infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

SP2A Banyuasin Belum Digaji Lima Bulan

Posted by infokito™ pada 14 Mei 2008

Nasib sarjana penggerak pembangunan agama (SP2A) Kabupaten Banyuasin sungguh menyedihkan. Mereka belum menerima gaji selama lima bulan terhitung Januari–Mei 2008. Kondisi itu membuat mereka gusar. Pasalnya, dalam melaksanakan tugas, terkadang tidak sedikit uang yang dikeluarkan untuk mendanai segala aktivitas selama bertugas.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin segera mencairkan gaji yang merupakan hak mereka. Seperti pengakuan Subhan yang bertugas sebagai penyuluh di Desa Purwosari, Kecamatan Banyuasin III. Pembayaran gaji mereka selalu terlambat, bahkan keterlambatan pembayaran gaji tersebut sempat mencapai lima bulan.

“Seperti sekarang, gaji belum dibayar sejak Januari lalu. Saya jadi sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” terang dia Senin lalu.

Sebelumnya, Pemkab Banyuasin selalu mengeluhkan kinerja para SP2A dalam melaksanakan tugas. Sebab, banyak SP2A yang malas dan sering meninggalkan posnya. Namun, menurut Subhan, hal itu wajar karena pemkab juga sering melupakan kewajibannya membayar gaji SP2A.

Dia mengungkapkan, dalam silaturahmi beberapa waktu lalu di rumah dinas bupati, Subhan dan SP2A lainnya dijanjikan kalau gaji akan segera dibayar. Namun hingga kini, hal itu belum terealisasi.

“Saya rasa wajar ada SP2A yang malas. Apalagi dengan gaji Rp500 ribu per bulan, kami harus mengajar di daerah perairan yang letaknya sangat jauh,” keluh dia.

Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Banyuasin Rosyidin Hasan menjelaskan, pihaknya sengaja belum membayarkan gaji para SP2A, karena kini pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap siapa saja SP2A yang rajin dan yang malas.

Apalagi, dirinya banyak mendapat pengaduan tentang banyaknya SP2A yang jarang berada di tempat dan malas mengajar. Seharusnya sesuai perjanjian, SP2A harus tinggal di desa tempatnya mengajar. Namun, sebagian besar SP2A itu banyak yang tidak berada di tempat.

Kondisi demikian, memaksa dirinya untuk meninjau ulang kontrak SP2A. Bagi mereka yang dinyatakan rajin, maka kontraknya akan diperpanjang, tapi jika malas, akan langsung diberhentikan.

“Para SP2A jangan hanya meminta hak berupa gaji, tapi juga harus menjalankan kewajiban sebagai pendidik agama warga desa,” imbaunya. Namun kenyataan di lapangan, banyak ditemukan para SP2A ini malas dan tidak berada di posnya. (yopie cipta raharja/sindo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: