infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Gunung Dempo Semburkan Abu

Posted by infokito™ pada 2 Januari 2009

Aktivitas Gunung Api Dempo kembali meningkat. Sepanjang hari kemarin, Gunung Dempo menyemburkan abu bercampur belerang ke seantero Kota Pagaralam.

Akibatnya, para pengunjung yang merayakan Tahun Baru di kawasan objek wisata Gunung Dempo panik dan kocar-kacir. Lantaran khawatir gunung api aktif itu meletus, mereka pun berhamburan menuju kendaraan masing-masing.

Tidak sedikit warga yang berlarian terkena hujan abu. Kendaraan-kendaraan warga yang terparkir tidak jauh dari kawasan objek wisata Gunung dempo, juga turut diselimuti abu belerang putih.

Berdasarkan pantauan SINDO, hujan abu yang melanda Kota Pagaralam terjadi sekitar pukul 11.00 WIB kemarin. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, puluhan pendaki gunung yang merayakan malam Tahun Baru di puncak Gunung Dempo, termasuk petugas Pos Pemantau Gunung Api Dempo Mulyadi, hingga kemarin belum ada kabar.

Untuk memantau Gunung Api Dempo secara visual juga tidak dapat dilakukan karena puncak gunung selalu tertutup kabut tebal. Hujan abu juga pernah terjadi di Kota Pagaralam beberapa waktu lalu yang mengakibatkan kerusakan tanaman sayuran para petani, seperti kopi, kubis, sawi, cabai, dan berbagai tanaman lainnya.

Sontak hal ini membuat para petani gagal panen dan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Jhoni Usman, 31, pengunjung asal Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, mengungkapkan, sekitar pukul 10.30 WIB, ketika berada di kawasan kebun teh Gunung Dempo, tiba-tiba cuaca semakin buruk dan diselimuti kabut tebal. Tidak lama berselang, terjadi hujan berwarna putih dan berbau belerang.

Bagian atap mobil pun semuanya putih karena ditempeli air hujan bercampur belerang tersebut. “Kami sangat khawatir dengan adanya hujan belerang ini karena takut terjadi gempa atau letusan Gunung Api Dempo. Apalagi, untuk melihat daerah sekitar tidak dapat dilakukan karena tertutup kabut, begitu juga dengan puncak Dempo,” ujarnya.

Udara di kawasan objek wisata Gunung Dempo pun sudah berbau belerang dan sulit untuk dihirup sehingga dikhawatirkan terjadi keracunan.

Hal yang sama diungkapkan Robi, 24, salah seorang pendaki yang bermalam di kawasan perbatasan Gunung Dempo. Menurut dia, sejak pagi kemarin, Gunung Dempo selalu tertutup kabut sehingga jarak pandang hanya mencapai 15 meter.

Tidak lama kemudian, Robi dan rombongan dikejutkan dengan bau belerang sangat menyengat ditambah dengan hujan deras bercampur belerang. Dia dan rekan-rekannya pun langsung menyelamatkan diri masuk ke dalam tenda. Setelah hujan reda, dia melihat di sekitar perkemahan daun teh dan rumput yang ada di sekitarnya berwarna putih dibalut hujan belerang.

“Setelah terjadi hujan, kami langsung membongkar tenda dan langsung bergegas pulang. Kami takut akan terjadi hujan yang lebih besar lagi. Apalagi, jarak pandang sangat pendek sehingga tidak tahu bagaimana kondisi lingkungan sekitar,” katanya.

Ditemui terpisah,sesepuh pendaki Kota Pagaralam Antoni Umar ketika dikonfirmasi mengatakan, para pendaki yang terdaftar di mes berjumlah 80 orang. Mereka berasal dari berbagai himpunan mahasiswa pencinta alam, seperti Mapala Universitas Tridinanti dan lain sebagainya.

Hingga kemarin, lanjut dia, dari 80 pendaki tersebut, 30 di antaranya sudah turun dan tinggal di mes. Sementara, 50 lagi berada di Kampung Empat, atau di perbatasan Dempo, dalam keadaan selamat.

“Sejak 27 Desember 2008 hingga 1 Januari 2009, jumlah pendaki 80 orang dan dalam keadaan selamat,” ujarnya. Dia menduga, pendaki yang dikabarkan terluka akibat terkena hujan abu dan belerang adalah pendaki yang tidak terdaftar di mes.

Untuk melihat kondisi para pendaki tersebut, pihaknya terus melakukan pemantauan, sehingga jiwa para pendaki selamat sampai kembali. Selain itu, memang sudah diwajibkan kepada para pendaki untuk melapor terlebih dulu sebelum mendaki, sehingga keberadaannya dapat terpantau.

Pendaki Terluka

Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo Slamet ketika dikonfirmasi mengungkapkan, berdasarkan informasi dari para pendaki yang sudah turun, banyak pendaki yang berada di puncak Dempo terluka terkena hembusan belerang yang disertai hujan abu.

Namun, jumlah pendaki yang terluka belum dapat dipastikan karena salah seorang petugas di Pos Pemantau Gunung Api Dempo yang juga ikut naik ke puncak belum pulang sejak dua hari lalu.

Sementara, hubungan komunikasi tidak dapat dilakukan karena petugas tidak membawa peralatan komunikasi. Tetapi, yang paling berbahaya adalah jiwa para pendaki karena hembusan belerang di puncak Dempo biasanya bercampur gas beracun.

Kondisi ini sangat berbahaya, apalagi jika mendirikan tenda berada dekat bibir kawah. “Jumlah yang pasti belum dapat dipastikan karena petugas yang ikut naik belum turun. Sementara, data riil pendaki tidak ada,” ujarnya.

Slamet menambahkan, gempa embusan yang menyebabkan terjadinya hujan abu itu terjadi satu kali sekitar pukul 10.50 WIB. Tetapi, embusan tidak bisa dilihat secara visual karena puncak Dempo tertutup kabut dan hanya dapat dipantau melalui alat seismograf. Jadi, sebesar apa penyebaran hujan abu tersebut tidak dapat diketahui.

Namun, sampai saat ini hujan abu sudah sampai di kawasan Gunung Gare, Kota Pagaralam. Aktivitas tersebut,menurut dia, tidak begitu berbahaya karena kawah terbuka sehingga pergerakan magma di dalam dapur magma terbuka dan tidak terjadi tekanan keluar. Berbeda jika mulut kawah tertutup karena dapat menimbulkan ledakan yang dahsyat.

“Gempa embusan terjadi pukul 10.50 WIB dan menyebabkan ratusan pendaki yang berada di puncak Dempo terluka. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Pemkot Pagaralam untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang terluka,” bebernya.

Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak vulkanologi di Bandung untuk ikut melakukan pemantauan. Dengan demikian, sedikit apa pun aktivitas Gunung Api Dempo,dapat dipantau dan diketahui.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbanglinmas Pemkot Pagaralam H Hamlian Masir ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk mengevakuasi para pendaki yang luka, pihaknya telah menyiapkan tim SAR. Rencananya, evakuasi akan dilakukan hari ini.

Pihaknya juga telah menyediakan lima posko bencana alam di lima kecamatan di Kota Pagaralam, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dapat segera ditindaklanjuti. (yayan darwansah/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: