infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Sisi yang Tidak Diekspos Media Tentang FPI

Posted by infokito™ pada 11 Juni 2008

Front Pembela Islam (FPI) sebenarnya sudah lama jadi incaran aliansi musuh Allah SWT yakni kelompok gabungan antara kelompok liberal, kelompok maksiat (prostitusi, perjudian, dan pornografi), kelompok kuffar, dan aparat serta pejabat yang selama ini mendulang uang haram dari perputaran bisnis haram tersebut.

Abdurrahman Wahid saja, gembong kaum liberal dan sekutu Zionis, dengan sangat pede menyatakan jika dirinya sudah 15 tahun berjuang hendak membubarkan FPI. Itu berarti sejak tahun 1993. Padahal FPI baru berdiri tahun 1998. Walau demikian kita hendaknya maklum dengan pernyataannya yang ngawur ini karena memang orang yang sudah kena serangan stroke dua kali biasanya banyak syaraf yang sudah tidak terkoneksi dengan baik.

Sejak berdiri pada tahun 1998, FPI memang getol memerangi tempat-tempat maksiat. “Sudah banyak tokoh dan elemen Islam yang menyampaikan amar ma’ruf, maka kami memang mengkhususkan diri pada Nahyi Munkar. Tapi tentu dengan prosedur yang benar secara hukum formal, ” demikian ujar Habib Rizieq.

Keberanian FPI ini dalam menggempur lokasi-lokasi kemaksiatan memang tidak main-main. Rumah-rumah pelacuran, rumah judi, termasuk kantor tempat raja media porno dunia “Playboy”di Jakarta, semua diganyang oleh laskar Islam yang satu ini. Bagi media massa, baik cetak, radio, maupun teve, tindakan FPI tersebut memang merupakan berita yang layak dijadikan tajuk utama. Sayangnya, media-media yang juga banyak disusupi kelompok liberal dan kelompok penyuka kemaksiatan ini yang diekspos adalah kekerasan FPI semata.

Padahal, kekerasan atau penyerbuan yang dilakukan FPI merupakan jalan terakhir yang terpaksa diambil FPI setelah melewati berlapis-lapis prosedur, di antaranya mendesak kepolisian untuk berbuat.

“Media massa hanya mengekspos hal itu, tapi tidak memuat apa yang kami lakukan sebelum itu, ” ujar Habib Rizieq dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu.

Penyerbuan atau pengrusakkan merupakan langkah terakhir yang diambil FPI setelah melewati tahap-tahap sebelumnya. Habib Rizieq memaparkan, “Jika ada informasi yang menyebutkan di suatu tempat ada lokasi yang tidak beres, maka kami biasanya mengirim intelijen kami yang terdiri dari beberapa orang untuk menggali informasi yang valid. Jika benar itu tempat yang tidak beres, maka ada dua pengelompokkan yang FPI lihat. Jika tempat maksiat itu didukung warga sekitar dalam arti banyak warga sekitar yang mencari nafkah di sana dan menggantungkan hidupnya di sana, maka kami kirim ustadz untuk memberi pencerahan. Ini sisi amar ma’ruf FPI. Kami mendirikan pengajian dan sebagainya.”

“Namun jika tempat maksiat itu ternyata meresahkan warga sekitar, dan banyak yang dilindungi oleh preman terorganisir atau malah ada oknum aparat yang ikut melindungi, maka kami biasanya melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian agar polisi bisa bersifat pro-aktif. Jika sampai waktu yang kami minta belum ada tindakan apa pun juga dari kepolisian, kami melayangkan surat kembali mendesak agar aparat segera turun tangan. Ini kami lakukan sampai tiga kali. Namun jika aparat ternyata diam terus, tidak menunjukkan itikad baik untuk menyikat kemaksiatan, maka FPI pun segera mengirim surat pemberitahuan bahwa FPI akan mengirim laskarnya ke tempat tersebut untuk membantu tugas kepolisian. Ini semata-mata kami lakukan karena polisi tidak bertindak, ” lanjut Habib.

“Kami membantu tugas kepolisian. Ini patut diberi tekanan. Karena polisi terlalu sibuk sehingga tempat maksiat tersebut tetap berjalan dengan aman dalam meracuni masyarakat, maka laskar kami yang turun. Selain memberi surat kepada polisi, kami pun melayangkan surat pemberitahuan berlapis-lapis kepada pengeloal tempat kemaksiatan itu, dan biasanya mereka membandel karena menganggap polisi saja tidak berani membereskannya, apalagi FPI. Tapi sekali lagi saya tekankan. FPI berjuang untuk menegakkan agama Allah, jadi kami tidak kenal takut terhadap segala kemaksiatan. Mereka yang berada di jalan setan saja berani, masak kami yang berjaung di jalan Allah harus takut?” tegas Habib.

“Sisi inilah yang jarang diekspos media massa sehingga masyarakat banyak tahunya kami ini organisasi anarkis. Padahal kami telah melakukan berlapis-lapis peringatan, bahkan berkoordinasi dengan kepolisian dan sebagainya, ” tambah Habib.

Sebenarnya, media-media massa di negeri ini banyak yang mengetahui hal tersebut. Namun disebabkan mereka memang banyak yang berkepentingan agar FPI bubar, maka yang diberitakan adalah sisi kekerasan dari FPI. Padahal, FPI hanya membantu tugas kepolisian yang terlalu sibuk dengan tugas-tugas rutin seperti “razia” di jalan-jalan dan sebagainya. (rz)

eramuslim

7 Tanggapan to “Sisi yang Tidak Diekspos Media Tentang FPI”

  1. O-S said

    nah lo…………

  2. aidam said

    sdh saya duga pasti seperti itu, tak mungkin orang sekelas habib rizieq bertindak gegabah tanpa perhitungan yang sangat matang
    maju truuss FPI

  3. boys said

    Ya memang bangsa ini bobrok, terlihat sekali semua kebodohan orang2 di pemerintahan, saya juga aneh ketika SBY mengeluarkan pendapat tentang kejadian di monas,dia dengan sok pahlawannya bilang negara melarang kekerasan tapi dia tidak pernah mikir apa sih penyebabnya. Tapi ketika mahasiswa unas yang dipukuli oleh yang namanya polisi apa berani dia bilang dan berbicara dengan lantang menentang kekerasan yang dilakukan polisi…dimana kamu SBY……
    Saya tau dibalik semua itu SBY sebenarnya telah dipengaruhi oleh orang2 yang ingin merusak bangsa ini…

  4. muslihah said

    “Ketika Tangan dan Kaki Menangis Penyesalan”

    Ketika Tangan dan Kakimu di tanyakan satu persatu, anggota tubuhmu Syahdan menangis tersedu-sedu.

    “Apa yang telah kau perbuat di dunia ini? kenapa kau menyakiti sesama Saudaramu,
    tidakkah kau lihat AKU telah menciptakan Ciptaan yang Indah dan berwarna – warni.

    Tidak kah kau lupa ayat-ayat KU yang bertebaran di mana-mana, tidakkah kau lihat rupa KU, wajahKU yang berada dimana-mana, melampaui Masa dan waktu. lihatlah dengan Nuranimu.

    Lupakah kau….. KUciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, berlainan jenis, cara menyembahKU yang memang berbeda, supaya kalian saling mengenal, perubahan itu sendiri adalah kepastian.

    Kalian saling menyakiti, bunuh membunuh. Lupakah kau… bahwa AKU tak pernah meninggalkanmu, AKU mengalir dalam dirimu AKUlah Ayah, Ibu Mu, Cinta itu sendiri adalah AKU, Apa yang kau ketahui tentang Kebenaran!
    AKUlah yang membelamu, bukan AKU yang kau bela tapi nafs mu..

    Dengan Bersuara lantang menyebutKU, tapi tanganmu berlumuran darah dan tangisan orang – orang yang kalian sakiti.

    Adakah pembelaan untukmu, Naar “Api” itu aku ciptakan tidak jauh “Api” “Amarah, Dendam, Kebencian dan Rasa Penyesalan” didalam dirimu akibat ulahmu terhadap Saudaramu, Mahluk CiptaanKU, kau mengira lebih dekat denganKU, Doa orang yang tersakiti dan teraniaya yang selalu berada disini disisiKU

    Ampunan, Pemaafaan, Cinta dan Kasih itulah Sorga Untukmu

    Yang selalu ada di dalam dirimu

  5. farah said

    Masalahnya bukan soal Ahmadiyah, Kasus Ahmadiyah hanya starter setelah itu Agama2 Kepercayaan Asli Indonesia yang sudah ada sebelum datangnya agama Import (malah hidup rukun2 n harmonis aja tuh), lalu Syiah, lalu Sunni, Lalu Budha, lalu Hindu, Lalu Kristen waht’s next ? karena Paham Wahabi (Gerakan yang didirikan Oleh Abdul Wahab, yang membunuh anak&Cucu nabi Muhammad SAW, paham yang penuh dengan kekerasan) memang mau mendirikan negara Islam dan Syariat Islam di Indonesia, agar gampang menjarah Ibu Pertiwi kita, kalo mau bukti cari documentary Film “Zetgeist” disitu diperlihatkan bukti2 bahwa Arab dan US bersekongkol, secara di dunia ini penghasil senjata cuma US, Rusia and soon, lalu dari mana Arab dapat senjata, lalu dari mana US dapat Minyak, nah lhooooo….
    Kita di buat perang atas nama agama, agama yang maha besar mau di bela sama mahluk yang lemah dan bodoh?

  6. andri said

    fpi….. fpi, kalian sebenarnya kelompok yang baik, taat beribadah dan tinggi dalam pemahaman islam terutama dalam hal amar ma’ruf dan nahi munkar.
    tapi sayang…. kalian mudah di Provokasi sehingga sering berlaku kasar terhadap sesama manusia
    Sayang…. Sayang….
    nama islam justru rusak karena kalian mengenakan nama Front “PEMBELA” Islam.
    tahan diri akhi, jangan terlalu kasar
    saya curiga, kalian telah disusupi oleh provokator.
    wasalam.

  7. andri said

    untuk Munarman mukamu jangan sok jago seperti itu, lo nggak ada apa apanya dibumi ini, hati hati kalo lo balik ke Palembang, lo bisa “dibasahi” paham kan…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: