infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Demo Tolak BBM Meluas

Posted by infokito™ pada 17 Mei 2008

Aksi penolakan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di berbagai daerah terus berlangsung. Selain di Makassar, aksi penolakan juga terjadi di sejumlah daerah lainnya, seperti di Palembang, Palangkaraya, Batam, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bengkulu dan Sumatera Utara (Sumut).

Di Batam, ratusan mahasiswa mendatangi gedung DPRD. Mereka menemui tujuh fraksi, di antaranya FPDIP, FPKS, FPPP, FPKB, FPDS. Mereka membawa sejumlah poster bertuliskan ”Saatnya selamatkan bangsa dari kenaikan harga BBM” dan ”Indonesia not for sale”.

Di Bangka, aksi unjuk rasa juga berlangsung memanas. Ratusan mahasiswa menentang kebijakan pemerintah tersebut. Unjuk rasa dilakukan dengan aksi long march di jalan utama Kota Pangkalpinang sepanjang 3 km sambil membawa spanduk penolak BBM. Akibatnya, lalu lintas macet. Meski begitu, hingga akhir demo tidak ada bentrokan antara kepolisian dan mahasiswa. Koordinator unjuk rasa Feli Effendi menyatakan, di era modern sekarang ini ternyata kehidupan rakyat semakin terpuruk. Ditambah lagi, dengan beban kenaikan harga BBM.

”Mimpi kedamaian di era merdeka ternyata tidak didapati bagi sebagian rakyat Indonesia.Kebenaran terobek-robek dengan praktik kapitalis yang menyengsarakan,” ujarnya.

Di NTB, DPRD mendukung keinginan masyarakat, termasuk Asosiasi Sopir Kendaraan Umum (Askum) Lombok, untuk menolak rencana kenaikan BBM. Pernyataan tersebut disampaikan anggota DPRD NTB antara lain Lalu Syamsir, Johan Rosihan, dan Ramli Yusuf saat berdialog dengan ratusan anggota Askum yang mendatangi gedung DPRD.

Menurut Syamsir, DPRD NTB ikut menolak kenaikan BBM. Buktinya, belum naik saja harga berbagai kebutuhan pokok sudah naik duluan. ”Untuk itu, apa pun alasannya rencana kenaikan BBM harus ditolak,” tandasnya. Dia berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk meninjau kembali rencana kenaikan BBM. Dia sadar kenaikan BBM memang kebijakan nasional, tetapi pihaknya tidak akan tinggal diam. ”Kami akan menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat.” Aksi penolakan juga dilakukan ratusan kalangan mahasiswa.

”Terakhir yang datang ke DPRD adalah dari Himpunan Mahasiswa Islam dengan membawa kayu bakar dan kompor sebagai simbol atas semakin miskinnya rakyat jika BBM dinaikkan,” terang Syamsir.

Di Manado, Sulawesi Utara, demo penolakan kenaikan BBM juga terus dilakukan. Bahkan, memicu aksi borong bahan bakar elpiji di wilayah Sulawesi sehingga agen penjualan cepat kehabisan pasokan.

”Dua pekan terakhir ini agen penjual elpiji selalu kehabisan stok, karena masyarakat pengguna bahan bakar tersebut khawatir terjadi kenaikan, kalau dihitung kenaikannya bisa mencapai 30%,” kata Manajer Pemasaran Instalasi Elpiji Filling Point Makassar Lucky Pangemanan kemarin. Akibat aksi borong elpiji tersebut, agen elpiji yang sebelumnya tidak pernah kehabisan stok, dalam dua pekan terakhir ini kekurangan stok elpiji.

”Setelah dicek di lapangan, sebagian besar agen terutama di kota-kota di Sulawesi kehabisan stok lebih cepat dari biasanya,” terang Lucky.

Di Palembang, ratusan massa mendatangi DPRD Sumsel menolak kenaikan BBM. Mereka mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muhammadiyah Palembang Bersatu dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Palembang.

”Kami aliansi BEM se-Kota Palembang menyatakan sikap menolak rencana pemerintah menaikkan 30% harga BBM yang akan diumumkan akhir Mei 2008 ini,” tukas Adi, salah seorang pengunjuk rasa.

Di Sumut, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Pembebasan Nasional (FPN) juga menolak rencana pemerintah menaikkan BBM. FPN menilai kebijakan menaikkan harga BBM tersebut tidak memihak rakyat, justru membuat rakyat menderita. Dalam aksinya di Gedung DPRD dan Kantor Gubernur, Robert Sihombing,pimpinan aksi FPN,mengatakan bahwa kenaikan tersebut menambah beban rakyat.

”Kenaikan harga BBM akan berimbas pada seluruh sektor ekonomi rakyat.Kondisi ini jelas akan meninggikan angka kemiskinan dan pengangguran,” tegas Robert. Dia juga tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah SBY-JK terhadap kebijakan bantuan langsung tunai (BLT). Menurutnya, kebijakan BLT itu justru akan menimbulkan kericuhan di masyarakat.

”Tolak bantuan langsung tunai dan kenaikan harga BBM. BBM naik, rakyat semakin miskin dan tertindas,” tegas Robert.

Dalam aksi, mereka juga mengajak masyarakat Sumut untuk menolak kenaikan harga BBM tersebut. Sebab, jika BBM naik akan berdampak pada nasib anak-anak sekolah dan naiknya ongkos angkutan kota. Hal senada diungkapkan Zulfikar, Gubernur BEM Fakultas Hukum, Universitas Panca Budi, Medan.

Dia justru sepakat jika pemerintah SBY-JK menghemat APBN, menyita aset para koruptor, dan memangkas gaji para pejabat negara. ”Kebijakan itu mampu menekan dan menyelamatkan APBN yang mesti ditanggung negara,” tegasnya. (tim sindo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: