infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Ikan Tenggiri Menghilang di Bengkulu

Posted by infokito™ pada 1 Oktober 2008

Dalam beberapa hari terakhir ini, ikan tenggiritenggiri menghilang di pasaran di Kota Bengkulu sehingga warga yang membutuhkan ikan tersebut harus pulang dengan tangan kosong dan kecewa.

Pantauan di Pasaran Panorama, Kota Bengkulu, Selasa, tidak ditemukan satu penjual ikan pun yang menjajakan ikan tenggiri.

“Tidak akan dapat kalau mencari ikan tenggiri menjelang lebaran, karena memang tidak pernah ada pasokan,” kata Mardiyah, pedagang ikan laut di Pasar Panorama.

Menurut dia, sejak H-5 tidak pernah ada pasokan ikan tenggiri ke pasaran karena langsung diambil oleh penjual empek-empek dan pengusaha pembuat ikan giling untuk bahan baku empek-empek.

“Mereka langsung membeli ikan tenggiri dari nelayan, sehingga tidak ada lagi yang dijual ke pasaran,” katanya.

Hal senada disampaikan, Sarnah, pedagang ikan laut lainnya, yang juga mengaku tidak lagi menjual ikan tenggiri karena tidak ada pasokan.

Agung Raharjo, warga Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu, mengaku telah tiga hari ini mencari ikan tenggiri ke beberapa pasar seperti Pasar Minggu, Panorama dan Pagar Dewa, tidak menemukan satu penjual pun yang menyediakan ikan itu.

“Saya sudah mendatangi tiga pasar dalam tiga hari ini untuk mencari ikan tenggiri, tapi tidak juga dapat,” kata Budi, saat ditemui di Pasar Panorama.

Warga asal Kota Palembang, Sumsel itu mengaku, butuh ikan tenggiri guna membuat empek-empek untuk penganan lebaran.

“Bagi saya dan keluarga, membuat empek-empek sudah menjadi tradisi. Kalau tidak ada empek-empek seperti ada yang kurang saat lebaran,” katanya.

Terkait tidak ditemukannya ikan tenggiri di pasaran, ia mengaku, akan mencari daging tenggiri giling.

Sementara Budi Santoso, warga Kelurahan Sumur Meleleh, juga sempat mencari ikan tenggiri ke beberapa pasar tapi tidak juga menemukannya, sehingga akhirnya membeli daging tenggiri giling.

“Saya sudah membeli daging tenggiri giling sebanyak 10 Kg, dengan harga Rp60 ribu per Kg,” katanya. (*/cax)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: