infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Menyesal Tidak Menjadi Muslim

Posted by infokito™ pada 20 November 2008

Kaum kafir alias non-muslim ketika sudah memasuki kehidupan di akhirat akan menyesal mengapa mereka tidak menjadi muslim sewaktu masih hidup di dunia. Suatu penyesalan yang tentunya tiada berguna. Ketika di dunia, mereka mengira bahwa menjadi muslim berarti harus menjadi terhina sebagaimana banyak dialami bangsa muslim dewasa ini. Mereka sangat bangga menjadi orang kafir sebab mereka melihat bahwa kebanyakan negeri-negeri maju dewasa ini justru dipimpin dan didominasi oleh kaum non-muslim alias kafir. Mereka sangat tersilaukan oleh berbagai kemajuan material yang diraih oleh negeri-negeri seperti Amerika, Inggris, Perancis, Jepang, Jerman bahkan Israel.

Sebaliknya mereka sangat kecewa bahkan jijik melihat kaum muslimin di negeri-negeri terbelakang seperti Bangladesh, Afghanistan, Nigeria dan Indonesia. Mereka mengira bahwa status formal keagamaan bangsa-bangsa tersebut-lah yang menyebabkan mereka menjadi terbelakang dan terhina di dunia. Mereka kaitkan antara dominasi agama yang dianut bangsa tersebut dengan ketertinggalan yang mereka alami. Sehingga mereka segera menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang menyebabkan keterbelakangan dan kehinaan sedangkan agama-agama di luar Islam, entah itu Nasrani, Yahudi bahkan Shinto merupakan agama yang menyebabkan kemajuan dan kemuliaan manusia di dunia.

Mengapa ini bisa terjadi? Karena kebanyakan manusia tidak mampu membedakan antara ajaran agama dengan penganut agama. Mereka terlalu mudah menilai dan memvonis suatu agama sebagai baik atau buruk hanya berdasarkan tampilan penganutnya. Jika penganutnya berpenampilan maju dan menarik (secara standar duniawi) mereka segera memvonis agama yang mereka anut itu pastilah baik, bahkan benar. Sementara bilamana penganutnya berpenampilan tertinggal dan lemah (secara standar duniawi) mereka segera memvonis bahwa agama yang mereka anut itu pastilah buruk, bahkan batil…!

Dan bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan negeri berpenduduk muslim dewasa ini dalam keadaan tertinggal dan lemah secara standar dunia. Sebaliknya, sebagian besar negeri-negeri yang disebut sebagai negara-negara maju justru terdiri dari kebanyakan penganut agama di luar Islam. Sungguh, sangat wajar bilamana orang kafir pada umumnya tidak bisa menghargai ajaran Islam di zaman di mana umat Islam sedang babak belur seperti keadaannya dewasa ini.

Oleh karena itu, biasanya orang barat kafir yang akhirnya memperoleh hidayah Allah ta’aala dan memeluk agama Islam adalah mereka yang tidak terjebak pada stereotype negatif mengenai ajaran Islam. Mereka sanggup membedakan antara Islam sebagai ajaran yang datang dari Allah ta’aala Yang Maha Benar dengan umatnya yang seringkali tidak konsisten menjalankan ajaran mereka. Inilah orang yang potensial bersikap obyektif dan akhirnya menemukan hidayah kebenaran cahaya agama Allah ta’aala. Di antara mereka -misalnya- adalah mantan penyanyi terkenal Cat Stevens yang kemudian merubah namanya menjadi Yusuf Islam.

Pantas bilamana orang Barat yang akhirnya mendapat hidayah iman dan islam lewat mengkaji kitabullah Al-Qur’an sering berkata: ”Alhamdulillah saya berjumpa dengan Al-Qur’an sebelum berjumpa dengan ummat Islam. Andaikan saya berjumpa dengan ummat Islam sebelum membaca dan mempelajari Al-Qur’an barangkali saya tidak akan pernah tertarik akan ajaran Islam.”

Maka, saudaraku, marilah kita menjadi duta-duta agama Allah ta’aala yang mengkampanyekan kemuliaan dan kebenaran Al-Islam betapapun zaman yang sedang kita jalani dewasa ini tidak berfihak pada Islam dan ummat Islam. Marilah kita persiapkan alasan di hadapan Allah ta’aala kelak di hari berbangkit. Bila kita telah mengajak dengan gigih orang-orang kafir alias non-muslim untuk memeluk Islam, maka tentunya mereka tidak punya alasan untuk menyalahkan kita kelak di hadapan Allah ta’aala pada hari pengadilan. Seandainnya mereka mengetahui betapa besarnya ganjaran yang menunggu orang beriman di akhirat, niscaya mereka akan menyesal mengapa mereka tidak menjadi muslim sewaktu hidup di dunia.

الر تِلْكَ آَيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآَنٍ مُبِينٍ رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

“Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Qur’an yang memberi penjelasan. Orang-orang yang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (QS Al-Hijr ayat 1-3)

Saudaraku, marilah kita banyak berda’wah dan mengajak kaum kafir non-muslim untuk menjalani kehidupan Islami dan imani agar mereka selamat di dunia dan selamat pula di akhirat. Janganlah kita bersikap bakhil ingin masuk surga sendiri tanpa mengajak mereka berpeluang masuk surga bersama kita. Dan janganlah kita berlindung di balik alasan ”toleransi” padahal sejatinya kita tidak pernah peduli kemaslahatan mereka kelak dalam kehidupan hakiki di akhirat. Wallahu a’lam.- eramuslim

7 Tanggapan to “Menyesal Tidak Menjadi Muslim”

  1. AGUS PRIYANTO said

    Saya bahagia menjadi Muslim…tapi kenapa muslim sekarang
    hilang rasa perdulinya terhadap agamanya.mereka diam saja melihat berbagai macam penodaan terhadap Islam…malah FPI yang jelas-jelas menentang Ahmadiyah di pidanakan. Kemana Suhada Islam yang dulu menggentarkan kaum Kafir ???

  2. PUTU MANGKU said

    SAYA JUSTRU BERTOLAK BELAKANG DG TEMA INI, MAAF.
    KALO ADA YG MEMBENARKAN ANARKISME MENGATAS NAMAKAN AGAMA DIATAS NKRI. 100% SAYA TIDAK SETUJU.KARENA DI NKRI BUKAN ADA SATU AGAMA. NEGARA INI BUKAN NEGARA ISLAM TAPI NKRI(KESATUAN). SAYA SALUT KALO DIANTARA SAUDARA2 MUSLIM KU SALING MENCIPTAKAN KEDAMAIAN (BAIK INTERN MAUPUN DG PENGANUT AGAMA LAIN).KAMI ORANG HINDU, KAFIRKAH MENURUT ANDA???,MENURUT AJARAN MUSLIM???
    SAYA TIDAK BERKOMENTAR MASALAH INTERN SAUDARA2 KARENA SAYA ADA DILUAR JALUR ITU.SAYA CUMA BERHARAP DIANTARA KAUM MUSLIM BISA MENEMUKAN KEBENARAN YG SE-BENAR2NYA. YG KELUAR DARI AJARAN ISLAM SMG CEPAT2 KEMBALI. SATU (KESATUAN)PANDANGAN TERHADAP MUSLIM DI NEGRI YG DAMAI INI.
    SEHINGGA KITA TIDAK LAGI MELIHAT ANARKISME JUSTRU DG AGAMA SENDIRI.DGN HARAPAN KAMI YG MEMELUK AGAMA MUSLIM ADALAH JUGA MENGANUT AZAS KETUHANAN. JADI KAMI BUKAN MUSUH ANDA.

  3. PUTU MANGKU said

    RALAT* KALIMAT NOMOR DUA DARI AKHIR MAKSUDNYA “…KAMI YANG MEMELUK AGAMA NON MUSLIM ADALAH…” SEKALI LAGI MAAF.

  4. @putu mangku
    silahkan anda berprinsip dengan prinsip anda, ntar nanti kita masing2 buktikan kebenaran :peace:

    wabillahi taufik wal hidayah

  5. NUR AZIS said

    wahai kaum muslim semuanaya…
    kita boleh dan bahkan harus fanatik terhadap agama kita,
    tetapi hendaknya kefanatikan kita tersebut kita iringi dengan pengetahuan tentang agama itu sendiri.

    didalam ajaran agama kita, kafir itu dibedakan menjadi beberapa macam golongan
    diantaranya yaitu kafir dzimni dan kafir harbi.

    kafir dzimni adalah kafir yang hidup bertetangga dengan kita dalam kehidupan sehari-hari yang tidak mempunyai niat jahat atau buruk terhadap kita (umat islam) ataupun terhadap agama islam. dan ini merupakan ajaran dari Rasululloh SAW, bahkan kita sebagai umat islam diancam bukan termasuk umat nabi muhammad kalo kita mengganggu kafir dzimni tersebut.
    sedangkan kafir harbi adalah kafir yang harus kita perangi. yaitu orang-orang kafir yang nyata-nyata ingin menghancurkan islam.

    dari gambaran diatas kiranya kaum muslim semuanya dapat membedakan dan dapat memilah-milih mana kafir yang harus kita perangi dan mana yang tidak boleh kita perangi.

    mudah-mudahan kita lebih bijak dalam bertindak….

  6. Muh.Kasim Sainong said

    Dari Uraian yang di muat oleh saudara Nur Azis seharunya begitu karena di luar agama islam juga banyak yang melaksanakan norma-norma kebaikan sama dengan yang kita lakukan yang mesti kita perangi yang selalu berbuat kesalahan termasuk dikalangan kita umat islam bukan berarti sudah Muslim tapi perilakunya jahat waah itu yang harus kita perangi kan kebanyakan begitu sesama Musllim saling menelanjangi sampai-sampai pejabat rata-rata korup wah ini gimana kembali lagi pada diri masing-masing bahwa masih manyak muslim yang belum mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam penghidupannya sehari-hari Wassalam

  7. Hendra said

    assalamualaikum. wr. wb
    Islam adalah agama yang diridhoi oleh allah baik di dunia dan akhirat. tapi dibalik itu semua kita sbgai umat islam haruslah memupuk rasa persaudaraan antar sesama umat beragama..mnkin dgn itu semua perdamaian didunia ini bsa tercipta dan peperangan tidak akan terjadi sperti skarang ini…..islam itu agama yg cinta damai jd kta sbagai umat islam harus mencerminkan perilaku yg cinta damai antar sesama….hidup islam…wabilahitofiq wal hidayah assalamualaikum. wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: