infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

[Benda Bersejarah] Dua Guci Belum Diangkat

Posted by infokito™ pada 5 Desember 2008

Penemuan benda bersejarah berupa guci yang diperkirakan sudah berumur ratusan tahun sebanyak tiga buah masih menyisakan sebuah misteri.

Pasalnya, dua dari tiga buah guci yang ditemukan Juli, 50, pekerja yang hendak membuat fondasi masjid di Jalan Air Perikan, Kelurahan Nendagung, belum diangkat dan diteliti, apakah benda tersebut bersejarah atau tidak.

Bahkan ironisnya, dua buah guci yang masih tertanam di tanah dengan kedalaman sekitar 3 meter itu malah kembali ditimbun dan akan dicor untuk fondasi masjid. Padahal, guci-guci yang dinilai memiliki keunikan berupa peninggalan jaman prasejarah tersebut mempunyai nilai budaya yang tinggi jika diteliti lebih dalam.

Namun, upaya untuk melakukan penelitian terhadap guci-guci tersebut sampai saat ini belum dilakukan, misalnya menghentikan terlebih dulu pembangunan masjid sampai ada peneliti yang datang.

Berdasarkan informasi, Rabu (3/12), pada saat hendak melakukan penggalian fondasi untuk pembangunan Masjid Air Perikan, pekerja menemukan tiga buah guci yang berdekatan, satu di antaranya sudah diangkat oleh tukang yang ada, tapi pecah berkeping-keping.

Sementara, dua buah guci yang berukuran 50 cm dengan diameter 100 cm masih berada di dalam tanah. Namun pada saat ditemui, kedua guci yang ada sudah ditimbun dengan tanah dan hendak dicor untuk fondasi masjid, padahal guci-guci tersebut belum diteliti. Melihat hal itu, sikap pemerintah untuk melestarikan benda peninggalan bersejarah ternyata dinilai lamban.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Pagaralam Syafawi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum tahu jika tempat penemuan guci tersebut kembali ditimbun.

Namun, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Pagaralam mengenai akan ditelitinya penemuan ketiga guci tersebut. (yayan darwansah/SINDO)

2 Tanggapan to “[Benda Bersejarah] Dua Guci Belum Diangkat”

  1. apriansyah said

    sebaiknya meperintah daerah memperhatikan tetang penemuan ini bila tidak kami akan melaporkan ke pemerintah pusat

  2. balqis said

    dari dulu engga berubah..Pemerintah Pagaralam kan hebohnya kalau ada pihak pusat yang nyorotin, baru deh bergerak..sesuai dengan bahasa pagaralam sendiri:ujukan+budi pacalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: