,” tuturnya.

Para peneliti, lebih lanjut melebarkan studi untuk menemukan apakah diskriminasi di pasar lapangan kerja juga berlaku pada masalah umum lain. Dalam satu eksperimen, mereka mengirim surat-surat ke ribuan rumah tangga.

“Tujuan kami untuk melihat apakah pos akan mengembalikan surat-surat itu, atau membuangnya ke tempat sampah,” ujar Andrew yang juga seorang guru besar di ANU. Para peneliti menemukan surat-surat tersebut sepertinya cenderung dikembalikan jika alamatnya ditujukan kepada orang-orang non-Anglo.

Studi tersebut menyimpulkan jika slogan tua Australia bahwa negara itu memiliki kemampuan menyerap budaya lain dan migran ke dalam kehidupan sosial hanya sekedar mitos belaka. “Anggapan Austrlia sebagai tempat peleburan budaya, tidak sepenuhnya benar,” ujar Andrew. (iol/itz/republika)

Satu Tanggapan to “Di Aussie, Nama Timur Sulit Cari Kerja”

  1. tergantung employeenya juga kali yah. Di mana mana rasisme itu pasti ada, tergantung orang orangnya aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: