infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

BKSDA Sumsel Akui Kecolongan

Posted by infokito™ pada 1 Agustus 2008

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) mengaku kecolongan atas ditemukannya kegiatan penyelundupan satwa langka dilindungi undang-undang (UU).

Kepala Balai Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Dwi Sulistiono membenarkan, pihaknya kecolongan atas adanya penyelundupan satwa langka itu.Menurut dia,ini terjadi karena keterbatasan petugas KSDA. ”Petugas kita terbagi di dua provinsi,yakni Sumsel dan Bangka Belitung (Babel), sehingga wajar jika tidak terjangkau,” ujarnya kepada SINDO kemarin.

Menurutnya, KSDA tidak hanya kecolongan penyelundupan satwa langka trenggiling, tetapi satwa langka lainnya, seperti, ular, babi hutan, dan labi-labi hijau. Dwi menjelaskan, pihaknya terus mengawasi satwa dan tumbuhan yang dilindungi UU. Namun, ketika ditanya mengenai BKSDA yang terkesan tutup mata terkait penyelundupan satwa langka tersebut, dia membantah.

Menurutnya, pihaknya bukannya tutup mata melainkan terkendala peraturan yang ada. ”Kami terbatas petugas, jadi kami berat menjalankan tugas,” ucapnya mengelak.

Terkait dugaan adanya keterlibatan oknum KSDA bekerja sama dengan aparat yang membekingi penyelundupan satwa langka itu sehingga tersusun rapi dan menjadi sindikat internasional, Kepala BKSDA ini tidak mampu menjawab, dan tampak pucat sambil meninggalkan wartawan SINDO.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Klas I Palembang Fauzar Rocman mengatakan, setiap hewan dan tumbuhan wajib memiliki dokumen dari Balai Karantina Pertanian jika ingin dibawa keluar masuk, baik dalam maupun ke luar negeri. Khusus satwa jenis trenggiling, tidak diperbolehkan diberikan dokumen karantina apalagi jika diperjualbelikan.

”Seharusnya dokumen itu tidak boleh dikeluarkan karena menyangkut satwa langka,” paparnya. Fauzar menerangkan, hingga kini pihaknya masih menunggu penyidikan pihak kepolisian mengenai ada tidaknya oknum karantina yang terlibat dan adanya dokumen resmi dari Balai Karantina.

Dia juga memastikan apakah dokumen yang dikeluarkan dari Balai Karantina asli atau palsu, karena sebelum masa kepemimpinannya, kasus pemalsuan dokumen sudah pernah terjadi. ”Dulu, dokumen yang dikeluarkan untuk benih cabai,ketika diperiksa,malah berisi ular,” ungkapnya.

PT Angkasa Pura Hanya Fasilisator

General Manager (GM) PT Angkasa Pura II Cabang Palembang Resmi Wandi mengatakan, pihak Angkasa Pura hanya sebagai fasilisator jasa pelayanan angkutan penerbangan. Seluruh barang yang keluar masuk di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang harus memiliki dokumen resmi dari Institusi Balai Karantina Pertanian Klas I Palembang dan instansi bea cukai.

”Kedua instansi itu yang berhak memeriksa semua dokumen, sehingga ketika sudah memiliki sertifikat dokumen, pihak bandara tidak bisa melarang barang untuk masuk ke kargo,” ujar dia. Resmi menjelaskan, pihaknya tetap memiliki petugas di kargo, tetapi itu khusus untuk para penumpang yang membawa benda-benda berbahaya, seperti pistol, korek api, ponsel, dan benda-benda yang bisa membahayakan keselamatan penerbangan.

Ketika ditanya, apabila ada oknum petugas Angkasa Pura terlibat dalam bisnis tersebut, Resmi mengaku, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Hal senada dikatakan Kepala Dinas (Kadin) Pelayanan dan Operasi SMB II Palembang Damhir Sani. Menurut dia, sudah ada aturan resmi dan tertulis melarang membawa barang-barang ilegal.

”Kita sudah pasang aturan tertulis itu, disertai petugas sekuriti dan petugas Bea Cukai dan Balai Karantina Pertanian,” paparnya. Damhir menjelaskan, keluar masuknya barang-barang itudiperiksapetugasBeaCukai dan harus disertai dokumen resmi dari instansi tersebut.

Sementara, untuk hewan dan tumbuhan harus memiliki dokumen resmi dari petugas Balai Karantina Pertanian.

Asisten Manager Hukum, Pelayanan Pelanggan, dan Pengamanan, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Palembang Dwi Hertanto mengaku belum mengetahui adanya penyelundupan satwa langka tersebut. ”Saya baru tahu dari wartawan, tetapi dari jalur mana satwa langka itu diselundupkan,” katanya bertanya.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumsel Abusopah Ibrahim ketika dikonfirmasi mengatakan, isu mengenai keterlibatannya yang beredar dan sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab merupakan fitnah. (dadang d/hengky c agoes/edyparmansyah/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: