infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

90% Remaja Pernah Berhubungan Seks

Posted by infokito™ pada 8 Mei 2008

Berdasarkan hasil penelitian Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Korwil Sumsel dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Intan Maharani (YIM) Palembang, sebanyak 90% remaja Kota Palembang pernah berhubungan seks.

“Penelitian ini dilakukan selama 1 tahun 4 bulan, dimulai pada 2007 hingga Januari 2008 melalui hasil konsultasi yang dilakukan kepada kelompok generasi muda risiko tinggi di beberapa wilayah, yakni Bukit Besar, Plaju, rumah susun, Sukarami, Sekip, dan wilayah Kampus,” ujar Syahri Direktur YIM Palembang kemarin.
Dia menjelaskan, dari enam wilayah tersebut, terdapat 1.300 responden pelajar, mahasiswa, dan remaja yang memiliki hobi dunia gemerlap (dugem) telah melakukan hubungan seks. “Usia yang rentan melakukan hubungan seks tersebut sekitar umur 14–24 tahun,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Syahri, berdasarkan hasil penelitian ini, pihaknya akan melakukan paparan kepada anggota Dewan Sumsel untuk mengambil langkah mengantisipasi permasalahan tersebut.

“Diharapkan adanya kemauan (goodwill) antara semua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi, permasalahannya terselubung sehingga hanya sedikit yang mengetahui permasalahan sebenarnya,” tegasnya.

Ketua Bidang Koordinasi Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel Mgs H M Yunus Umril menegaskan, hampir 50% remaja Palembang berkelakuan baik di tingkat pelajar dan mahasiswa telah melakukan hubungan seks sebelum menikah.

“Hal ini menjadi salah satu penyebab maraknya kegiatan praktik aborsi. Harus diambil sikap dan tindakan untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut, bukan hanya tugas MUI,” tandasnya kemarin. (hengky chandra agoes/SINDO)

7 Tanggapan to “90% Remaja Pernah Berhubungan Seks”

  1. goldfriend said

    90% ?

    Sepertinya terlalu berlebihan. Bukan mengabaikan hasil penelitiannya, tapi saya juga pernah meneliti masalah ini dan hasilnya tidak sampai 90%. Dan itu juga di kota besar.

    Mungkin sampel yang diambil itu adalah purposed sampling. Jadi tidak merata pada SELURUH remaja dalam berbagai tingkatan, strata, dll di Kota Palembang.

  2. Atau…

    terkadang peneliti yang terbawa emosi akan melakukan sampling di tempat yang…. katakanlah memang 90%

    dan hasilnya menjadi tidak obyektif, karena dilakukan secara selektif(hal seperti ini harusnya secara random)

  3. Penelitian ini dilakukan selama 1 tahun 4 bulan, dimulai pada 2007 hingga Januari 2008 melalui hasil konsultasi yang dilakukan kepada kelompok generasi muda risiko tinggi

    Ya iya lah kalau surveynya di kalangan yang memang risiko tinggi. Sampel diambil di diskotik, di cafee, kalangan anak komunitas seleb. Coba survey di pesantren, di hutan, di masjid…

    Bikin data jangan asal…

  4. erween said

    statistik darimana?
    90persen?
    aq juga melakukan penelitian bahwa 90persen sayur bayam pake bayam 🙂

  5. assalamualaikum…

    wah…perlu dikaji ulang kelihatannnya tidak mungkin..ini namanya menghancurkan citra ummat kalau pernyataan sedemikian.
    tolong diklarifikasi cara penghitungannya bagaimana…
    saya tidak percaya….

  6. goldfriend said

    @ manusia super :

    Bukan asal, tapi generalisasinya jangan melebihi sample datanya. Kalau datanya hanya dari remaja-remaja yang beresiko tinggi, maka generalisasinya harusnya : 90% dari remaja beresiko tinggi (ini perlu didefinisikan lagi) di Kota Palembang diketahui pernah melakukan hubungan seks pranikah.

    Dan bukan, “Sebanyak 90% remaja Kota Palembang pernah melakukan hubunga seks pranikah”.

    Subyek generalisasi dibatasi, kalau sample-nya memang terbatas. Itu resikonya kalau samplingnya dilakukan tidak secara merata dan random.

    @ Syahrizal Pulungan :

    Weleh…weleh… kalau yang namanya metode statistik dan pengambilan data TIDAK ADA hubungannya dengan soal menghancurkan citra umat atau percaya nggak percaya. Itu lain persoalan. 🙂

    Kalau saya meneliti, misalnya, banyaknya remaja santri di sebuah pondok pesantren yang menonton film biru, dan ternyata 90% dari santri remaja laki-laki pernah menonton film biru, dan sudah teruji validity dan realiability metodenya, maka apakah anda bisa tidak percaya ?

    Yang digugat itu metodenya dan bukan percaya nggak percayanya… 😆

  7. KG said

    @Goldfriend

    Smart…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: