infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Money Politics-Black Campaign Marak

Posted by infokito™ pada 4 September 2008

Hari ini, 4 September 2008, warga Sumatera Selatan (Sumsel) akan menentukan nasibnya lima tahun mendatang.

Dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur akan berusaha merebut hati 5.089.536 pemilih yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Kedua pasangan tersebut, yakni pasangan nomorurut 1 Alex Noerdin-Eddy Yusuf (ALDY) yang diusung Partai Golkar, PAN, PBB, Partai Demokrat, PNBK, dan Partai Bintang Reformasi. 

Sementara pesaingnya, pasangan nomor urut 2 Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) yang diusung PDIP, PPP, PKS, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), dan koalisi 11 partai politik yang tergabung dalam Forum Parpol Sriwijaya Bersatu (FPSB). Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumsel Syafitri Irwan mengatakan, semua persiapan menjelang hari pencoblosan, dari masalah teknis hingga logistik, sudah rampung. 

KPUD Sumsel sendiri kemarin memantau langsung kesiapan pelaksanaan pilgub di setiap PPS. Syafitri menjelaskan, masyarakat yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) tapi belum mendapat kartu pemilih dan undangan, dapat memberikan hak pilihnya hari ini. Caranya, cukup dengan menunjukkan identitas resmi, seperti KTP, SIM, paspor, atau ijazah. Sesuai undang-undang, pemungutan suara akan dimulai pukul 07.00 WIB–13.00 WIB. 

”Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 WIB, diawali dengan pengambilan sumpah anggota KPPS dan saksi kedua pasangan calon oleh ketua KPPS.Pemungutan suara baru berakhir tepat pukul 13.00 WIB waktu setempat, dilanjutkan dengan penghitungan suara,” ujar Syafitri di ruang kerjanya, Rabu (3/9) kemarin. 

Menurut dia, berdasarkan hasil penetapan KPUD pada 20 Agustus lalu,jumlah pemilih Sumsel sebanyak 5.089. 536 orang di 14.576 TPS yang tersebar di 15 kabupaten/ kota, 212 kecamatan, dan 3.081 desa/kelurahan. Penghitungan suara dilakukan di KPPS langsung seusai pemungutan suara.

”Setelah itu, langsung diserahkan ke PPS di kelurahan masing-masing. PPS sendiri langsung meneruskannya ke PPK di kecamatan masingmasing untuk merekapitulasi hasil penghitungan suara tiap TPS,” ujarnya.
PPK, lanjut dia, akan merekapitulasi suara dari seluruh TPS selama 3 hari. Kemudian diserahkan ke KPUD kabupaten/kota masing-masing yang juga akan merekapitulasi perolehan suara empat pasangan calon selama tiga hari. Setelah rekapitulasi di KPUD Kabupaten/kota, pada 14 September mendatang, KPUD Sumsel akan melakukan rapat pleno penetapan hasil Pilgub Sumsel. 

”Pada 10 hingga 11 September, dijadwalkan seluruh kabupaten/kota sudah menyerahkan hasil rekapitulasinya ke KPUD Sumsel. Pleno rekapitulasi tingkat provinsi sendiri akan dilakukan 14 September,” ucapnya.

Sementara itu, tiga calon gubernur dan calon wakil gubernur akan mencoblos di TPSnya masing-masing. Calon gubernur nomor urut 1 Alex Noerdin rencananya akan mencoblos di TPS 03 Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.

Sementara pasangannya, calon wakil gubernur Eddy Yusuf rencananya akan memberikan hak suara di TPS IX Kelurahan Kemelak, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU). Calon gubernur (cagub) Sumsel nomor urut 2 Syahrial Oesman dipastikan akan melakukan pencoblosan di lingkungan kediaman pribadinya di Jalan Seduduk Putih. 

Syahrial terdaftar sebagai pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) 18 Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 2, sedangkan calon wakil gubernurnya, Helmi Yahya, dipastikan tidak akan melakukan pencoblosan karena tidak memiliki KTP Sumsel. Menghadapi pemilihan hari ini, kedua pasangan calon optimistis bakal memenangkannya. 

Ketua Tim Pemenangan Pasangan ALDY Nasrun Madang mengatakan, pihaknya optimistis pasangan ALDY akan mengungguli pasangan lain. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya dukungan kepada pasangan ini sejak dan seusai masa kampanye.

”Saya yakin pasangan ALDY akan memenangkan pilkada ini. Sebab, masyarakat Sumsel ingin perubahan, terbukti dengan semakin tingginya dukungan kepada pasangan ALDY,” ujarnya yakin.
Hal senada dikatakan Ketua Tim Pemenangan Pasangan SOHE Ibnu Hajar Dewantara. Menurut dia, masyarakat Sumsel sudah pintar dalam menentukan pilihannya. Terbukti, dari hasil survei beberapa waktu lalu, pasangan SOHE selalu unggul.
”Saya yakin pasangan SOHE yang akan dipilih rakyat karena sudah terbukti membawa Sumsel lebih baik,”ucapnya optimistis. 

Quick Count 

Adapun hasil sementara pelaksanaan Pilgub Sumsel hari ini dipastikan akan cepat diketahui masyarakat secara luas dengan hadirnya sejumlah lembaga survei yang akan mengadakan penghitungan cepat (quick count).

Lembaga lembaga tersebut, antara lain Jaringan Isu Publik (JIP) yang bekerja sama dengan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA, yang akan mengadakan perhitungan cepat di Hotel Horison, Palembang, sekitar pukul 16.00 WIB. Selain itu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Saiful Mudjani di Hotel Novotel sekitar pukul 15.00 WIB yang disiarkan langsung di MetroTV. Quick count lainnya dilaksanakan Puskaptis sekitar pukul 14.00 WIB di Hotel Horizon. ALDY Media Centre juga akan merilis hasil quick count versi LSI Saiful Mudjani di kediaman cagub Alex Noerdin di Jalan Merdeka, Palembang. 

Ketua KPUD Sumsel Syafitri Irwan mengatakan, KPUD Sumsel tidak menghalangi lembaga untuk menggelar penghitungan cepat. Namun, hasil resmi akan ditetapkan KPUD pada 14 September mendatang. Dia meminta seluruh lembaga survei agar memberikan informasi yang valid dan tidak membingungkan masyarakat. ”Jangan sampai hasil survei menjadi polemik di masyarakat,” ujarnya.

Panwas Terima Laporan Money Politics dan Black Campaign 

Sehari menjelang Pemilihan Gubernur Sumsel, pelanggaran pilkada semakin gencar. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Palembang menerima laporan adanya dugaan money politics (politik uang) dan black campaign dari dua lokasi berbeda, Rabu (3/9) kemarin.Temuan money politics itu disampaikan tim advokasi pasangan ALDY ke Panwaslu Palembang siang kemarin. 

Sementara, temuan penyebaran selebaran bernada black campaign diserahkan warga beserta anggota tim sukses pasangan SOHE. Ketua TimAdvokasiALDY Chairilsyah mengatakan, pihaknya menemukan adanya money politics dari laporan warga di kawasan RT 04, Kelurahan 1 Ilir. Modusnya dengan membagikan beras bantuan bergambar calon gubernur Sumsel dan bertuliskan Gubernur Sumsel. Selain itu, dalam karung beras berukuran 10 kg itu, terdapat kartu nama salah satu pimpinan parpol pendukung pasangan calon tersebut. 

”Penemuannya sekitar pukul 11.00 WIB di RT 04 1 Ilir, yang membagikannya orangorang dari posko pasangan tersebut,” ujar Chairilsyah di Kantor Tim Advokasi ALDY kemarin.

Selain melaporkan temuan dugaan MP, tim advokasi ALDY juga melaporkan manipulasi DPT dengan modus menghilangkan warga dari DPT, pemilih ganda, dan adanya pemilih siluman. Laporan tersebut disampaikan berikut barang bukti oleh salah satu anggota Tim Advokasi ALDY Heriyadi sekitar pukul 14.30 WIB kemarin. 

Sekitar setengah jam sebelumnya, Panwaslu Palembang menerima laporan adanya penyebaran black campaign berikut pelakunya berinisial Ar oleh warga di kawasan Jembatan Ogan, Kertapati, Palembang. Saat dimintai keterangan, Ar mengaku sama sekali tidak tahu siapa yang menyuruhnya menyebarkan selebaran gelap tersebut. Dia mengaku tidak mendapat upah sepeser pun dari pembagian selebaran tersebut.

Menurut pengayuh becak ini, selebaran yang berjumlah sekitar 50 eksemplar itu diletakkan begitu saja oleh seseorang yang tidak dikenalnya saat dia sedang berada di kawasan Pasar Induk Jakabaring. ”Waktu itu aku mau pulang, kemudian ada orang yang meletakkannya dalam becak aku. Aku sama sekali dak dapet duit,” ujar Ar di Panwaslu Palembang kemarin. 

Setelah itu, lanjut Ar, dirinya membagikan selebaran tersebut dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Namun, saat berada di pangkal Jembatan Ogan, dirinya ditangkap Hendra, salah seorang warga, beserta Syafei, salah seorang tim sukses SOHE, yang kemudian menyerahkannya ke Panwaslu Palembang.

Ketua Panwaslu Palembang Donny Suryadi mengatakan, pihaknya saat ini sedang memeriksa kedua laporan tersebut. Menurut dia, jika terbukti, kedua laporan itu akan diteruskan ke instansi berwenang, seperti KPUD dan polisi. 

Donny menambahkan, sebelumnya, pihaknya juga menerima laporan penyebaran black campaign berikut keempat pelaku. Dari keempatnya, Panwaslu menyita barang bukti berupa 7 eksemplar tabloid yang tidak jelas penerbitnya dan 50 lembar jadwal puasa bergambar salah satu pasangan calon. Selain itu, disita uang sebesar Rp60.000 yang terdiri dari selembar pecahan Rp50.000, selembar pecahan Rp5.000, dan lima lembar pecahan Rp1.000. 

”Dari keterangan tersangka, mereka mengaku diberikan upah sebesar Rp50.000 per orang dari seorang berinisial YLS, yang juga kaki tangan seseorang berinisial HR, yang mendapat upah Rp600.000,” tuturnya. (a fajrihidayat) 

***Harian SINDO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: