infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Tahun 2009 Adalah Tahun Indonesia Kreatif

Posted by infokito™ pada 26 Desember 2008

Tanggal 22 Desember 2008 yang lalu, pemerintah mencanangkan tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia Kreatif (TIK) yang sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Ibu yang ke-80 dan Satu Abad Kebangkitan Perempuan Indonesia. Acara pencanangan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pemukulan gong 3 dimensi dan peluncuran film animasi Kabayan 3 dimensi di Jakarta Convention Center.

Pencanangan TIK ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk mengembangkan ekonomi gelombang keempat yang mempunyai prospek yang cerah terutama di tengah krisis global sekaligus mendorong agar kaum perempuan mengambil peran yang lebih besar dalam mengembangkan industri kreatif di tanah air.

“Salah satu peluang yang sangat potensial untuk kaum pengusaha perempuan adalah sektor industri kreatif. Jenis industri ini memberikan fleksibilitas kerja yang lebih tinggi dibanding cara-cara kerja konvensional karena pelakunya tidak lagi harus terpaku bekerja di kantor atau pabrik-pabrik, tapi dapat melakukan pekerjaan mereka di mana pun, termasuk di rumah. Model bekerja seperti ini dapat dimanfaatkan ibu-ibu yang memilih basis kerja di rumah,” kata Menteri Perdagangan Mari Pangestu.

Dari data yang ada, tercatat bahwa sebagian besar industri kreatif yang berkembang di Indonesia masuk kategori Usaha Kecil Menengah (UKM) dan menurut data statistik 60 persen dari 85,4 juta tenaga kerja di sektor UKM adalah perempuan. Jadi keterlibatan kaum perempuan dalam dunia usaha, khususnya UKM, cukup signifikan.

Peran perempuan dalam sektor ekonomi sangat luas dimensinya karena tidak hanya terbatas pada keterlibatan fisik sebagai pelaku usaha, tetapi juga meliputi sisi penting seperti dalam proses pendidikan dan pembentukan insan kreatif di mana para ibulah yang banyak mengarahkan masa depan putra putri mereka.

Jumlah putra-putri kita yang dibawah 14 tahun sejumlah 66 juta atau 30 persen dari penduduk Indonesia. Kaum perempuan juga merupakan penentu pilihan barang yang akan konsumsi dalam rumah tangga.

“Disamping itu, sikap cinta produk dalam negeri ditumbuhkan dalam keluarga melalui pilihan-pilihan konsumsi yang sebagian besar ditentukan oleh para Ibu. Oleh karena itu perlu ditekankan kepada kaum Ibu agar mengajarkan anak-anak mereka untuk gemar menggunakan produk dalam negeri, mulai dari makanan, pakaian dan keperluan lainnya. Dengan demikian, akan mendorong permintaan terhadap produk-produk dalam negeri, termasuk produk-produk industri kreatif dalam negeri, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” lanjut Mari Pangestu.

Sektor ekonomi kreatif menjadi semakin penting karena krisis ekonomi global mengharuskan setiap negara di dunia termasuk Indonesia untuk dapat bersaing dan melakukan diversifikasi produk untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Mendag menambahkan, ”Kondisi tersebut harus dipecahkan dengan mendorong suatu bentuk perekonomian yang lebih berdaya saing, bersumber daya yang terbarukan dan berkesinambungan berbasis kreativitas yang dikenal sebagai ekonomi kreatif dimana ide atau gagasan dapat memberikan kesejahteraan secara ekonomi maupun sosial dan dapat menjadi solusi potensial.”

Maka tidak mengherankan jika pemerintah sejak tiga tahun terakhir selalu mencari peluang untuk mensosialisasikan ekonomi kreatif ini kepada masyarakat sehingga mendorong perkembangan sektor ekonomi yang memiliki potensi yang luar biasa besar ini.

Kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2002-2006 kontribusi ekonomi kreatif, adalah 6,3% dari total nilai PDB nasional. Dari segi penyerapan tenaga kerja jumlah orang yang bekerja pada sektof ekonomi kreatif sebanyak 5,4 juta dari total jumlah tenaga kerja Indonesia 93,3 juta, atau 5,8% dari total tenaga kerja.

Pada masa yang akan datang diharapkan masyarakat akan lebih memahami industri kreatif sehingga mereka akan membangkitkan minat mereka khususnya generasi muda untuk terjun ke industri kreatif sehingga tercipta industri basis ekonomi kreatif yang lebih kokoh yang mampu menciptakan barang dan jasa inovatif yang berbasis kreativitas.

Tujuan lain dari program ini adalah terbukanya wawasan seluruh pemangku kepentingan akan kontribusi industri kreatif terhadap ekonomi Indonesia dan terciptanya citra bangsa yang positif.

Mari Pangestu juga menekankan pentingnya pengembangan jejaring antar para pemangku kepentingan ekonomi kreatif dengan lebih mengaktifkan Jaringan Ekonomi Kreatif Indonesia/JEKI (Indonesian Creative Economy Network) yang sudah ada.

“Melalui jejaring ini diharapkan dapat terjadi pertukaran informasi, pengalaman, sehingga akan meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. Selain itu juga dapat meningkatkan akses pasar dan tentunya juga meningkatkan sinergi berbagai pihak pemangku kepentingan yang terkait khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif,” jelas Mendag.***infokito

2 Tanggapan to “Tahun 2009 Adalah Tahun Indonesia Kreatif”

  1. budi said

    salam kreatif, dari kalimantan tengah

  2. […] https://infokito.wordpress.com/2008/12/26/tahun-2009-adalah-tahun-indonesia-kreatif […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: