infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Sulitnya Memugar Candi Berbahan Bata

Posted by infokito™ pada 21 Desember 2008

Jika berkunjung ke Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tujuh Koto Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, seakan tak tampak sisa peninggalan bersejarah. Berada di tengah perkebunan karet, gundukan pecahan batu bata peninggalan abad XI-XIII tersebar berantakan.

Di sanalah terletak Candi Teluk Kuali. Dugaan adanya candi di Desa Teluk Kuali diketahui warga dengan ditemukannya sebuah badan Arca Buddha tanpa kepala di antara sebaran bebatuan bata yang telah tersingkap tanah di kebun milik warga.

Arca tersebut diamankan di Museum Negeri Jambi, tetapi sejak dilakukannya survei pada 1994 oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jambi, hingga kini belum dapat dilakukan pemugaran.

Kepala Seksi Pemugaran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi Kristanto mengatakan, pemugaran sangat sulit dilaksanakan karena kondisi lingkungan tersebut telah rusak. Menurut dia, daerah sekitar candi yang pernah jadi tempat penumpukan batu hasil pembalakan hutan dan alat berat telah menggilas candi di sana.

Selain itu, penduduk juga pernah melakukan penggalian dekat candi. Warga memercayai ada sejumlah perhiasan terkubur di bawah tanah.

Saat tim arkeolog tiba, sebuah lubang sedalam 2-3 meter telah ada di sana. Sehingga sejauh ini situs tersebut baru dieskavasi, namun belum dapat dipugar.

Kesulitan memugar candi juga dialami tim BP3 Batusangkar memugar Candi Padang Roco di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Meski candi tersebut telah selesai dipugar dari tahun 1995 hingga 2004, Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan BP3 Batusangkar Budi Istiawan mengatakan, tim sesungguhnya sangat kesulitan untuk menyelesaikan pemugaran tersebut.

”Hal ini disebabkan kondisi batu bata pada sisi terluar candi telah rapuh dan sebagian candi tidak tampak lagi profil aslinya. Sehingga kami sulit menentukan sampai di mana pemasangan batanya berakhir,” ujar Budi.

Bahkan, untuk Candi Pulau Sawah II di Dharmasraya, pihaknya belum dapat melakukan pemugaran. Dalam pengamatan Kompas, kondisi Candi Pulau Sawah II tinggal berupa gundukan bata dengan bebatuan sungai menempel pada seluruh badan candi. Batu-batu ini diduga kuat berasal dari Sungai Batanghari.

Arkeolog dari Puslitbang Arkeologi Nasional Bambang Budi Utomo mengatakan, dalam kondisi temuan candi yang tidak lagi memiliki profil jelas seperti itu, yang dapat dilakukan arkeolog adalah mempertimbangkan kesamaan-kesamaan profil dengan candi di sekitarnya.

Jika candi-candi di sekitarnya juga sama hancurnya, temuan seperti gerabah dan keramik akan dapat membantu arkeolog menentukan masa dibangunnya candi tersebut. Ketika masa pembangunannya sudah diketahui, arsitektur candi tersebut setidaknya dapat diketahui dengan mengacu pada peninggalan lain di masa yang sama. (ITA/kompas)

Satu Tanggapan to “Sulitnya Memugar Candi Berbahan Bata”

  1. teluk kuali ada di kec. tebo ulu , bukan tujuh koto ilir seperti yg tertulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: