infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

360 Ton Pupuk Ilegal Diamankan

Posted by infokito™ pada 9 Mei 2008

Sekitar 360 ton pupuk ilegal merek SSP 36 yang diproduksi PT Petro Gresik SF Indonesia diamankan Satuan Pidana Ekonomi (Sat Pidek) Direktorat Reserse Kriminal (Dit Reskrim) dari gudang milik CV Sandika Sriwijaya milik Dwi Atmono di Jalan Soekarno- Hatta Palembang.

Penggerebekan gudang berisi ratusan ton pupuk itu berlangsung, Senin (5/5) lalu sekitar pukul 13.30 WIB pimpinan Kasat Pidek Kompol Teddy Jhon bersamaKompol Abdurahman, Kompol Joni Getamala. Tapi, pihak kepolisian baru mengeksposnya, Kamis kemarin. Meski mengamankan ratusan ton pupuk ilegal, polisi belum juga berhasil membekuk pemilik pupuk Dwi Atmono.

Kini, polisi baru meminta keterangan kepada pengawas gudang Yanto dan bagian marketing Agus. Direktur Reskrim Polda Sumsel Kombes Pol Lindung P Simanjuntak, kemarin kepada wartawan mengatakan, setelah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait, diketahui jika kebutuhan pupuk sangat tinggi. Sedangkan ketersedian pupuk rendah, mencapai 25% dari kebutuhan.

Karena itu, pihaknya melakukan operasi dan penyelidikan. Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka. Setelah seminggu kita melakukan penyelidikan, baru kita mendapatkan informasi yang sangat berharga,di sebuah gudang di Jalan Soekarno-Hatta diduga dijadikan tempat penampungan pupuk ilegal, karena itu kita turunkan personel untuk lidik. Ternyata benar, saat itulah dilakukan penggerebekan di gudang tersebut,” terang Lindung.

Berdasarkan ada di sejumlah dokumen, pupuk yang ditemukan dalam gudang itu berjumlah 360 ton. Namun, secara fisik jumlah pastinya belum diketahui. Selain itu, berdasarkan data tersebut juga dicantumkan, pupuk diproduksi di Gersik Sukabumi. Padahal, Gersik itu berada Jawa Timur (Jatim).

“Dari itu kita mulai curiga,” imbuhnya. Pihaknya juga mendapat informasi, jika pupuk SSP 36 yang belum terdaftar di Departemen Perdagangan dan Industri (Deperindag) dan Departemen Pertanian (Deptan) ini telah diedarkan di Medan, Sumatera Utara (Sumut), dan Jambi. Untuk di Sumsel sendiri, sekitar 400 karung (8 ton) pupuk ilegal sudah berada di Kabupaten OKU Timur,Sungai Lilin Musi Banyuasin (Muba) dan Gunung Megang Muaraenim.

Sedangkan di Palembang sendiri berdasarkan dokumen yang ditemukan, ada sebuah toko di kawasan 16 Ilir Palembang yang menjual pupuk tersebut sebanyak 60 karung. Setiap karung, ujar dia, berisi 50 kg pupuk. Per kilogram, pupuk dijual seharga Rp1.200-Rp1.300 dan per karung dijual sekitar Rp74 ribu.

Harga ini terbilang murah dan cukup menggiurkan bagi para petani yang saat ini memang membutuhkan pupuk. Ketua Penyalur dan Pengecer Pupuk Sriwijaya (Pusri) Sumsel Rudi Apriadi mengaku kaget dengan penemuan ratusan ton pupuk ilegal tersebut. Sebab, jika pupuk yang dijual dengan mencantumkan komposisi namun tidak sesuai dengan yang tertera di karung,hal itu tentu sangat merugikan petani. Dia menilai, beredarnya pupuk SPP 36 yang diduga ilegal, merupakan akibat langkanya pupuk SP 36 di Sumsel. Padahal, saat ini petani sangat membutuhkan pupuk.Situasi ini dimanfaatkan pedagang dengan menjual produk pupuk yang baru. (dadang dinata/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: