infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Kreativitas PTN Ancam Kualitas Pendidikan

Posted by infokito™ pada 1 Februari 2009

Dunia pendidikan tinggi semakin memprihatinkan. Salah satu penyebabnya adalah mereka yang secara akademik tidak memiliki kualitas tapi mampu membayar uang masuk hingga ratusan juta rupiah, dapat diterima di PTN.

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sendiri sebenarnya resah dengan mekanisme penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan perguruan tinggi badan hukum milik negara (PT BHMN). Lantaran tergiur meraup dana maksimal dari mahasiswa baru, sejumlah PTN nekat membuka penerimaan mahasiswa yang tidak berbanding lurus dengan kemampuan daya dukung universitas.

“Sejumlah PTN memang kebablasan dalam seleksi mahasiswa baru. Penerimaan dilaku kan tanpa becermin pada daya dukung kampus,” keluh Sekjen Depdiknas Dodi Nandika.

Depdiknas paham bahwa jika hal seperti itu dibiarkan, dapat berdampak pada mutu lulusan PTN yang bersangkutan. Lantaran itu, Depdiknas bakal memanggil sejumlah rektor.

“Kita harus kembali duduk bersama,” tukas Dodi. Menurutnya, perlu segera digagas secara bersama, panduan dan garis besar baru seleksi penerimaan mahasiswa.

Namun, tambahnya, pembenahan yang dilakukan tidak akan sampai mereduksi tataran otonomi kampus karena telah diputuskan bahwa penerimaan mahasiswa diserahkan pada institusi masing-masing.

Selain mutu, pembuatan berbagai jalur penerimaan baru tentunya juga berimbas pada membengkaknya biaya yang wajib dikeluarkan calon mahasiswa. Alhasil, situasi itu tentunya bakal memperkecil peluang pelajar dari keluarga berkantong tipis.

Keprihatinan yang sama juga dikemukakan pengamat pendidikan Utomo Dananjaya. Dia mengatakan dengan perubahan status sejumlah PTN menjadi BHMN biaya masuk menjadi mahal. “BHMN telah menunjukkan bagaimana rakusnya PTN memungut uang dari mahasiswa melalui jalur khusus,” kata Utomo.

Mengenai mahalnya biaya masuk PTN, Utomo memberi contoh Institut Teknologi Bandung (ITB). PTN itu telah menerima 1.000 calon mahasiswa melalui jalur khusus dengan biaya minimal Rp45 juta pada 2008. ”Bagi orang kaya, uang sebesar itu tidak menjadi masalah,” kata Utomo yang juga Direktur Institute for Reform Education Universitas Paramadina.

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia di sejumlah PTN baik yang telah berubah status menjadi BHMN maupun yang belum, calon mahasiswa harus membayar hingga ratusan juta rupiah untuk masuk.

Universitas Gadjah Mada (UGM), misalnya, mewajibkan calon mahasiswa fakultas kedokteran yang masuk melalui penelusuran bibit unggul pembangunan daerah membayar maksimal Rp125 juta.

Menurut Sekretaris Direktur Administrasi Akademik UGM Yogyakarta Agus Wiranto, dana sumbangan itu naik jika dibandingkan dengan tahun lalu, yakni sebesar Rp100 juta.

Tahun ini UGM merekrut 6.000 mahasiswa. Dari jumlah itu, yang diterima melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) hanya sebanyak 18%, dan sisanya melalui penelusuran bibit unggul dan seleksi ujian tulis.

Universitas Indonesia (UI) pun tidak jauh berbeda. Tahun ini, UI merekrut calon mahasiswa melalui SNMPTN hanya 5% dari 5.500 mahasiswa S-1 reguler dan paralel. Sisanya melalui jalur khusus. Uang pangkal S-1 reguler baik melalui SNMPTN maupun jalur khusus Rp25 juta.

Biaya puluhan juta rupiah juga ditetapkan ITB bagi calon mahasiswa yang masuk melalui jalur khusus. Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Adang Surahman mengatakan sumbangan melalui jalur khusus untuk lokal di atas Rp25 juta dan nasional di atas Rp50 juta.

Tahun ini ITB merekrut 4.000 calon mahasiswa dengan perincian S-1 sebanyak 3.000 mahasiswa dan S-2 sebanyak 1.000 orang, melalui jalur lokal dan nasional. (Tim/S-3)

***Deri Dahuri – Media Indonesia

universitas di indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: