infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Pipanisasi Gas kota Palembang Tambah Rp2 M

Posted by infokito™ pada 5 November 2008

Pengembangan gas perkotaan di Palembang terus bergulir. Sebab, pemenuhan pipanisasi gas ini dinilai dapat meringankan biaya rumah tangga.

Program gas kota ini diperuntukkan bagi 145.970 kepala keluarga (KK) di tujuh kecamatan, yakni 33.740 KK di Seberang Ulu, 14.064 KK di Gandus, 17.869 KK di Seberang Ulu II, 22.730 KK di Ilir Timur I, 29.466 KK di Ilir Barat I,15.186 KK di Ilir Barat II, dan 12.915 KK di Bukit Kecil.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang Yohanes Sutanto mengatakan, pengembangan gas perkotaan di Palembang merupakan bantuan pemerintah pusat. Sedangkan pengembangan sarana infrastruktur pendukung, diusulkan pada APBD 2009 senilai Rp2 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan sarana dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan sebagai bentuk kesiapan Pemkot Palembang dan PT SP2J sebagai pengelola.

“Dana itu baru diajukan dan dibahas DPRD,” ungkap Yohanes kepada harian SINDO.

Menurut dia, pengembangan gas perkotaan di Indonesia ditujukan untuk enam daerah, yaitu Surabaya, Blora, Bekasi, Depok, Medan, dan Palembang. Dalam perjalanannya, Kota Palembang dan Bekasi dinilai lebih siap. Palembang sendiri memiliki sumber daya alam berupa gas yang banyak dan telah melakukan gas perkotaan melalui kerja sama dengan PT PGN.

Pihaknya masih akan melakukan pertemuan kembali terkait sejumlah jaringan terhadap pengembangan gas perkotaan, termasuk melakukan engeenering desain, dengan melihat kondisi di lapangan berdasarkan tingkat kesulitan, seperti jaringan PDAM, Telkom, PLN yang melintas pada jalur pipanisasi.

Persoalan gas, tandas Yohanes, bila dilakukan sembrono dapat mengakibatkan kebocoran dan ledakan.

“Sebelum lebih matang, diperlukan pemetaan dahulu,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Disperindagkop Palembang Wantjik Badaruddin. Dia berharap seluruh warga Palembang pada 2011 sudah bisa menikmati gas perkotaan.

Sebab, pemakaian gas jauh lebih hemat dibandingkan minyak tanah. Bisa dibayangkan, dengan konsumsi minyak tanah, diperkirakan butuh 20–28 liter/bulan. Dengan harga Rp2.500/liter, maka dikeluarkan uang sekitar Rp50.000–Rp70.000. Elpiji butuh Rp70.000–Rp85.000 untuk satu tabung. Sedangkan dengan gas, pemakaian sekitar 20–25 meter kubik. Satu bulan hanya Rp25.640– Rp32.050, dengan harga per meter kubik Rp1.282.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Palembang Zuhri Lubis berharap pembenahan infrastruktur gas perkotaan dapat lebih cepat.Untuk itu,dia meminta agar biaya pemasangan tidak dibebankan terlalu tinggi. (siera syailendra/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: