infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Chandra Resmi Tersangka

Posted by infokito™ pada 20 September 2008

Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan secara maraton, pengusaha asal Sumsel Chandra Antonio Tan akhirnya resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus alih fungsi hutan lindung Tanjung Api Api (TAA). Ditetapkannya Chandra yang dikenal sebagai pengusaha beken di Sumsel ini berdasarkan hasil penyidikan petugas KPK, Senin (15/9) lalu.

Chandra Antonio diduga menyuap alias memberikan uang Rp 2,5 miliar kepada anggota DPR asal Fraksi Demokrat asal Sumsel Sarjan Tahir dan beberapa anggota DPR lainnya di komisi IV seperti, Al Amin Nur Nasution dan Yusuf Emir Faishal untuk proses perizinan pembangunan alih fungsi hutan TAA, yang berlokasi di Kabupaten Banyusin Sumsel, Oktober 2006.

Hal itu dibuktikan dengan dakwaan dalam sidang Al Amin Nur Nasution di Pengadilan Tipikor Jl Rasuna Said Jakarta Selatan, 21 Agustus lalu. Fakta ini juga dibenarkan Juru Bicara KPK Johan Budi SP yang mengatakan bahwa, Chandra Antonio selaku rekanan Pemprov Sumsel dalam proses pembangunan pelabuhan Tanjung Api Api diperiksa sebagai tersangka. “Benar yang bersangkutan (Chandra Antonio, Red) diperiksa sebagai tersangka,” kata Johan kepada PersdaNetwork, Jumat (19/9) sekitar pukul 17.00.

Johan mengungkapkan bahwa pembangunan Pelabuhan Tanjung Api Api tidak ada hubungannya dengan kasus yang tengah selidiki KPK. Sebab yang diusut saat ini adalah proses perizinan dari pembangunan yang diduga ada kasus suap. “Hal inilah yang tengah kita selidiki. Pada prinsipnya kita tidak mengejar tersangka, tetapi yang jelas kita akan menuntaskan kasus ini,” kata Johan.

Keterlibatan Chandra Antonio sebenarnya mulai terbuka saat Penuntut Umum KPK, Suwarji SH membacakan dakwaan, di sidang perdana Al Amin di Pengadilan Tipikor 21 Agustus. Disebutkan Suwarji bahwa Al Amin Nur Nasution selaku anggota Komisi IV DPR RI bulan September 2006 melakukan kunjungan ke Sumsel sehubungan dengan usulan pelepasan kawasan hutan lindung Tanjung Api Api.

Dalam kesempatan itu Direktur Utama Pengelolaan dan Pengembangan kawasan Pelabuhan Tanjung Api Api (BPTAA) yang juga mantan Sekda Pemprov Sumsel Sofyan Rebuin meminta kepada Sarjan Tahir agar komisi IV DPR memeroses dan menyetujui usulan pelepasan hutan TAA dan menjanjikan akan memberikan imbalan dana.

Selanjutnya Al Amin, Sarjan dan Azwar Chesputra selaku anggota komisi IV DPR mengadakan pertemuan dengan Sofyan dan Chandra selaku investor di lobi Hotel Century Jakarta Selatan. Pada pertemuan itu Chandra memberikan Mandiri Travel Cheque (MTC). Tetapi lantaran kurang dari Rp 2,5 miliar cek itu dikembalikan Al Amin.

Pertemuan kembali dilakukan di ruang kerja Sarjan dan Chandra memberikan seperti yang diminta. Belakangan uang ini kemudian diserahkan Sarjan kepada Azwar Chesputra untuk dibagi-bagikan kepada beberapa anggota DPR yang lain. Sementara Al Amin mendapatkan bagian sebesar Rp 75 juta.

Tities SH yang selama ini diketahui sebagai pengacara Chandra Antonio enggan berkomentar ketika ditanya tentang status Chandra. “Saya sejak penggeledahan kantor PT Chandratex oleh KPK beberapa waktu yang lalu sudah tidak lagi mendampingi bapak (maksudnya Chandra Antonio, Red) terkait dengan kasus TAA ini.

Namun kalau pengacara perusahaan PT Chandratex sampai saat ini saya masih. Saya juga tidak tahu siapa lawyer yang mendampingi bapak untuk pemeriksaan baik di Jakarta maupun di sini terkait dengan kasus TAA tersebut. Mengenai bapak dinyatakan sebagai tersangka saya juga baru tahu dari Anda,” papar Tities kepada Sripo.

Anggota DPR Diperiksa
Sementara itu gedung KPK Jl Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan kemarin, pemeriksaan terhadap anggota komisi IV DPR M Silalahi dan Mufid Basuki sebagai saksi dalam kasus ini alih fungsi hutan Tanjung Api Api. Pemeriksaan ini terkait dengan target KPK untuk menuntaskan kasus yang kini menyeret Sarjan Tahir dan Yusuf Emir Faishal anggota DPR yang kini menjadi tahanan KPK.

“Lebih dari sepuluh anggota DPR sudah kami periksa. Hari ini kita memeriksa M Silalahi dan Mufid Basuki dari Komisi IV DPR sebagai saksi target kita kasus ini tuntas,” kata Johan.

Sementara Departeman Kehutanan (Dephut) Suparno dan Bambang dari Biro Hukum juga diperiksa. Namun saat ditanyakan apakah ada tersangka baru dalam kasus ini, Johan mengatakan saat ini belum ada. ”Belum ada tersangka baru, tetapi tetap kita lakukan pengembangan mengenai keterlibatan pihak lain. Pada prinsipnya kita tidak mengejar tersangka tetapi yang jelas kita akan menuntaskan kasus itu,” kata Johan.

Sofyan Diperiksa Lagi
Sedangkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Sofyan Rebuin, Jumat (19/9) kembali menjalani pemeriksaan di lantai II gedung Sat III Tipidkor Polda Sumsel. Sofyan diperiksa oleh Tim Penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus TAA. Saat hendak dikonfirmasi wartawan, Sofyan tampaknya enggan berkomentar.

“Saya no comment dulu tanya saja dengan penyidik,” kata Sofyan kepada wartawan.

Sofyan Rebuin datang ke Polda Sumsel dengan menggunakan mobil sedan warna hitam BG 709 AZ. Sofyan mengenakan baju kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana panjang cokelat. Tangannya pun tampak selalu memegang tasbih warna hitam. Saat ditemui wartawan seusai melaksanakan Salat Jumat di Mesjid Nursa’adah Polda Sumsel, Sofyan yang kini dikenal bisa mengobati orang sakit ini mengaku diperiksa sendiri.

“Pemeriksaan terhadap saya belum selesai dan masih ada yang harus saya tanda tangani. Saya no comment dululah, kalian tanya saja dengan penyidiknya,” kata Sofyan mengulang.

Meskipun didesak oleh wartawan, Sofyan tetap tidak mau memberikan jawaban. Bahkan dia terlihat menghindar. Sama halnya saat hendak difoto. Sofyan langsung memutar-mutarkan tasbih warna hitam. “Silakan ambil gambar saya, kalau bisa masuk kalian hebat. Tapi jangan salahkan saya kalau kalian sakit,” katanya sambil menaiki tangga gedung pemeriksaan. (Persda Network/ndr/cw6/sin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: