infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Pemprov Sumsel Segera Bentuk Sriwijaya Crisis Centre

Posted by infokito™ pada 14 Juni 2008

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) segera membentuk struktur tim Sriwijaya Crisis Centre (SCC). Tim ini dibentuk untuk mengantisipasi bencana alam. Nantinya aktivitas SCC akan dipusatkan di Gedung SCC Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Asisten Ketataprajaan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Erman Robain Sirodj mengatakan, pembentukan SCC ini merupakan amanat dari presiden dan gubernur, yang mengimbau pemerintah daerah harus tanggap terhadap bencana. Sebab, setiap kali bencana terjadi, rentan memakan korban kepada masyarakat. SCC nantinya beroperasi dan standby selama 24 jam penuh.

”Kita sudah membangun Gedung SCC. Sekarang kita bentuk tim yang akan mengoordinasi semua bagian yang tergabung dalam SCC itu, jangan sampai terjadi tumpang tindih,” ujar Erman pada rapat pembentukan tim SCC di ruang rapat Bina Praja Provinsi Sumsel Kamis (12/6).

Seperti diketahui, sebagai upaya tanggap darurat terhadap bencana, Pemprov Sumsel membangun SCC di lokasi Bandara Internasional SMB II Palembang. Bangunan SCC dibangun di gedung eks Kantor Wilayah Perhubungan dengan anggaran sebesar Rp3 miliar. SCC merupakan kantor tempat menyimpan peralatan dan regu tanggap bencana. Dengan adanya SCC, semua kemampuan yang dimiliki Sumsel dapat dikoordinasi dengan cepat ketika terjadi bencana.

”Semua peralatan kita punya, mulai regu perahu karet, tagana, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran.Tetapi, itu semua masih terpisah pada dinas masing-masing,” ujarnya.

Namun, untuk dapat mengoordinasi semua itu, diperlukan suatu tim yang terstruktur dan siap komando. Tidak hanya peralatan, seperti tagana, semua dinas teknis lingkungan pemprov juga terlibat dalam SCC. Dinas PU Bina Marga dengan peralatan beratnya juga akan terlibat sebagai garis depan bencana tanah longsor.

”Semuanya terlibat dan dikoordinasikan lewat komando SCC,” ungkapnya. Erman menjelaskan, saat ini sedang dibahas struktur dan siapa yang bakal ditunjuk menjadi komando SCC. Pembahasan tersebut dilakukan guna menghindari adanya tumpang tindih tanggung jawab. Dengan adanya SCC, kata Erman, diharapkan dapat memudahkan mobilisasi dan koordinasi ketika menghadapi bencana yang terjadi.

”Kita telah membuktikan dengan bencana gempa di Bengkulu dan Tsunami di Aceh sebelumnya, tidak ada tujuan lain hanya memudahkan koordinasi dalam menghadapi bencana,” katanya.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Provinsi Sumsel Fadjri Nashir mengatakan, SCC dibentuk untuk dapat mengoordinasikan semua unit dan satuan tanggap bencana, sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih dan atau saling lempar tanggung jawab.

”Ini tidak akan terjadi tumpang tindih, karena juga akan dikoordinasikan bersama-sama unit yang lainnya,” katanya. (berli zulkanedi)*SINDO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: