infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Puluhan Depo Air di Palembang Tanpa Izin

Posted by infokito™ pada 8 Oktober 2008

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mengungkapkan, dari 210 usaha air isi ulang, hanya 156 depo yang memiliki rekomendasi higienis sanitasi dari Dinkes Palembang. Sedangkan sisanya, sebanyak 44 depo air isi ulang tidak memiliki rekomendasi dan masih dalam pengawasan. Mereka pun sudah diberikan teguran keras.

“Rekomendasi tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan tanda daftar industri (TDI) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP) dari Disperindagkop Kota Palembang sebagai legalitas usaha. Bila tanpa izin, tentu usahanya bisa kami cabut,” ujar Kepala Dinkes Kota Palembang Zoelkarnain Noerdin kemarin.

Dia menuturkan, kualitas air isi ulang harus terbukti higienis dan tidak mengandung bakteri yang merugikan kesehatan, seperti bakteri ecolly yang dapat memicu diare. Konsumsi air minum yang kurang sehat diduga menjadi penyebab diare yang kian mewabah sejak dua bulan lalu.

Sementara itu, Kasubdin Penyehatan Lingkungan Gema Asiani didampingi Kasi Penyehatan Kualitas Air Zulkifli menuturkan, penelitian kualitas depo air isi ulang terus dilakukan secara rutin tiga bulan sekali. Dia menegaskan, bila ternyata diketahui sumber air baku yang digunakan tidak layak, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin karena dinilai dapat membahayakan kesehatan.

Penilaian ini berdasarkan persyaratan kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 416/- Menkes/Per/XI/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air. Menurut dia, pengawasan yang dilakukan dimulai dari lingkungan depo, karyawan, hingga kualitas air.

Dari segi teknis, peralatan air isi ulang tidak boleh bocor dan harus selalu bersih dari debu. Dalam inspeksinya, Dinkes selalu mengambil sampel air yang digunakan untuk diperiksa. Dengan begitu, saringan air dan pembunuh kuman dan bakteri di air,seperti ultraviolet, harus berfungsi dengan baik.

“Kami sudah memperingatkan 44 depo tanpa rekomendasi itu, termasuk dari mana sumber air bakunya,” tandasnya seraya menjelaskan, umumnya air isi ulang mengambil air baku dari Sukomoro, Pasir Putih, dan Banyuasin. Sebagian besar depo air isi ulang tanpa izin tersebut berada di pinggir kota atau daerah perbatasan Kota Palembang, seperti di Kenten Laut, Plaju dan sebagainya.

Di singgung mengenai biaya pengurusan rekomendasi, Dinkes menolak bila dikenakan biaya besar. Sebab, pihaknya hanya mematok harga Rp150.000 dengan pengambilan sampel air minum itu.

“Saya pikir izin sudah murah, yakni Rp150.000 untuk tiga tahun. Setiap tiga bulan kami pantau terus,” ucapnya seraya meminta agar depo tidak mengakali air isi ulangnya dengan bahan yang dapat membahayakan kesehatan.

Secara terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekda Kota Palembang Ali Zaman M Nur menuturkan, peningkatan penderita diare di Kota Palembang salah satu penyebabnya diduga karena kualitas air isi ulang. Dia mensinyalir masih banyak air isi ulang yang tidak memiliki izin Dinkes Palembang.

“Kami perlu meneliti menjamurnya air isi ulang di Palembang dari mana sumber air bakunya. Kami akan mengambil sampel dalam waktu dekat ini. Akan kami teliti tingkat higienisnya karena menyangkut kesehatan masyarakat. Wewenang ini kami serahkan di Dinkes,” tandasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Palembang Harmen Abbas meminta Dinkes bertindak tegas. Bila ada izin, depo harus dibina dan dapat segera dipenuhi. Namun, bila kandungan air isi ulang mengandung bakteri yang membahayakan tubuh, operasional depo harus ditutup. “Ini menyangkut kesehatan masyarakat. Kami siap menerima laporan masyarakat,” ujarnya. (siera syailendra/sindo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: