infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Patin 43 Kg Terjala di Sungai Musi

Posted by infokito™ pada 1 November 2008

Seekor ikan patin (pangasius hypothalmus) raksasa seberat 43 Kg dengan panjang sekitar 1,3 meter berhasil ditangkap nelayan di Sungai Musi. Patin yang umurnya diperkirakan sekitar 8 tahun ini dijual pedagang ikan di Pasar Cinde Rp 2,3 juta.

Ukuran ikan itu memang ekstra besar, hampir sama tinggi dengan anak usia 5 tahun. Lebar tubuh mencapai 40 cm. Perutnya mengelembung berisi telur sekitar 3 Kg. Warnanya putih dan belang hitam di bagian punggung, terasa kenyal saat dipegang. Dapat dibayangkan, untuk seokor patin ukuran sekilo biasanya
habis oleh tiga orang sekali makan. Berarti, ikan raksasa ini cukup untuk lauk makan 130 orang.

Ikan tersebut tergolek di atas lapak milik Heri (43) dan adiknya, Fendi (40), pedagang ikan di Pasar Cinde, Jumat (31/10). Tapi karena tidak ada yang sanggup membelinya, dimasukkan ke dalam kardus ukuran tv 21 inch berisi bongkahan batu es. Keduanya kesulitan mengangkatnya.

Menurut Heri, selama lebih dari 20 tahun berdagang ikan di Pasar Cinde, baru kali ini ia mendapat ikan patin sungai seberat 43 kilogram. Ia mendapatkannya dari Yanto, seorang pengumpul ikan dari nelayan di kawasan Sungai Lais, sekitar pukul 08.00.

Ikan patin itu masih hidup saat dibawa ke pasar. Awalnya Yanto menawarkannya pada Zairul, pedagang ikan lainnya. Tapi Zairul tidak sanggup membelinya karena Yanto menetapkan harga Rp 40 ribu per Kg, atau sekitar Rp 1,6 juta.

“Kalau patin 30 Kg itu biasa, kadang dapat kita. Tapi kalau sebesar anak SMP seperti ini, baru luar biasa,” kata Heri.

Kehadiran ikan raksasa di lapak dua bersaudara ini sempat mengundang perhatian warga, bahkan sesama pedagang ikan pun sempat dibuat takjub. Memang ikan sebesar ini merupakan pemandangan yang tidak lazim.

“Ikan sebesar ini bukan dimakan buaya, tapi dia yang makan buaya,” kata seorang pria yang mengamati patin itu dari dekat.

Sumiati (47), seorang pegawai yang belanja ikan di Cinde mengaku kaget melihat ikan itu. Seumur hidupnya baru kali ini ia melihat ikan patin sebesar itu. “Idak kolu njingoknyo, apolagi nak makannyo. Mungkin untuk sedekahan makan 100 uwong iwak itu dak bakal habis,” katanya.

Banyak warga yang mengambil gambar ikan raksasa ini menggunakan ponsel kamera. Ada juga yang penasaran dan memencet tubuh ikan itu. Beberapa warga tertarik dan menanyakan harganya, tapi urung
karena Heri menyebut Rp 55 ribu per Kg.

Heri menolak ikan itu dipotong-potong. Karena kemarin tidak ada yang sanggup membelinya, ikan itu akan dijual ke Pekanbaru. “Kami bakal dapat untung besar, soalnya harga ikan ini bisa sampai Rp 55 ribu sekilo,” tambah Heri.

Menurut dia, semakin besar ukuran ikan patin sungai maka akan semakin mahal pula harganya. Harga ikan patin liar di bawah 5 Kg dipatok Rp 40 ribu, tapi kalau lebih maka akan mencapai Rp 50 ribu – Rp 55 ribu per kilo. Ikan patin sungai juga lebih mahal dari ikan patin tambak yang harganya berkisar Rp 30 ribu per
kilo.

Diakui Heri dan Fendi, meski tidak ada yang sanggup membelinya, ikan itu mendatangkan keuntungan lain. Sejak pagi ikan yang dipajang itu seperti menarik pembeli untuk singgah dan membeli ikan jenis lain di lapaknya.

Dihubungi terpisah, Yanto, pengumpul ikan yang menjual patin itu kepada Heri, mengatakan, patin raksasa seperti itu tergolong langka. Umurnya diperkirakan sekitar 7 atau 8 tahun.

“Biasanya dagingnya lebih gurih dan gemuk. Cobalah kamu pasti merasakan bedanya, enak,” katanya.***aang/wira-sripo

ikan patin

2 Tanggapan to “Patin 43 Kg Terjala di Sungai Musi”

  1. kakasubaru said

    bs dak gambarnyo diemail ke sikak. Ngapo dak lapor ke sea world pas idup.sapo tau laku mhl

  2. muhammadfaizal said

    Alhamdulillah rakyat Palembang masih bisa menikmati ikan patin dan ikan lainnya dari sungai Musi. Sungai Musi jadi sarana transportasi dan juga sumber mata pencaharian dan makanan bagi rakyat Palembang dan sekitarnya.

    Ini karena sungai Musi belum tercemar. Di pulau Jawa nyaris semua sungai sudah tercemar (apalagi Kali Ciliwung dan Kali Sunter) sehingga ikan lele pun tidak bisa hidup. Kalau berenang, kulit bisa gatal.

    Oleh karena itu kelestarian alam sungai Musi harus dijaga dengan membuat saluran pembuangan limbah tersendiri bagi pabrik2 dan rumah tangga. Limbah tidak boleh dibuang ke sungai Musi. Jika perlu 100 meter kiri kanan sepanjang sungai Musi dijadikan jalur hijau.

    Di Kali Ciliwung, boleh dikata “Mustahil” saat ini menemukan ikan patin seberat 43 kg yang besar alami di sungai karena beratnya pencemaran. Alhamdulillah hal ini patut kita syukuri.

    http://faizalforsumsel.wordpress.com/2008/11/04/ide-dan-gagasan-untuk-mensejahterakan-rakyat-indonesia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: