infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Cokelat Narkoba Manis-manis Pedas

Posted by infokito™ pada 11 Juni 2008

Andrian dan Rida Wahyu sampai kemarin tidak tahu kenapa cokelat yang dimakannya membuat kepalanya seperti pusing-pusing dan dadanya sesak untuk bernapas, kemudian membuat semua menjadi gelap gulita. Ia juga tidak tahu kenapa sampai sekarang badannya masih lemes, dan pinginnya tidur terus.

“Cokelatnya sih enak, Om. Rasanya manis-manis pedas, gitu. Tapi habis makan cokelat Rida itu, rasanya gelap banget. Dada ni rasanya sesak untuk bernapas. Terus tahu-tahu sudah di sini (Rumah Sakit Fatmawati). Rasanya sekarang pingin tidur muluk. Ngantuk,” ungkap Andrian yang sampai Selasa (10/6) masih tergolek di rumah sakit.

Andrian dan Rida Wahyu adalah siswa TK Sekar Bangsa, Cilandak, Jakarta Selatan, yang menjadi korban keteledoran orangtuanya menaruh narkoba. Rida Wahyu yang masih lugu tidak tahu kalau cokelat Alpine yang ditemukannya di dalam kulkas di rumahnya itu ternyata narkoba. Rida membawanya ke sekolah untuk bekal.

Melihat bentuknya yang unik, Senin (9/6) pagi di sekolahnya Rida dengan bangga memamerkannya ke rekan-rekannya.

Rida kemudian membagi kebahagiaannya itu dengan membagi-bagikan cokelat miliknya ke rekan-rekannya. Ada empat teman Rida yang mendapat bagian, yakni Andrian, Noval, Rushi Illalang, dan Valerian Andri. Mereka berlima kemudian memakan cokelat pemberian Rida bersama-sama.

Pada awalnya mereka senang. Sebab cokelat milik Rida itu selain bentuknya yang unik dan mungil, rasanya juga enak, manis-manis pedas. Mereka belum pernah merasakan makan cokelat semacam ini. Bahkan karena rasanya yang enak, Andrian sampai minta lagi pada Rida. Karena merasa jumlah cokelatnya masih banyak, Rida tidak keberatan menambah sesuai permintaan Andrian.

Tapi hanya dalam hitungan menit, mereka langsung geloyoran seperti orang mabuk. Ada yang menabrak pintu ada yang menabrak tembok dan ada yang langsung pingsan. Guru-guru TK Sekar Bangsa langsung panik melihat lima anak didiknya mengalami peristiwa ini.

Mereka membawanya ke Puskemas terdekat. Dokter di Puskemas tidak sanggup menanganinya dan langsung dibawa ke RS Fatmawati.

Setelah diperiksa di rumah sakit baru diketahui kalau cokelat yang dimakan anak-anak TK Sekar Bangsa ini adalah narkoba jenis Happy Five. Setelah mendapat perawatan, tiga diantaranya, Noval, Rushi, dan Valirian, sudah boleh pulang, Senin sore. Sementara Andrean dan Rida, karena makan lebih banyak dari teman-temannya, baru sadar, Selasa (10/6) pagi.

Menurut keterangan Wakabid Pelayanan IGD RS Fatmawati dokter Ugi Sugiri, untuk mempercepat pengembalian kondisi kesehatan anak-anak yang terkena pengaruh narkoba ini adalah dengan mengeluarkan zat aditif dalam tubuh mereka.

“Gampangnya, mereka kita masukin cairan yang banyak. Mereka kemudian akan lebih sering kencing. Kandungan spikotropika yang ada dalam tubuhnya akan keluar lewat air seni. Diharapkan dengan begitu mereka akan cepat pulih. Syaraf mereka tidak akan terpengaruh lagi zat psikotropika,” jelasnya.

Menurut keterangan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Chairul Arifin, dari hasil pemeriksaan, ibu Rida Wahyu, Sri, menemukan Happy Five di dalam tas suaminya. Ia tidak tahu kalau itu narkoba. Barang itu kemudian ditaruh di kulkas dan kemudian diambil Rida Wahyu, yang mengiranya cokelat karena memang dibungkus dengan bungkus cokelat Alpine.

“Jumlahnya 30 butir. Yang dimakan anak-anak 11 butir. Jadi masih sisa 19 butir,” jelas Chairul.
Polisi sekarang tengah mengejar suami Sri, Rudi yang berprofesi sebagai sopir kontainer. Ada dugaan, diam-diam Rudi pengedar Happy Five. Sebab kalau hanya dipakai sendiri, jumlahnya barang yang dimiliki hanya sekitar 2 sampai 3 butir. (persda network/ugi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: