infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Pemkot Palembang Tawarkan Semi-Busway

Posted by infokito™ pada 30 Juli 2008

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menawarkan konsep semi-busway atau bus rapid transit untuk membenahi moda transportasi massal. Konsep ini segera dipaparkan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat pada Departemen Perhubungan.

Hal ini penting untuk permohonan dana dan kajian lalu lintas serta segala proses perizinan ke pemerintah pusat. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Syaidina Ali mengatakan, pengembangan moda transportasi massal di Kota Palembang sudah harus dirancang sejak awal.

Kota Palembang bakal memiliki bus rapid transit (BRT) dengan pola mirip busway, yakni dengan membangun tempat pemberhentian penumpang (shelter), jaringan trayek, serta sistem pengelolaan. “Kalau dilihat sekilas memang mirip busway.Tapi, untuk Palembang nanti sifatnya semi-busway karena memang tidak ada jalur sendiri seperti di Jakarta,” ujar dia kemarin.

Penerapan BRT akan efektif bila ada tambahan rute utama selain Jalan Sudirman, seperti rencana pembangunan Jembatan Musi III yang menghubungkan antara wilayah Seberang Ulu dan Ilir. Saat ini, ujar Syaidina, beban Jembatan Ampera semakin berat karena jumlah kendaraan yang melintas cenderung meningkat.

Karena itu, BRT lebih tepat diterapkan setelah Jembatan Musi III dibangun. Sebagai langkah awal, pihaknya akan mengajukan proposal dan menggelar diskusi seputar rencana penerapan BRT. Apalagi, lanjut dia, visi dan misi Kota Palembang hingga 2013 sebagai kota internasional yang berbudaya, sehingga sudah layak memerlukan moda transportasi massal. Meski begitu,dia masih meragukan konsep semibusway ini karena budaya masyarakat Palembang berbeda dengan di Pulau Jawa.

“Di sini, sedikit macet saja, orang sudah sibuk klakson- klakson,” tandasnya seraya menjelaskan, penerapan BRT memerlukan proses, seperti sosialisasi dan diskusi dengan masyarakat transportasi.

Salah satu caranya dengan mengundang pihak Organda, akademisi, Dinas Tata Kota dan Dinas PU, serta tokoh masyarakat. Syaidina menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan kajian terhadap sejumlah rute di Kota Palembang dan penempatan halte-halte, sekaligus masalah perizinan.

“Kita tentu berharap ada bantuan dana dari pusat,” ungkapnya. Dia menuturkan, Dishub akan mengusulkan penyediaan bus baru sebanyak 30–60 unit. Dengan asumsi, satu unit bus seharga Rp400 juta. Sedangkan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan 70 halte/shelter bisa dianggarkan dari APBD kota/ provinsi. Satu unit halte diperkirakan menelan biaya Rp20–30 juta.

“Nanti terlebih dulu akan kita buat daerah percontohan. Namun, dalam waktu dekat kita akan bangun jembatan penyeberangan di depan kantor gubernur dan contoh halte,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Organda Kota Palembang Fachruddin Jamal menyatakan, secara prinsip, dia setuju ada moda transportasi massal seperti BRT. Namun, dampak keberadaan BRT juga harus diperhatikan.

“Kita masih melihat bagaimana pengaturannya. Jangan sampai menambah kepadatan,” tukasnya. Menurut dia, kondisi bus dan angkutan umum sekarang saja sudah cukup sulit. Bahkan, dapat dikatakan setengah mati, setengah hidup. Apalagi, bila dilihat sejumlah jalur utama di Palembang masih minim dan paling banyak tertumpu di Jalan Sudirman.

Dia khawatir jika BRT diterapkan di sepanjang Jalan sudirman, justru malah menambah kemacetan. Pasalnya, seluruh kendaraan umum bermuara ke Jalan Sudirman, seperti bus kota jurusan Bukit–Plaju, Ampera–Kenten, dan angkot-angkot lain.

Untuk itu, penambahan kendaraan umum harus seimbang. Bagi bus yang sudah uzur dapat segera ditarik dan diganti dengan yang baru. “Adanya BRT,saya pikir masyarakat bakal banyak pilihan,” pungkasnya. (siera syailendra/ ashariansyah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: