infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Tuntunan Rasulullah dalam Bermu’amalah

Posted by infokito™ pada 20 November 2008

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling bagus dalam bermu’amalah. Jika meminjam sesuatu dari orang lain, maka beliau mengembalikan yang lebih bagus dari apa yang dipinjamnya, dan beliau pasti mengembalikannya sambil mendoakan orang yang memberikan pinjaman kepada beliau,

“Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluargamu dan hartamu. Sesungguhnya pahala pinjaman ialah pujian dan pemenuhan.” (HR An-Nasa’y, Ibnu Majah dan Ahmad)

Beliau pernah meminjam (berhutang) empat puluh sha’ bahan makanan dari seseorang. Pada saat yang sama ada orang Anshar yang membutuhkannya, maka beliau memberikan bahan makanan itu kepada orang Anshar. Beliau bersabda, “Setelah ini dia tidak akan datang kepada kami untuk meminta sesuatu pun”. Orang yang dipinjami itu siap-siap akan mengatakan sesuatu. Tapi beliau cepat-cepat berkata, “Janganlah kamu berkata kecuali yang baik. Aku adalah sebaik-baik orang yang meminjam.” Maka beliau mengembalikan bahan makanan itu dua kali lipat atau delapan puluh sha’.

Beliau pernah juga meminjam seekor onta. Lalu pemiliknya mendatangi beliau untuk menagih, sambil mengeluarkan perkataan yang keras. Para sahabat yang mendengarnya siap-siap untu bertindak terhadap orang itu. Namun beliau bersabda, “Biarkan dia, karena orang yang mempunyai hak berhak untuk berkata.”

Suatu kali beliau hendak membeli sesuatu. Tapi ternyata uang beliau tidak mencukupi. Maka harganya diturunkan. Lalu barang itu beliau jual lagi sehingga mendapatkan untung yang banyak. Lalu keuntungan itu beliau shadaqahkan kepada para janda dari Bani Abdul Muthalib, lalu beliau bersabda, “Aku tidak akan membeli sesuatu pun setelah ini kecuali jika uang aku mempunyai uang yang cukup.”

Ada seorang Yahudi yang menjual barang kepada beliau dengan jangka waktu tertentu yang sudah disepakati bersama. Tapi sebelum jatuh tempo, orang Yahudi itu mendatangi beliau untuk menagih pembayaran. Beliau memberitahu, “Sekarang belum jatuh tempo.”

Orang Yahudi itu berkata dengan keras, “Kalian orang-orang Bani Abdul Muthalib memang suka mengulur-ngulur waktu.” Para sahabat yang mendengarnya hendak berbuat sesuatu kepada orang Yahudi itu. Tapi beliau melarang mereka.

Kekerasan orang Yahudi itu justru membuat beliau bertambah lemah lembut. Maka orang Yahudi itu berkata, “Segala sesuatu dari tanda-tanda kenabian yang ada pada diri beliau sudah kuketahui, dan tinggal satu saja yang belum kuketahui, yaitu kekerasan orang yang tidak tahu tentang diri beliau justru membuat beliau bertambah lemah lembut. Karena itu aku ingin mengetahuinya.” Kemudian orang Yahudi itu masuk Islam.***infokito.net

Wallahua’lam

Zaadul Ma’ad – Ibnu Qayyim al Jauziyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: