infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

PLN S2JB Defisit 150 Mega Watt

Posted by infokito™ pada 24 Juni 2008

PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB), hingga 21 Juni 2008, mengalami defisit 150 mega watt (MW). General Manager (GM) PT PLN(Persero) WS2JB Mochammad Sulastyo mengatakan, selain defisit sebesar 150 MW, PLN Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) dan Sumatera bagian tengah mengalami kondisi beban puncak sebesar 1558,5 MW dengan daya tampung pembangkit sebesar 1408,5 MW. Akibatnya, pihaknya terpaksa melakukan pemadaman dengan masing-masing daerah, seperti Jambi 9%; Sumatera Selatan (Sumsel) 20%; Bengkulu 7,7%; Sumatera Barat (Sumbar) 25,5; Riau 15,8%; dan Lampung 22%.

”Pemadaman tersebut akan dilakukan secara rutin pada pukul 17.00 WIB–22.00 WIB pada daerah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu,hingga 30 Juni mendatang,” katanya.

Dia menuturkan, terjadinya pemadaman disebabkan banyak faktor, di antaranya perbaikan, pemeliharaan, dan penurunan kemampuan (derated) dari mesin pembangkit. Penurunan kemampuan PLTA juga diakibatkan variasi musim dan keterbatasan BBM di Jambi dan Bengkulu. Besaran pemadaman bergulir cabang Palembang sekitar 18,5 MW; Lahat 10,5 MW; Jambi 13,0 MW; dan Bengkulu 9,5 MW.

Sulastyo mengatakan, perbaikan untuk menormalkan kembali kondisi listrik dilakukan pada vibrasi turbin PLTU Ombilin uni 2 (1×100 MW) yang diperkirakan pada 30 Juni kembali normal. Sementara, perbaikan sistem Sumbagsel diperkirakan kembali normal pada 1 Juli 2008.

”Kami sangat mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat berhemat listrik, terutama pada jam puncak sehingga gangguan tersebut dapat secepatnya kita tanggulangi,” ujarnya. Terlebih saat ini, kata dia, masyarakat masih menikmati kecilnya biaya pembayaran rekening listrik, setelah pemerintah memberikan subsidi listrik dari Rp1.830 per KWH menjadi Rp650 per KWH.

Akibatnya, puncak arus listrik semakin dirasakan PLN pada waktu istirahat. Pada awal tahun ini,tambah Sulastyo, PT PLN berinisiatif melibatkan para dai seperti Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyosialisasikan penghematan listrik.

”Alim ulama ini sebagian dari pihak yang kita libatkan, para guru juga dilibatkan untuk menyampaikan pesan ini kepada anak didiknya,”katanya. Manager Bidang Produksi Pembangkit wilayah Sumbagsel Margo Santoso mengatakan, selain perbaikan PLTD/- PLTG di Tarakan,Batang Hari, Bengkulu, dan Teluk Betung, PLN juga mengalami krisis BBM. Besarnya biaya operasional mengakibatkan PLN harus melakukan penghematan listrik.

”Penghematan 20% terus kita lakukan menggunakan lampu hemat listrik. Namun pada kenyataannya, lampu tersebut juga sulit didapat masyarakat, terutama di daerah-daerah,” ucapnya. Bahkan, setiap triwulan pihaknya melakukan tingkat mutu pelayanan (TMP) setelah melihat hasil dari pemadaman yang dilakukan.

Dia menuturkan, PLN juga memberikan jaminan kepada pelanggan dengan cara pemotongan biaya beban rekening sebesar 10%. ”Secara otomatis kami lakukan pemotongan itu karena masyarakat pasti dirugikan dengan pemadaman tersebut,” tuturnya. (jemi astuti/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: