infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Pasir Timah dari Bangka Masih Diselundupkan

Posted by infokito™ pada 27 November 2008

Temuan kapal yang menyelundupkan pasir timah di perairan Kepulauan Riau membuktikan aktivitas penyelundupan bahan tambang dari Bangka ke luar negeri masih terus berlangsung. Penurunan harga komoditas tambang tidak membuat aktivitas penyelundupan sirna.

”Meski harga pasir timah dan balok timah sedang lesu-lesunya, namun aktivitas penyelundupan tetap terjadi,” kata Kepala Dinas Energi dan sumber daya Mineral Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noor Nedi di Pangkal Pinang, Rabu (26/11).

Kini dengan harga pasir timah di tingkat penambang Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kg, keinginan menyelundupkan timah tambah besar akibat murahnya harga di dalam negeri. Dia mengatakan, pasir timah yang dilarikan keluar dari Bangka untuk usaha pemurnian bijih timah (smelter) dan industri hilir timah di luar negeri sulit diatasi bila semua pihak terkait tidak punya kesadaran untuk menghentikan aktivitas terlarang tersebut.

Aturan pelarangan perdagangan bijih timah belum cukup membuat jera pelaku. Selain itu, aparat penegak hukum serta masyarakat sering kecolongan dengan aktivitas penyelundupan bijih timah tersebut.

”Kesadaran adalah kuncinya. Semua pihak harus berkomitmen agar bijih timah diolah di Bangka dan Belitung. Ekspor baru dilakukan dalam bentuk balok atau sudah lewat industri hilir,” ujar Noor Nedi.

Banyaknya pintu masuk-keluar kapal serta kurang pedulinya masyarakat atau nelayan, mengakibatkan praktik penyelundupan yang menjanjikan keuntungan besar itu terus berlanjut.

Noor Nedi mengaku tidak tahu persis berapa bijih timah yang diselundupkan. Pada 2006 bijih timah yang diproduksi sebanyak 120.000 ton dan 2007 menjadi 107.000 ton, sementara yang diselundupkan jumlahnya sangat besar.

Kepala Administrasi Perusahaan PT Timah Anhar membenarkan masih seringnya penyelundupan bijih timah dilakukan.

Pihaknya dirugikan akibat bijih timah yang diambil dari kuasa penambangan milik PT Timah Anhar itu bukan dijual ke perusahaan tersebut, melainkan diselundupkan hingga negara dirugikan dari kewajiban seperti royalti.

”Paling di laut kalau ada 4 ton timah yang diamankan aparat, sebanyak 100 ton lainnya berhasil lolos,” ujarnya.

Maraknya penyelundupan membuat pasokan bijih timah ke smelter terganggu. Tata niaga perdagangan timah juga jadi rusak dan kontra produktif dengan upaya pemerintah membatasi produksi agar harga kompetitif.

Direktur polisi Perairan Polda Babel Ajun Komisaris Besar Purwoko mengatakan, pengawasan terhadap aktivitas penyelundupan jadi perhatian utama dengan mengerahkan kapal-kapal patroli di lokasi rawan. (ANTARA/BOY)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: