infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Palembang Raih Adipura Ketiga

Posted by infokito™ pada 5 Juni 2009

Palembang resmi mendapatkan piala Adipura yang ketiga kalinya pada tahun 2009 ini. Surat pemberitahuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah diterima Pemkot Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Drs H Marwan Hasmen MSi, Kamis (4/6) membenarkan Pemkot sudah menerima pemberitahuan tersebut.

“Berdasarkan surat yang kami terima dari Kementrian Lingkungan Hidup, tahun ini Palembang kembali mendapat piala Adipura, kategori lingkungan dan kebersihan kota metropolitan,” kata Marwan Hasmen.

Selain itu, lanjut Marwan Hasmen, Palembang juga berhasil meraih penghargaan rasio hutan terbaik dan satu-satunya di Indonesia. “Bentuk penghargaannya plakat, jadi kita dapat dua penghargaan sekaligus,” jelasnya seraya mengaku kategori rasio hutan terbaik adalah hutan wisata punti kayu.

“Rencananya piala Adipura ini akan langsung diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka yang diterima Walikota Palembang bersama 16 kota lain di Indonesia,” ujarnya. Menurut Marwan Hasmen, dengan keberhasilan piala Adipura yang ketiga ini maka Pemkot Palembang bertekad untuk mempertahankan piala tersebut sampai mencapai lima kali berturut-turut.

“Karena kalau kita bisa mempertahankannya sampai menerima lima kali berturut-turut, Palembang akan dapat piala Adipura Kencana. Jika impian itu berhasil, kita akan bangun tugu Piala Adipura sebagai tugu peringatan.(trs-sripo)

Satu Tanggapan to “Palembang Raih Adipura Ketiga”

  1. Rizal said

    Saya sebagai warga kota Palembang tentunya bangga akan keberhasilan Palembang meraih Adipura untuk yang ketiga kalinya. Namun saya mengharapkan Pemkot Palembang beserta jajarannya tidak puas dulu dg hasil yang ada atu hanya sampai dg pencapaian ini. Saya akui pada segi kebersihan dalam pengertian bersih dari sampah kota Palembang cukup layak. Namun masih ada hal yang perlu diperbaiki, yaitu masih banyaknya debu yang berasal dari bahu jalan yang masih berupa tanah (polusi debu). Contohnya di Jalan Brigjen Hasan Kasim mulai dari simpang tiga menuju ke arah Perumnas.

    Untuk ke depan saya mengusulkan agar Pemkot menjadikan bahu jalan dijadikan jalan (pelebaran jalan) dan sisanya dijadikan trotoar apabila lahannya cukup. Tetapi apabila lahannya sempit maka alternatifnya dijadikan trotoar.

    Pada prinsipnya jangan sampai ada lahan yang masih berupa tanah di pinggir jalan.

    Untuk menambah kerapian kota, maka saya mengusulkan agar di jalan protokol seperti Jalan Sudirman, Jalan Kapten Rivai dan jalan2 besar lainnya, trotoar/pedestarian dibuat dengan rapi dan indah seperti di Jalan Thamrin Jakarta. Disamping itu tidak ada lagi selokan/saluran air yang terbuka. Semuanya harus ada di bawah trotoar. Aga segi estetika terjaga dan bisa membuat pejalan kaki nyaman, tinggi trotoar maksimum 15 cm. Pada setiap pertemuan dengan pintu masuk suatu bangunan, trotoar dibuat menurun. Dalam hal ini saya kecewa dg tinggi trotoar di sekitar fly-over Polda, dimana tinggi trotoar diatas 20 cm. Rasanya orang agak malas naik ke trotoar yg tinggi.

    Selain itu Pemkot cq Dinas Tata Kota hendaknya menertibkan pagar bangunan termasuk bangunan itu sendiri yang berjarak kurang dari 6 m dari as jalan supaya jalan tdk menjadi sempit.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: