infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Lelang Logistik Pilgub, KPUD Dituding Main Mata

Posted by infokito™ pada 10 Mei 2008

Lelang pengadaan logistik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatra Selatan yang dibuka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumsel, sejak 6 Mei 2008 lalu diduga tidak transparan.

Pasalnya, sejumlah perusahaan mengaku kesulitan saat akan mendaftar lelang enam proyek pengadaan logistik pilkada yang bernilai antara Rp300 juta hingga Rp6 miliar lebih. PT Rambang misalnya, sebuah perusahaan percetakan besar di Palembang, kesulitan mendaftar sejak hari pertama pendaftaran dibuka.

Menurut Staff Marketing PT Rambang Naomi Sihombing, sejak hari pertama pendaftaran hingga penutupan pendaftaran kemarin, pihaknya selalu dihalang-halangi ”orang tidak dikenal”.
”Pagi tadi kami mencoba mendaftar, namun tidak berhasil karena dihalang-halangi sejumlah preman yang meminta kami untuk membatalkan rencana mendaftar,” ujar Naomi di kantor KPUD Sumsel Jumat (9/5) kemarin.

SINDO yang datang ke KPUD Sumsel beberapa saat kemudian juga sempat dibawa seseorang ke samping kantor KPUD Sumsel. Di sana telah menunggu dua orang berbadan besar mengenakan kalung tasbih putih, yang langsung menanyakan maksud kedatangan SINDO. Setelah SINDO menjawab apa adanya, salah seorang di antaranya langsung menghardik.

”Jangan nanyo yang lain, kito samo taulah siapo kito masing-masing,” hardik pria berkumis itu kepada SINDO.
Pembicaraan terputus setelah beberapa saat kemudian, ponsel pria itu berbunyi. Dari obrolannya terdengar permintaan agar sang penelepon segera menyelesaikan wanita bernama Naomi. Tidak jelas apa isi pembicaraan selanjutnya, karena sesaat setelahnya, SINDO keluar dari Kantor KPUD.

Hampir berbarengan dengan kedatangan sejumlah wartawan lain, sejumlah anggota Polisi yang dipimpin Wakil Kepala Satuan Resor kriminal Poltabes Palembang, AKP Bayu Dewantoro bersama Kanit Pidum AKP Antoni Adhi tiba di KPUD Sumsel. Setibanya di KPUD Sumsel, mereka langsung menyisir seluruh bagian gedung KPUD. Sayangnya, tiga orang tersebut sudah tidak berada di lokasi.

Meskipun sudah tidak ada gangguan lagi, namun beberapa perusahaan yang telah berada di KPUD Sumsel, tetap tidak bisa mendaftar. Pasalnya, tidak satu pun anggota panitia yang berada ditempat.

”Ini sudah jelas ada permainan. Saat panitia ada kami tidak bisa masuk karena dihalangi preman. Tetapi ketika premannya pergi, panitianya tidak ada,” kata Naomi kemudian.

Merasa dirugikan, Naomi bersama M Agus Sodiqin, Staff Marketing PT Stacopa Raya, sebuah perusahaan security printing Jakarta menuju Poltabes Palembang dengan maksud memidanakan panitia lelang pilkada yang menurutnya menggunakan cara-cara premanisme dalam menentukan lelang pilkada. Namun sayangnya, laporan keduanya ditolak petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Poltabes Palembang.

Naomi menjelaskan, sejak awal masa pendaftaran, mereka selalu dihalang-halangi preman. Anehnya, ketika preman tidak ada di KPUD Sumsel, panitia lelang tidak ada di tempat, sehingga mereka dan beberapa perusahaan lain tidak dapat mendaftar.

Kesan adanya konspirasi menurut Naomi semakin kuat karena secara tiba-tiba masa pendaftaran diperpendek, yang seharusnya ditutup Senin (12/5) menjadi Jumat (9/5) kemarin.

Perubahan masa pendaftaran ini, tambah Naomi tidak dipublikasikan di media massa seperti saat pembukaan masa pendaftaran beberapa waktu lalu.

”Padahal seharusnya diumumkan terlebih dahulu. Lucunya, meski pendaftaran belum ditutup, kami mendapat informasi ada perusahaan yang sudah presentasi dan melakukan penawaran, yang seharusnya dilakukan setelah pendaftaran,” terang Naomi.

Kepala SPK Poltabes Palembang, yang bertugas saat itu, Aiptu Ishak mengatakan, pihaknya tidak dapat menerima laporan tersebut karena tidak jelas permasalahan dan pelakunya, sehingga tidak dapat menemukan unsur pidana pada laporan tersebut.

”Masalahnya belum jelas, jadi belum bisa kami terima,” kata Ishak di Poltabes Palembang kemarin.

Sementara itu, baik Ketua KPUD Sumsel Maramis dan seluruh anggotanya tidak berada di KPUD hingga siang kemarin. Begitu pula saat dihubungi ke seluruh nomor ponsel masing-masing, hingga tadi malam seluruh ponsel mereka tidak aktif.

Dari papan pengumuman KPUD Sumsel diketahui, KPUD Sumsel per tanggal 28 April 2008 mengadakan lelang pengadaan tujuh logistik pilkada, antara lain pengadaan kartu pemilih pilgub dengan pagu anggaran sebesar Rp5.763. 925.800, selain itu pengadaan surat suara dengan pagu anggaran sebesar Rp6.436.377.600.

Sementara pengadaan lima logistik lainnya, pagu anggarannya berkisar Rp300 juta hingga Rp3 miliar. (tim SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: