infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Nilai Adipura Palembang Turun

Posted by infokito™ pada 6 Februari 2009

Setelah menempati ranking pertama, penilaian adipura terbaik 2007-2008 kategori Kota Metropolitan, tahun ini,p enilaian adipura Kota Palembang turun. Peringkat Palembang dengan poin 71,3, masih di bawah Jakarta Selatan (Jaksel) dengan nilai 73. Padahal sebelumnya Palembang memperoleh nilai 79. Demikian diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang Kemas Abubakar.Menurut Kemas, hampir rata-rata wilayah penilaian adipura Palembang mengalami penurunan. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan I tim adipura Nomor B35/Dep.II/LH/01/2009, tertanggal 8 Januari lalu.

“Tingkat kebersihan yang paling menurun yakni di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan nilai 64,padahal dulu 73,” ujar Abubakar di sela rapat koordinasi hasil pemantauan adipura Palembang di Kantor Wali Kota, kemarin.

Kemas menjelaskan, penilaian adipura kali ini cukup komplek, dengan luasan hampir 60% kondisi Kota Palembang akan dipantau. Sedikitnya ada sekitar 118 titik yang menjadi sasaran penilaian.

Misalkan saja, daerah pemukiman, jalan arteri, jalan penghubung, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, terminal, stasiun, hutan, taman kota, pelabuhaan dan lainnya. Dia menegaskan, turunnya penilaian adipura dikarenakan masih banyak tempat-tempat yang mesti dibenahi.

Berdasarkan hasil penilaian, ternyata masih banyak sejumlah lokasi belum memiliki tempat sampah. Bahkan, jika pun ada tempat sampah, namun tidak ada tutupnya. Kondisi itu, jelas dia mempengaruhi penilaian.

Belum lagi, pemilahan dan pengolahan sampah yang belum juga berjalan secara meluas. Parahnya lagi, kesadaran masyarakat belum tertanam akan pentingnya kebersihan. Selain itu, pohon-pohon pelindung yang belum banyak dan drainase masih banyak yang kotor, juga mempengaruhi pemilaian. “Penilaian juga turun karena masih banyak warga melakukan aktivitas pembakaran sampah,” bebernya seraya menambahkan, pihaknya pernah menyebar 40 unit tempat sampah, namun sudah ada yang hilang.

”Jika pun ada, tinggal 10 buah, itu pun sudah tidak ada tutupnya,” imbuhnya. Dia berharap, agar peningkatan kebersihan kota harus dilakukan secara sinergi dengan instansi lain seperti dinkes, dishub dan lainnya.Untuk itu mewujudkan harapan tersebut, dibutuhkan peran camat dan kelurahan agar penilaian kota Palembang dapat terus meningkat. “Intinya kita harus dapat mempertahankan adipura,” tandasnya.

Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra juga menegaskan salah satu prioritas program untuk menjaga Palembang tetap bersih dan hijau, sebagai tolak ukurnya yakni dengan terus mempertahankan adipura. Namun demikian, Eddy masih mengeluhkan kesadaran masyarakat yang masih sangat lemah. Bersihnya Kota Palembang, ujar Eddy, lantaran sistem yang telah diterapkan yakni setiap waktu petugas kebersihan membersihkan sampah-sampah yang berserakan.

“Kita bersih karena sistem, semestinya kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan,” imbuhnya. Ke depan, jelas Eddy, dia menargetkan dapat diterapkannya sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk upaya pemilahan sampah-sampah organik dan anorganik. “Saya ingin Kota Palembang ini lebih hijau lagi,” harapnya. (siera syailendra/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: