infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Pemprov Sumsel Naikkan Tarif AKDP 18,40%

Posted by infokito™ pada 27 Mei 2008

Pemprov Sumsel secara resmi menetapkan kenaikan tarif angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) sebesar 18,40%. Penetapan tarif baru ini menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Rapat penentuan tarif berlangsung di ruang rapat Bina Praja Provinsi Sumsel, dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel Budi Raharjo, dan dihadiri instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel dan DPD Organda Sumsel.

Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel Budi Raharjo mengatakan, dengan kenaikan rata-rata 18,40%, maka tarif dasar batas atas dan batas bawah untuk AKDP sebesar Rp134,84 dan Rp89,90 per penumpang per km. Tarif baru tersebut berlaku untuk semua AKDP segala jurusan dalam Provinsi Sumsel.

”Sejak rapat ini digelar dan diputuskan, maka semuanya harus mengacu pada batasan tarif yang ditentukan,” kata Budi kepada sejumlah wartawan usai memimpin rapat penyesuaian tarif AKDP di Pemprov Sumsel, kemarin. Penghitungan tarif tersebut, kata dia, sudah ditentukan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam SK Gubernur Sumsel yang akan ditandatangani hari ini (kemarin).

”Mungkin paling lambat malam ini SK Gubernur sudah keluar untuk mengatur tarif baru. Tetapi, sejak saat ini (kemarin), kenaikan 18,40% sudah berlaku,” ujarnya. Budi mengancam,bila terdapat pengusaha atau pengemudi AKDP yang menaikkan tarif di luar ketentuan tersebut, akan dikenai sanksi administratif berupa pembekuan hingga pencabutan izin trayek dan izin operasional.

Untuk itu, Kepala Dinas Perhubungan diminta terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan. ”Jangan sampai masyarakat menjadi korban,” ujarnya berpesan. Selain itu, Pemprov juga meminta kepada Dishub untuk melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi kenaikan tersebut ke kabupaten/kota. Sosialisasi terpaksa dilakukan bersamaan dengan penerapan tarif baru.

”Kalau kita tunggu sosialisasi lagi, pengusaha akan terus merugi, karena sejak kemarin, mereka sudah membeli BBM dengan harga yang baru,” ucapnya. Selain itu, kata Budi, kenaikan tarif ini juga bertujuan membatasi adanya penentuan tarif secara sepihak oleh pengusaha angkutan yang menyebabkan konsumen (masyarakat) semakin terbebani.

Di tempat yang sama,Kepala Seksi (Kasi) Perkeretaapian dan Jalan Novri Dalimunthe menambahkan, tarif yang ditentukan tersebut merupakan angka yang paling tepat untuk mengimbangi kenaikan harga BBM. Tarif tersebut juga hanya untuk kelas ekonomi, sementara kelas VIP dan eksekutif diserahkan kepada mekanisme pasar.

”Angka 18,40 ini sudah sangat maksimal,karena jika melebihi angka itu, akan menimbulkan dampak yang luar biasa, seperti penurunan jumlah penumpang dan beban masyarakat selaku pemakai jasa,”tuturnya. Secara rinci,Novri melanjutkan, tarif batas atas sebelumnya yakni Rp113,87 menjadi Rp134,84 per penumpang per km, dan Rp75,92 menjadi Rp89,90 per penumpang per km untuk batas bawah.

Sementara tarif dasar yang ditentukan sebesar Rp94,90 menjadi Rp112,37 per penumpang per km. Sementara itu, menyusul penetapan kenaikan harga BBM, AKDP berbagai jurusan sudah menaikkan tarif secara sepihak hingga 25%. Menurut pengakuan pengelola PO kepada SINDO,mereka terpaksa menyesuaikan tarif secara sepihak tanpa menunggu tarif resmi dari pemerintah daerah.

Sebab, sejak Sabtu (24/5) kemarin, mereka sudah membeli bahan bakar dengan harga baru. Sehingga, jika harus menunggu keputusan resmi, mereka akan mengalami kerugian dengan meningkatkan biaya. ”Kami terus melayani penumpang. Sementara tarif belum ditentukan. Kalau menunggu, kami merugi,” ujar pengelola PO Giri Indah Ali di Palembang kemarin. Hal yang sama juga dilakukan perusahaan angkutan lain,seperti Bus Bengkulu Indah yang melayani rute Palembang– Lubuklinggau dan Bengkulu.

Semula, harga tiket Palembang–Bengkulu sebesar Rp170 ribu, tetapi sejak kenaikan harga BBM menjadi Rp200 ribu.Sedangkan pada agen travel Kamrata Jaya yang melayani rute Palembang– Tanjung Enim, semula memberlakukan tarif Non-AC sebesar Rp35 ribu, tapi sejak kenaikan menjadi Rp45 ribu, sedangkan yang AC dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu.

”Kalau sudah ditetapkan, kita ikuti, tetapi sayangnya terlambat. Sementara itu, solar sudah naik lebih dulu sejak kemarin,” ujar penjual tiket travel Kamrata Jaya yang mengaku bernama Ali. (berli zulkanedi/SINDO)

Satu Tanggapan to “Pemprov Sumsel Naikkan Tarif AKDP 18,40%”

  1. infogue said

    Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com
    http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/pemprov_sumsel_naikkan_tarif_akdp_18_40_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: