infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

DPRD Sumsel Dukung KPK Terkait Proyek Alih Fungsi Hutan TAA

Posted by infokito™ pada 1 Mei 2008

Dugaan penyimpangan dalam proses alih fungsi hutan mangrove Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) menarik perhatian DPRD Sumsel. Ketua DPRD Sumsel H Zamzami Ahmad mendukung langkah KPK untuk mengusut tuntas kasus ini.

”Silakan saja KPK mengusutnya,” tegas Zamzami yang dihubungi SINDO melalui telepon Rabu (30/4) kemarin.
Namun, Zamzami enggan berkomentar banyak seputar kasus TAA yang menyeret sejumlah pejabat Pemprov Sumsel tersebut.

Dia juga tidak mau mengomentari pemberitaan mengenai penetapan anggota Komisi IV DPR-RI sebagai tersangka.

”Kalau mau lebih jelas, tanya saja Gubernur. Beliau (Gubernur) yang lebih tahu,” ujarnya.

Ketua Komisi I DPRD Sumsel Muslimi yang diwawancarai SINDO, Rabu (30/4) kemarin mengaku, anggota DPRD Sumsel tidak terlibat sama sekali dalam proses pembebasan lahan atau alih fungsi lahan pelabuhan TAA yang sedang disidik KPK.

”Itu usulan Pemprov yang disampaikan ke DPR dan Menteri Kehutanan,” terang politikus Partai Demokrat ini.

Secara terpisah, Ketua Komisi III DPRD Sumsel Aliandra Gantada menegaskan, pihaknya optimistis pengusutan kasus TAA yang dilakukan KPK tidak akan mengganggu jalannya proyek pembangunan Pelabuhan TAA. Bahkan, politikus PDIP ini berani mengatakan, pembangunan TAA akan selesai sesuai target, yakni Juli 2009.

”Jalan menuju Pelabuhan TAA sudah rampung 80%. Sisanya sepanjang 5 km lagi, dipastikan selesai sesuai jadwal,” ungkapnya.

Sementara itu, sejak mencuatnya kasus TAA yang disidik KPK, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel Dodi Supriadi selalu menghindari kejaran wartawan.

Dodi yang sebelumnya sangat mudah diwawancarai, dalam dua hari terakhir terkesan tertutup. Begitu pula ketika sejumlah wartawan cetak dan elektronik ingin meminta konfirmasi ke kantornya, Rabu kemarin, dirinya enggan ditemui dengan alasan sibuk.

”Bapak tidak bisa ditemui, sedang ada rapat,” ujar salah satu stafnya. Begitu pula ketika SINDO mencoba menghubungi Dodi melalui ponselnya, tak kunjung diangkat.

TAA Masuk Taman Nasional

Data dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel menyebutkan, kawasan Pelabuhan TAA berada di kawasan Taman Nasional Sembilang (TNS).

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumsel Sri Lestari mengungkapkan, berdasarkan survei Danielsen dan Verheught pada 1990 dan 1992 Integrating Conservation and Land-use Planning in the Coastal Region of South Sumatera, Pelabuhan TAA terletak di pesisir timur Provinsi Sumsel yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Sembilang (TNS).

Kawasan ini, menurut dia, merupakan lahan basah yang sebagian besar terdiri dari hutan mangrove (bakau) dengan hutan rawa air tawar dan hutan rawa gambut di belakangnya.
Luas hutan mangrove diperkirakan 35 km, dan kawasan ini termasuk kawasan hutan mangrove terluas yang tersisa di sepanjang pantai timur pulau Sumatera.

Luas TNS, sambung dia, mencakup 205.750 ha yang sebagian besar mencakup hutan mangrove di sekitar sungai-sungai yang bermuara di Teluk Sekanak dan Teluk Benawang, Pulau Betet, Pulau Alagantang Semenanjung, Kabupaten Banyuasin, dan wilayah perairan di sekitarnya.

Sri menjelaskan, kawasan ini tergabung dalam kawasan Suaka Marga Satwa (SMS) Terusan Dalam seluas 29.250 ha, Hutan Suaka Alam (HAS) Sembilang seluas 113.173 ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sungai Terusan Dalam seluas 45.500 ha, dan kawasan perairan di sekitarnya seluas 17.827 ha.

Secara geografis, kawasan ini berada di 104011–104094 Timur dan 1.630-2.480 Selatan. Secara administratif pemerintahan, kawasan ini masuk wilayah Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, dan secara administratif kehutanan di bawah Resor Terusan Dalam dan Resor Sembilang Sub Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) wilayah Musi Banyuasin, BKSDA Sumsel.

TNS berbatasan sebelah Utara dengan Sungai Benu dan Provinsi Jambi, sebelah Timur dengan Selat Bangka, dan Sungai Banyuasin, di sebelah Selatan dengan Sungai Banyuasin, Sungai Air Calik, dan Karang Agung. Sementara, di sebelah Barat berbatasan dengan Hutan Produksi wilayah ex HPH PT Eiwayat Musi Timber dan PT Sukses Sumatera Timber.

Sri memaparkan, keberadaan pelabuhan TAA mengancam kekayaan keanekaragaman hayati karena di kawasan hutan mangrove terdapat spesies penting yang terancam punah, seperti harimau Sumatera, macan dahan, beruang madu, lumba-lumba tanpa sirip punggung, buaya muara, serta lebih dari 32 spesies burung air.

Selain itu, ada spesies yang populasinya rentan punah di dunia, yakni bangau bluwok, bangau tontong dan trinil Asia.

Dataran lumpur yang luas di kawasan ini menjadi habitat persinggahan bagi ribuan burung air migran, terutama pada bulan Oktober–April.

Selain itu, hutan Mangrove jadi habitat subur perikanan yakni, ikan dan udang. (hengky chandra agoes/ siera syailendra/ alfrenzi pangarbesi/ yopie cipta raharja)

Satu Tanggapan to “DPRD Sumsel Dukung KPK Terkait Proyek Alih Fungsi Hutan TAA”

  1. www.comas_gk@yahoo.co.id said

    selamat bekerja kpk ! Good Lucks !………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: