infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Syahrial Oesman Cabut Gugatan

Posted by infokito™ pada 4 Oktober 2008

Calon gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman (SO) akhirnya mencabut gugatan ke Mahkamah Agung atau MA terkait penetapan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (Aldy) sebagai pemenang Pilkada Sumsel. Sidang ketiga dengan agenda pembuktian keberatan terhadap kemenangan Aldy akan dilangsungkan hari Senin (6/10) lusa.

Sebagaimana diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menetapkan Aldy meraih suara terbanyak dalam Pilkada Sumsel 4 September lalu, yakni 1.866.3 90 suara (51,40 persen). Pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (SOHE) kalah tipis dengan 1.774.373 suara (48,60 persen). Tim SOHE memiliki bukti adanya indikasi penggelembungan suara dan pemilih ganda di Kabupaten Musi Banyuasin.

Ketua tim advokasi SOHE, Bambang Hariyanto, didampingi anggota tim advokasi Chairul S Matdiah di Palembang, Jumat (3/9), mengungkapkan, keinginan mencabut gugatan ke MA itu disampaikan Syahrial Oesman kepada dirinya, 29 September lalu, saat SO melakukan ibadah umroh bersama keluarga.
Bambang mengutarakan, Syahrial Oesman tidak mau masyarakat Sumsel terpecah belah seperti yang terjadi di daerah lain.

Keutuhan masyarakat Sumsel adalah modal dasar membangung Sumsel. Syahrial juga mengatakan sudah merasa lelah dan ingin mengakhiri sengketa sampai di sini.

Sebelumnya keberatan pasangan SOHE atas keputusan KPU Sumsel No 45/KPUD/KPU.SS/C/IX/2008 tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilukada Gubernur dan Wagub Sumsel, sudah menjalani dua proses persidangan yakni tanggal 25 dan 26 September lalu.

Menurut Bambang Hariyanto dan Chairul S Matdiah, keinginan untuk mencabut keberatan itu murni dari SO sendiri, bukan karena tekanan politik parpol dan bukan pula karena sesuatu hal. Keinginan tersebut sudah ada sejak tanggal 26 September 2008 lalu. Hal itu diperkuat lagi dengan keputusan SO tanggal 29 September, ketika SO bersama keluarga melakukan umroh di Mekkah, yang disampaikan kepada Bambang Hariyanto melalui Short Message Service (SMS).

“Janganlah keinginan baik dari beliau (SO, Red) dipolitisir seolah-olah sudah terima sesuatu dari pihak lain. Sama sekali tidak. Ini murni dari dia (SO, Red). Jangan niat baik ini berkembang menjadi isu yang tidak sehat,” ujar Bambang.

Dijelaskan ada tiga poin yang menjadi dasar pertimbangan SO untuk mengakhiri konflik pemilukada Sumsel. Pertama, ada keinginan agar keutuhan dan persatuan masyarakat Sumsel tetap dipertahankan. Wong Kito tidak boleh terpecah belah hari karena beda pilihan.

Kedua, pembangunan di Sumsel harus tetap berjalan dengan baik. Harus lebih cepat dan lebih baik lagi. Dan ketiga, proses pemilukada yang memiliki kelemahan baik secara hukum, politik dan keamanan, hendaknya menjadi catatan untuk perbaikan di kemudian hari.

Terkait dengan Helmy Yahya, Bambang menyatakan yakin bahwa pasangan SO itu bisa menerima pula dan bersedia bersama-sama mencabut keberatan meski belum ada pernyataan resmi Helmy akan mencabut pula keberatan.

Sedangkan para pendukung SOHE lainnya baik parpol, ormas, laskar pelangi nusantara dan tim sukses lainnya diyakinkan dapat menerima keputusan SO. Dikatakan sudah ada pertemuan sebelum lebaran dengan sejumlah para elemen pendukung SO.

Secara terpisah, Tim Advokasi KPU Sumsel Kms M Amin yang dihubungi mengaku belum menerima isyarat perdamaian dari pihak SOHE. Komunikasi antara pihak SOHE dengan KPU Sumsel belum ada sama sekali. Untuk itu KPU Sumsel akan melihat dipersidangan mendatang.

Dikatakan Amin, pihak KPU Sumsel tetap akan mempersiapkan diri untuk persidangan tanggal 6 Oktober nanti dengan agenda pembuktian. “Tetapi bila pencabutan keberatan memang terjadi, kita welcome sekali. Pada awal persidangan pun majelis hakim sudah menawarkan perdamaian,” ujar Amin.

TK Fasilitator?
Sejumlah sumber menyebutkan dicabutnya gugatan tim SOHE selain keinginan Syahrial Oesman sendiri juga karena adanya campur tangan sejumlah tokoh nasional asal Sumsel. Tokoh nasional itu tak ingin nama baik Sumsel tercoreng gara-gara kisruh Pilgub sehingga berakibat kontra produktif bagi pembangunan di sini. Salah satu nama yang disebut adalah Taufik Kiemas (TK), suami Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Taufik sendiri sebagai tokoh nasional asal Sumsel juga pernah menjadi penengah saat terjadi kisruh Pilgub 2003 yang lalu, dimana Syahrial Oesman yang mengalahkan Rosihan Arsyad sempat terlambat dilantik. Hubungan TK sendiri dengan pemenang Pilgub Sumsel 2008 Alex Noerdin cukup dekat, sehingga cukup masuk akal kalau TK menjadi fasilitator dalam Pilgub Sumsel kali ini.

Kabarnya Taufik Kiemas mengumpulkan berbagai pihak serta tim SOHE baik parpol (PDIP adalah parpol pengusung dan pendukung utama SOHE, Red) maupun ormas lainnya. Intinya pertemuan itu bagaimana caranya agar Pilgub Sumsel berlangsung mulus. Kabarnya SO juga sepakat, tidak perlu ada gugat menggugat lagi.

Ketua DPD PDIP Sumsel Eddy Santana Putra ketika dikonfirmasi membenarkan rencana pencabutan gugatan tim SOHE, namun secara resmi harus disampaikan kuasa hukum pada sidang mendatang.

Menurut Eddy Santana, rencana pencabutan gugatan itu bagus jika memikirkan keutuhan dan kedamaian di Sumsel. Hanya saja, secara hukum belum ada keputusan sehingga hal tersebut memerlukan kepastian hukum.

“Ya kalau masalah persaudaraan, perdamaian sudah tidak ada masalah, tapi masalah proses pilkada belum beres, jadi harus ada penyelesaian hukumnya. Jika memang damai kan ada keputusan hukum,” jelasnya.

Eddy Santana menambahkan, keutuhan, kedamaian dan ketentraman masyarakat Sumsel memang lebih diutamakan. Sehingga dirinya sangat mendukung keputusan tersebut. “Ya adalah tokoh-tokoh nasional yang campur tangan mejadi fasilitator,” ujar Eddy ketika Sripo menyebut ada nama Taufik Kiemas sebagai salah satu fasilitator upaya perdamaian Pilgub Sumsel. (sgn/saf/trs/sripo-online)

3 Tanggapan to “Syahrial Oesman Cabut Gugatan”

  1. Si Doel said

    Saat ini menjadi suatu keharusan berani menerima kekalahan, apalagi sebelumnya pihak KPU sudah menjamin tidak ada sedikitpun kecurangan dalam pilgub ini, apa mau SUMSEL seperti pilgub Maluku yang sampai sekarang konfliknya berkepanjangan? dan menjadi pelajaran berharga untuk partai2 besar bahwa “Harus cerdik dan teliti dalam mendukung seorang kandidat pemimpin, karena Rakyat dewasa ini sangat cerdas dalam memilih figur dan tidak terpengaruh partai apa dibelakangnya”.

    Dengan terpilihnya Alex dan Edy dapat diambil kesimpulan bahwa mereka menang karena konstribusinya selama ini di SUMSEL dan program2 yang mereka ajukan selama kampanye diperkuat dengan pernyataan berani mundur dari jabatan apabila program mereka tidak berhasil, so! kita pegang saja janji mereka.

  2. DANI-CRAFT said

    😀

  3. damai kami sepanjang masa untuk sumatera selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: