infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Kisah Adam Malik di Dokumen CIA yang Ditarik

Posted by infokito™ pada 25 November 2008

Pada tahun 2001, publik Indonesia dikejutkan dengan kabar ditariknya dokumen rahasia tentang kiprah pemerintahan AS pada saat terjadinya Gerakan 30 September 1965 (G 30S). Padahal, baru beberapa hari sebelumnya, dokumen itu dibuka menyusul dilantiknya Megawati Soekarnoputri, putri mantan Presiden Soekarno, menjadi presiden RI ke-5.

Menariknya, penarikan dokumen tersebut terjadi bukan karena protes. Sejak dibuka diam-diam, tak satu pun pihak yang menyatakan keberatan atas isi dokumen. Ini jelas suatu keanehan. Adakah yang janggal dalam peristiwa itu?

Meski sudah ditarik, tak urung beberapa copy dokumen tersebut telah beredar. Salah satunya bercerita soal Adam Malik, yang dalam buku Membongkar Kegagalan CIA karya Tim Weiner, ditulis sebagai agen CIA.

Dalam artikel itu disebutkan pertemuan antara Adam Malik dengan Marshall Green, Dubes AS saat itu. Di buku Tim Weiner, nama Green juga sering disebut-sebut.

Artikel ini pernah dilansir secara berseri di detikcom pada 2001 silam. Berikut pernyataan Green dari dokumen CIA:

Telegram dari Kedutaan AS di Indonesia ke Deplu AS
Jakarta, 10 Maret 1966
No. 2536

1. Menteri Adam Malik, yang tampaknya amat bersemangat, berbeda dari yang pernah saya lihat sebelumnya, mengatakan kepada saya ketika bertemu di suatu tempat kemarin malam, bahwa situasi kini siap meledak.

ABRI katanya telah siap bergerak setiap waktu dengan menggunakan 22 batalyon tentara yang setia kepada Jenderal Nasution dan Soeharto di Jakarta dan sekitarnya.

2. Saya katakan padanya saya mengerti bahwa Soekarno berencana memberhentikan Soeharto, benarkah begitu? Ia menyatakan Presiden memang berencana memberhentikan Soeharto dan Adjie; dan Malik berharap Soekarno akan melakukan hal itu karena langkah ini jelas akan mendorong ABRI bergerak melawan Presidium dan membawa perubahan yang telah lama dinantikan.

3. Saya katakan bahwa dulu ketika ABRI tampaknya satu dalam tekad, Soekarno mampu menggoyahkan mereka dengan memanggil semua jajaran militer termasuk panglima-panglima wilayah dan membuat mereka setuju pada sikapnya, akibatnya para panglima itu pun bingung menentukan bagaimana sebenarnya sikap mereka. Pekan ini Soekarno telah mengadakan pertemuan serupa itu, apakah sejarah akan kembali terulang?

4. Malik menjawab bahwa menurutnya hal itu tidak akan terjadi. Semua panglima sekarang berdiri di belakang Soeharto, hanya tinggal menunggu perintah darinya. Akan tetapi, ABRI tak akan mengambil langkah inisiatif melawan Soekarno/Subandrio karena ABRI tak mau bersikap agresif, namun tindakan ABRI akan berbentuk serangan balas.

Para mahasiswa dan buruh akan terus berdemonstrasi sampai Soekarno/Subandrio terprovokasi untuk mengambil tindakan yang bisa dibenarkan ABRI untuk melakukan serangan balas. Ini bisa berupa pemecatan Soeharto atau Adjie atau Sarwo Edhie atau Mokoginta atau ketika pasukan Cakrabirawa menembaki mahasiswa.

Contoh bahwa Soekarno amat mungkin menjadi pemicu tindakan ABRI adalah ketika ia dan Subandrio menginspeksi Departemen Luar Negeri yang diamuk massa pada 9 Maret, Soekarno saat itu amat marah hingga ia memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menembak mahasiswa.

5. Malik juga mengatakan, staf muda Angkatan Udara juga kini terorganisir menjadi tim yang mendukung gerakan anti-Presidium dan merencanakan sabotase pesawat terbang yang terlibat dalam usaha pelarian menteri-menteri kabinet sayap kiri dari Jakarta.

6. Menurut Malik, sejauh ini elemen baru yang paling penting dalam situasi ini dibanding sejak pertemuan kami sebulan lalu adalah gerakan mahasiswa melawan Subandrio dan menteri-menteri kabinet sayap kiri. Mahasiswa ini lebih kuat daripada semua partai dan mampu menarik banyak simpati dan dukungan.

Bahkan, gerakan anti-pemerintah yang ada sebelumnya tak ada yang mampu menandingi besarnya dukungan terhadap mahasiswa. Apalagi, aparat tentara dan polisi paling canggung untuk menembak demonstran mahasiswa.

7. Terlebih lagi, serikat-serikat kerja juga mulai beraksi. Sebagian besar serikat kerja akan mendukung mahasiswa dengan bersama-sama berunjuk rasa dan melakukan mogok kerja yang dimulai pekan ini.

8. Saya menanyakan pada Malik apakah pemberhentian Nasution telah mendatangkan masalah serius bagi ABRI. Menurutnya, tidak sama sekali. Nasution yang terus mendapat dukungan di seluruh negeri, bisa bertindak lebih efektif di belakang layar dibanding ketika ia masih di Departemen Pertahanan.

Nasution dan Soeharto tetap dekat namun lebih baik membiarkan Soeharto berada di depan. Saya tanyakan bagaimana posisi Jenderal Machmud (Panglima Kodam V yang bertanggung jawab atas wilayah Jakarta), kata Malik ia jelas mendukung Soeharto.

9. Akhirnya dan yang terpenting, saya tanyakan Malik tentang situasi keamanan umumnya atas pengaruhnya pada warga Amerika dan properti milik Amerika. Saya sebutkan soal demo mahasiswa ke kantor Subandrio sudah tentu akan mendorong Subandrio untuk membalas atau mengalihkan perhatian. Ia tak bisa menjadikan ABRI atau mahasiswa sebagai target sasarannya, jadi amat mungkin ia akan mengerahkan pasukannya melawan Kedutaan kami.

Hal ini sudah pernah terjadi dua kali dalam 2 minggu belakangan. Apalagi saya punya laporan yang agak mengganggu bahwa Soekarno telah menunjukkan kemarahannya yang bisa diarahkan ke Amerika. Ini berarti bahaya bagi penduduk kami. Bagaimana menurut Malik?

10. Malik menjawab, memang tidak diragukan lagi Subandrio akan mencoba aksi anti-Amerika. Akan tetapi, hal ini tak akan mendapat dukungan dari banyak elemen di sini, dan ABRI sudah pasti akan maju melindungi warga Amerika. Menurut Malik, evakuasi komunitas Amerika dari Jakarta tidaklah diperlukan, namun ia menyarankan agar mereka sebisa mungkin tidak menampakkan diri, terlebih selama minggu mendatang saat keadaan akan menjadi amat menegangkan.

11. Saya katakan pada Malik sekali lagi bahwa saya berharap adanya hubungan baru antara pemerintahan kita, hubungan yang produktif dan bermanfaat dari sudut pandang Indonesia, dan pentingnya mencegah terjadinya aksi anti-Amerika.

Jika itu sampai terjadi, akan menganggu hubungan kita dan menghapus kesempatan untuk menjalin kerjasama dan persahabatan yang menguntungkan. Ia menyatakan, dirinya sangat paham maksud saya. Ia berpikiran yang sama. Menurutnya, ia kini lebih yakin bahwa segalanya akan berjalan sesuai yang kita inginkan bersama.

12. Saya katakan pada Malik bahwa ia bebas menceritakan percakapan kami pada Nasution dan Soeharto. Malik bilang ia akan melakukannya.

Marshall Green

(ita/nrl)

***detikNews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: