infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Dialog Publik Calon Wali Kota Palembang 2008–2013

Posted by infokito™ pada 29 April 2008

Palembang mencetak sejarah baru dalam perpolitikan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, wong Palembang menggelar dialog publik para calon Wali Kota- WakilWali Kota Palembang 2008- 2013. Meski baru pertama kali,namun dialog publik yang digelar di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Senin (28/4) kemarin berlangsung khidmat dan sukses.

Pasangan M Yansuri-Sunnah NBU dan pasangan Eddy Santana Putra- Romi Herton tampak hadir lengkap. Sementara pasangan Sarimuda-Iqbal Romzy dan Asmawati-A Rizal tampak hanya diwakilkan oleh cawawako masing-masing yaitu Iqbal Romzy dan A Rizal. Sarimuda dikabarkan berhalangan karena tengah menunaikan ibadah umrah, sedangkan Asmawati sedang ada tugas di Jakarta.

Dialog publik Cawako Palembang yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana (PPs) Universitas Sriwijaya (Unsri) bekerja sama dengan Hanns Seidel Foundation ini mengambil tema ”Pendidikan Politik bagi Akademisi”. Bertindak selaku moderator pada acara tersebut, yakni guru besar Fakultas Hukum Unsri DR Amzulian Rifai SH LLM.

Empat panelis dari berbagai bidang hadir dalam acara ini. Terdiri atas DR Zen Zanibar untuk bidang hukum, DR Diah Natalisa untuk bidang ekonomi moneter,DR Hanafiah untuk bidang teknik konstruksi, serta DR M Husni Thamrin untuk bidang sosial politik dan administrasi negara. Para panelis terlihat antusias menguliti program-program yang ditawarkan masing-masing calon.

Acara debat sendiri berlangsung akrab dan cair. Bahkan, sesekali diselingi dengan tawa. Jauh dari ketakutan banyak pihak yang mengkhawatirkan terjadinya kericuhan. Incumbent yang semula disebut-sebut tidak akan hadir, ternyata dengan gentlemen-nya hadir bersama pasangannya. Walhasil, wong Palembang ternyata bisa juga menggelar debat ”intelek” publik seperti caloncalon di kota besar lain.

Peserta dialog sebagian besar merupakan kalangan akademisi dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi (PT) di Palembang. Meski cukup sukses, tampaknya kekurangan waktu merupakan kendala terbesar untuk benarbenar mengetahui dan menilai program yang diusung empat pasangan Cawako-Cawawako Palembang secara menyeluruh.

Kesempatan memaparkan program masing-masing pasangan calon diberikan sesuai nomor urut pasangan. Pasangan M Yansuri-Sunnah NBU mendapat kesempatan pertama, selanjutnya paparan dilakukan pasangan Sarimuda-Iqbal Romzy yang hanya dihadiri Cawawako Iqbal Romzy. Eddy Santana Putra-Romi Herton mendapat kesempatan ketiga dan terakhir pasangan Asmawati-A Rizal yang juga hanya diwakilkan cawawako A Rizal mendapat kesempatan terakhir memaparkan apa yang diketahuinya dan apa yang akan dilakukan terhadap Palembang lima tahun ke depan.

Seusai memaparkan visi dan misinya jika terpilih menjadi Wali Kota-Wakil Wali Kota Palembang 2008–2013, keempat panelis yang keseluruhannya berasal dari akademisi Unsri menanggapi apa yang dipaparkan para calon. Selanjutnya, kesempatan pemaparan diberikan kembali kepada pasangan calon, sebelum akhirnya sesi tanya jawab dari sejumlah peserta mahasiswa dibuka.

Mahasiswa kebanyakan menyoroti masalah pelayanan publik serta problem banjir maupun kemacetan yang menurut mereka saat ini masih menjadi problema di Kota Palembang. Bahkan, mahasiswa sempat mendesak pasangan calon untuk menandatangani semacam kontrak politik agar tak melupakan janjinya, jika terpilih nanti. Sayangnya, pasangan calon rata-rata menjawab apa yang dipertanyakan mahasiswa ini secara diplomatis dan alasan tak cukup banyaknya waktu untuk mengupas secara lebih detail program yang ditawarkan.

Meski demikian, tak tersirat ketegangan dari mimik muka pasangan calon menghadapi gencarnya tuntutan maupun pertanyaan yang diajukan penanggap maupun peserta dialog publik cawako ini. Panelis bidang ekonomi moneter DR Diah Natalisa mengatakan, bila berbicara dari sisi political marketingpasangan calon ini,menurut dia, telah menawarkan program ataupun policy. Namun, lanjut Direktur Program Magister Manajemen (MM) Unsri ini, masih banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan selain political marketing.

”Kalau kita bicara program memang jelas masih mengambang. Tapi kalau bicara berikutnya,kita akan melihat strateginya calon ini seperti apa. Secara umum, program yang coba diusung seluruh pasangan calon ini saya kira sama,” ujar Diah ditemui seusai acara dialog publik Cawako Palembang kemarin. Namun, ada program salah satu pasangan calon yang menurut dia lebih membumi.

Diah mencontohkan program yang diusung pasangan dengan nomor urut 4 Asmawati-Ahmad Rizal terlihat lebih membumi. Sementara yang lain, bukan belum membumi, namun mungkin belum terlihat. Sebab, belum memiliki waktu secara detail menyampaikan program yang direncanakan.

Sementara panelis bidang sosial politik dan administrasi publik DR M Husni Thamrin menilai, tetap ada perbedaanperbedaan visi yang mendasar dan tergantung masyarakat Palembang untuk memilih calon yang mana yang dianggap pantas memimpin Palembang lima tahun ke depan.

”Karena soal waktu kita tidak bisa mendapat program masing-masing calon lebih menukik. Namun, kita lihat mereka (pasangan calon) masingmasing sudah mempunyai program yang jelas,” terang dia.

Husni Thamrin menambahkan, dia melihat perbedaan program yang ditawarkan masing-masing calon, seperti pasangan M Yansuri-Sunnah NBU dengan problem pedagang kaki lima (PKL)-nya, pasangan Sarimuda-Iqbal Romzy yang mengedepankan kehidupan sosial religius, Eddy Santana Putra-Romi Herton tentang internasionalisasi Kota Palembang, dan Asmawati- Ahmad Rizal tentang pembukaan lapangan-lapangan usaha baru.

Namun,ujar dia,masih ada problem yang tidak pernah terungkap dalam diskusi tersebut, yaitu bila berbicara tentang komitmen menuju program yang ditawarkan pasangan calon berapakah anggaran yang akan dialokasikan untuk merealisasikan program- program yang ditawarkan tersebut.

”Bila kita bicara tentang alokasi anggaran,kita juga bicara nanti sektor mana juga yang dikorbankan. Itu yang kita belum tahu,” ungkap Husni Thamrin . Disinggung mengenai apakah program-program yang ditawarkan pasangan calon ini sekadar retorika dan mungkinkah terwujud, Husni Thamrin menolak menjawab.

Menurut dia, ia merasa belum mengetahui sejauh mana detail program yang ditawarkan pasangan calon ini. Sebab menurutnya, apa yang dipaparkan pada dialog publik ini hanya paparan program di permukaan belaka. (dedy sagita)***Harian SINDO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: