infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Bandara Internasional Diusulkan Dipangkas

Posted by infokito™ pada 13 November 2008

Setelah penciutan jumlah pelabuhan internasional dan pemberantasan pelabuhan-pelabuhan ilegal yang diduga menjadi sarang penyelundupan, kini bandar udara internasional pun ditengarai menjadi bagian dari perdagangan ilegal tersebut. Karenanya, pemerintah dan DPR bersiap-siap untuk menciutkan jumlah bandara internasional. Rencana tersebut segera dilakukan setelah adanya Undang-Undang Penerbangan yang baru.

Hal ini diungkapkan oleh anggota panitia kerja RUU Penerbangan DPR, Abdul Hadi Djamal di sela penyerahan 31 bus perintis Perum Damri di Jakarta, Rabu (12/11).

“Ditengarai bandara-bandara baik bandara terbuka maupun bandara khusus juga jadi tempat penyelundupan baik untuk ekspor maupun impor. Karenanya, kita juga memasukkan hal ini di dalam RUU penerbangan, ” kata Hadi Djamal.

Bukan hanya menjadi tempat penyelundupan dari dan ke negara lain, menurut anggota Fraksi PAN DPR ini, bandara internasional di Indonesia dianggap terlalu banyak. Hampir seluruh bandara menamakan dirinya sebagai bandara internasional. Diperkirakan, bandara internasional di Indonesia jumlahnya hampir 100-an.

“Padahal di negara-negara besar seperti Amerika Serikat saja bandara internasionalnya cuma dua, Jepang juga dua. Jadi Indonesia mempunyai bandara internasional paling banyak,” lanjut dia.

Menurut Hadi Djamal, idealnya, Indonesia cukup memiliki sekitar 10 bandara internasional saja. Yang lain cukup pelabuhan udara domestik dan menjadi feeder bagi bandara internasional yang ada. Bandara yang dianggap layak melayani penerbangan internasional adalah bandara yang infrastrukturnya sudah maju dan melayani banyak penerbangan internasional.

Mengenai bandara khusus, jelasnya, kemungkinan bisa dijadikan tempat penyelundupan karena barang-barang yang diterbangkan sulit diawasi. “Boleh saja bandara khusus jadi bandara internasional, namun penyelenggaranya harus dari pihak lain, seperti bandara terbuka yang lokasinya berdekatan,” ujarnya.

Bandara khusus merupakan pelabuhan udara yang pengoperasiannya dikuasai oleh perusahaan untuk menerbangkan komoditas tertentu ke luar negeri. Beberapa bandara tersebut antara lain Inco di Sulawesi Selatan dan Freeport di Timika, Papua.***

***PersdaNetwork/ Hendra Gunawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: