infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Pasar Terapung Dibangun di 14 Ilir

Posted by infokito™ pada 28 Oktober 2008

Dinas Perindustrian,Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang menetapkan lokasi pembangunan pasar terapung yang dibiayai APBN Rp20 miliar di eks gudang Kertaniaga 14 Ilir, Palembang. Penetapan sudah melalui survei dan perencanaan, bahkan kini telah dirancang desain bentuk bangunannya.

Kepala Disperindagkop Kota Palembang Wantjik Badaruddin segera menyiapkan detail rencana pembangunan pasar terapung sehingga pembangunannya bisa dimulai awal 2009 mendatang. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan paparan dengan Kementerian Perdagangan dan Konsultan Tim Koridor Ekonomi Studio 28 dalam rapat khusus yang dilakukan di Kota Solo.

Dari bantuan pusat itu, ada tujuh daerah yang melakukan paparan terkait rencana pembangunan pasar terapung. Palembang dipilih karena lokasi dan konsep pariwisata sungai dinilai cukup tepat.

”Lokasi sudah kami survei dan ditetapkan di eks gudang Kertaniaga. Jadi, meski pembangunan pakai ponton di atas sungai, lahan eks gudang Kertaniaga itu akan dibebaskan dan dibangun pasar,” ungkap Wantjik di ruang kerjanya kemarin.

Lokasi eks gudang Kertaniaga 14 Ilir yang tidak berjauhan dengan Pasar 16 Ilir, dia anggap tidak mengganggu pelayaran atau lalu lintas air. Pasalnya, konsep dan desainnya sudah diatur sedemikian rupa. Pasar terapung sendiri akan dibangun dalam dua ponton, satu ponton untuk pasar basah dan satu ponton untuk pasar kering.

”Ya, bisa untuk jual ikan atau sayuran. Sedangkan ponton satu lagi, digunakan untuk berjualan suvenir dan aksesori menyangkut keragaman Kota Palembang lainnya,” beber Wantjik seraya menambahkan, penggunaan ponton pasar terapung bisa lebih mobileatau dapat dipindahkan dan digeser perlahan.

Lebih lanjut dia menuturkan, pembangunan pasar terapung akan menggunakan manajemen limbah yang memadai bekerja sama dengan tim konsultan. ”Persiapan kami sudah matang,tinggal menunggu dana pendamping sebesar Rp2 miliar dari APBD. Mudah-mudahan pada 2010,pembangunan sudah selesai,” katanya. Terhadap pilihan lokasi pembangunan pasar terapung, Wali Kota Palembang sempat mengeluh karena lokasi tersebut berada di sekitar Sungai Musi.

Sebagai usulan, dia mengarahkan agar lokasi pasar terapung berada di hulu sungai atau sekitar Sungai Ogan. Pasalnya, dia menilai lokasi di eks Kertaniaga masih cukup ramai. Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Unsri Zaidan menjelaskan, asal kajian lingkungannya jelas, pembangunan pasar terapung tidak ada masalah.

Hanya, bangunan toilet dan tempat sampah yang perlu diperhatikan secara saksama. Selama ini, menurut dia, pembangunan di Sungai Musi sangat semrawut. Dari kajian lingkungan, masih jauh dari harapan. (siera syailendra/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: