infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

OI dan Mura Tertinggi Pengguna Formalin dan Boraks

Posted by infokito™ pada 13 April 2009

Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Sumsel menyatakan hampir 10 persen pemilik usaha dalam industri rumah tangga masih menggunakan formalin dan boraks sebagai pengawet makanan. Penggunaan pengawet tertinggi ditemukan pada kerupuk, mie dan bakso. Sedangkan temuan terbanyak di Ogan Ilir dan Musirawas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, Drs H Eppy Mirza mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di lapangan. Temuan itu langsung ditindak lanjuti. Sebagai langkah awal, pihaknya sudah memanggil beberapa pemilik usaha untuk dilakukan pembinaan awal. Mereka sudah diberikan penjelasan agar mengganti pola kecurangan supaya konsumen tidak lagi dirugikan.

“Umumnya pemilik usaha banyak yang tidak tahu akan bahaya formalin dan boraks, selama ini mereka berpikir aman-aman saja,” kata Eppy Mirza kepada Sripo di ruang kerjanya. Usai dilakukan pembinaan diharapkan pemilik usaha segera melakukan perubahan. Bila tidak, Mereka terancam pidana kurungan selama lima tahun atau denda maksimal Rp 2 Miliar. Ini berdasarkan pelanggaran UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen terhadap kandungan bahan-bahan berbahaya.

Temuan ini didapatkan setelah diadakan razia rutin petugas lapangan. Justru temuan itu paling banyak berasal dari Ogan Ilir dan Musirawas. “Setelah dicek dan diintrogasi, umumnya mereka berbuat karena faktor ketidaktahuan jadi bukan disengaja sehingga kita masih memberikan waktu agar pola  kecurangan diubah,” kata Eppy Mirza.

Ditambahkannya, temuan bakso, kerupuk dan mie berformalin setelah diperiksaan melalui badan POM Sumsel. Makanan yang dicurigai langsung dibawa sebagai sampel dan diperiksa hasilnya positif.

“Kami sudah menempatkan petugas khusus untuk memeriksa pemilik industri rumah tangga terkait kualitas produk yang dihasilkan nantinya,” kata Eppy.

Khusus di Palembang, lanjut Eppy, sejauh ini pihaknya belum menemukan kecurangan mencolok atau secara kasat mata tampak, terutama untuk jenis-jenis makanan dari industri rumah tangga. “Palembang masih aman, untuk kecurangan belum tampak mudah-mudahan tidak ada,” kata Eppy.

Agar kesalahan tidak terulang hingga menimbulkan korban jiwa, Eppy menghimbau agar konsumen lebih cerdas ketika akan memilih produk makanan. Ketika akan membeli dilihat dulu keutuhan kemasan pembungkus, teliti standar komposisi bahan makanan pada kemasan apakah mengandung bahan berbahaya. (sta/sripo)

2 Tanggapan to “OI dan Mura Tertinggi Pengguna Formalin dan Boraks”

  1. Hello to every one, it’s genuinely a fastidious for me to pay a visit this web site, it includes valuable Information.

  2. Whoa. That was a good read. I will digg this web-site for later.

    I like your style.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: