infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Munarman: Aku Biaso Bae

Posted by infokito™ pada 10 Juni 2008

Setelah lima hari sejak dinyatakan buronan Mabes Polri, Munarman (39) yang dituduh terlibat insiden Monas, mendatangi Polda Metro Jaya. Ia datang seorang diri naik taksi dan langsung masuk ke Gedung Direktorat Reserse Umum Polda Metro Jaya, sekitar pukul 19.50 tadi malam.

Munarman sejak Rabu pekan lalu menjadi tokoh yang paling dicari dan diburu tim khusus kepolisian. Ia memenuhi janjinya akan datang Polda Metro Jaya dan bertanggung jawab atas tuduhan bertanggung jawab –atas insiden kekerasan di Monas Minggu (1/6) siang– beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang pembekuan Ahmadiyah.

“Aku dateng dewek, kan idak lari… Aku biaso bae, (Saya datang sendiri, karena tidak melarikan diri… Saya biasa saja) sesuai janji (akan datang ke Polda apabila SKB diterbitkan),” kata Munarman saat dihubungi Sripo lewat nomor telepon seluler salah satu pengacara. Kontak telepon ini terjadi beberapa menit setelah ia tiba di Mapolda.

Kemunculan tiba-tiba Munarman ini, sempat mengejutkan puluhan wartawan yang sudah seminggu terakhir ini nongkrong untuk menanti kemunculan Munarman. Turun dari taksi, Munarman langsung menuju ruangan Kasat-1 Serse Umum AKBP Tornagogo Sihombing.
Dari ruang inilah ia bertemu dengan salah satu pengacaranya dari Tim Pembela Munarman, Lukmanul Hakim. Kemudian langsung menuju Ruangan DitSerse Umum. Pengacara lainnya seperti Nazori Doak Achmad, Chairil Syah, dan Zen Smith, semua pengacara ini berasal dari Palembang, bergabung beberapa menit kemudian.

Ketika ditanya keberadaannya beberapa hari terakhir sejak menjadi buronan polisi, “Aku di sinilah (Jakarta),” katanya. “Itu dak (tidak) penting, rahasia lah,” kata Munarman. Dalam kontak telepon satu menit 37 detik itu, nada bicaranya terdengar santai bahkan sambil tertawa-tawa diselingi berisik suara di sekitarnya.

Keluaganya yang tinggal di Palembang, mengaku lebih tenang sejak Munarman muncul apalagi setelah diketahui bahwa ia dikenakan tuduhan terorisme.

“Terus terang kita bangga, ustad (panggilan Munarman) konsekuen dengan janjinya. Kita juga haru, ia berjuang dan mengorbankan anak-anak dan isteri, serta keluarga lainnya,” kata Mediyanto, adik Munarman yang masih tinggal di Palembang, dan lebih banyak menemani orangtuanya.

Hingga kemarin siang, sebenarnya pencarian terhadap Munarman semakin diintensifkan. Di Pelabuhan Merak, Banten, penyeberangan Pulau Jawa Sumatera, pengejaran terhadap mantan Koordinator Kontras atau Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) diintensifkan. Kendaraan dan penumpang yang memasuki kompleks pelabuhan diperiksa secara cermat. Polisi mencermati setiap orang sambil mencocokkan wajah yang tertera di foto.

Dituduh Teroris

Munarman selaku Panglima Komando Laskar Islam menjadi tersangka insiden Monas ketika massa FPI menyerang massa Aliansi untuk Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan yang mendukung Amadiyah. Mantan Ketua BP YLBHI ini juga diancam pasal Undang-Undang No 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Terorisme.

Tim Pembela Munarman yang bermarkas di Bendungan Hilir, menilai tuduhan teroris terhadap Munarman ini dinilai berlebihan, “Sangat berlebihan dan terkesan mencari-cari pasal yang memberatkan (bagi Munarman,” demikian surat protes Tim Pembela Munarman (TPM).

Di Palembang, protes juga disampaikan oleh Direktur LBH Etty Gustina. Etty menilai, polisi menyalahi prosedur dalam penggeledahan dan penyitaan barang-barang Munarman. “Tuduhan teroris terhadap Kiai (kakak) Maman, berlebihan. Idak kreatif nian (sangat mengada-ada),” kata Etty, ketika dihubungi melalui telepon, Senin sore.

Surat protes TPM ditanda-tangani 14 advokat, diantaranya Nazori Doak Achmad, Syamsul Bahri Radjam, Zen Smith dan Lukmanul Hakim, diterima Sripo, Senin (9/6) sore. Mereka memprotes penggeledahan di Pamulang yang dilakukan sekitar 20 anggota Polda Metro Jaya, Sabtu (7/6) malam.

TPM menilai penggeledahan dan penyitaan 41 barang-barang pribadi milik Munarman, dinilai berlebihan dan melanggar prosedur. Barang-barang yang disita pun tidak ada hubungan dan kaitan dengan insiden Monas yang disangkakan sebelumnya.

Tim pengacara menganggap penggeledahan dan penyitaan barang-barang Munarman itu bertentang dengan KUHAP atau Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Menurut TPM, “Kami meminta agar barang-barang yang disita dari rumah Munarman segera dikembalikan.” (tris)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: